Kapanlagi.com - Menunaikan ibadah haji merupakan impian setiap muslim yang mampu secara finansial dan fisik. Namun, masa tunggu haji reguler yang mencapai puluhan tahun seringkali menjadi kendala bagi calon jamaah yang ingin segera berangkat ke Tanah Suci.
Bagi Anda yang ingin mengetahui cara daftar haji cepat berangkat, terdapat beberapa alternatif program haji dengan masa tunggu lebih singkat. Program haji plus atau haji khusus menawarkan solusi dengan estimasi keberangkatan 5-7 tahun, jauh lebih cepat dibanding haji reguler.
Melansir dari Kementerian Agama RI, saat ini tersedia dua jenis layanan keberangkatan haji yaitu haji reguler yang dikelola pemerintah dan haji plus yang diselenggarakan oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Kedua program ini memiliki perbedaan signifikan dalam hal masa tunggu, fasilitas, dan biaya yang harus dikeluarkan.
Sebelum membahas cara daftar haji cepat berangkat, penting untuk memahami jenis-jenis program haji yang tersedia di Indonesia. Terdapat beberapa alternatif bagi calon jamaah yang ingin berangkat lebih cepat dari haji reguler.
Haji plus atau haji khusus adalah program keberangkatan haji yang diselenggarakan oleh pihak swasta dengan izin resmi dari Kementerian Agama. Program ini menawarkan masa tunggu yang jauh lebih singkat, yakni sekitar 5-7 tahun, dibandingkan haji reguler yang bisa mencapai 20-47 tahun tergantung daerah asal jamaah.
Selain haji plus, terdapat juga program haji furoda yang memungkinkan jamaah berangkat langsung tanpa antrean. Program ini menggunakan visa undangan khusus dari Kerajaan Arab Saudi dan berada di luar kuota haji reguler maupun khusus Indonesia. Namun, biaya yang diperlukan untuk haji furoda jauh lebih tinggi, berkisar antara USD 19.000 hingga USD 60.000.
Mengutip dari Keputusan Menteri Agama Nomor 72 Tahun 2025, biaya perjalanan ibadah haji khusus ditetapkan minimal sebesar USD 8.000 atau setara dengan Rp 135 juta. Biaya ini terbagi menjadi dua tahap pembayaran, yaitu setoran awal dan setoran pelunasan masing-masing sebesar USD 4.000.
Untuk dapat mengikuti program haji plus, calon jamaah harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama. Persyaratan ini tidak jauh berbeda dengan haji reguler, namun terdapat beberapa ketentuan khusus yang perlu diperhatikan.
Melansir dari Kementerian Agama RI, calon jamaah yang sudah pernah menunaikan ibadah haji dapat mendaftar kembali setelah 10 tahun dari keberangkatan terakhir. Ketentuan ini berlaku baik untuk haji reguler maupun haji plus.
Proses pendaftaran haji plus memerlukan beberapa tahapan yang harus dilakukan secara berurutan. Berikut adalah langkah-langkah lengkap cara daftar haji cepat berangkat melalui program haji plus.
Mengutip dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama RI, proses pendaftaran haji kini dilakukan secara online untuk memudahkan calon jamaah. Setelah mendapatkan nomor porsi, jamaah dapat mengecek estimasi keberangkatan melalui website resmi Kemenag.
Salah satu pertimbangan utama dalam memilih program haji plus adalah biaya yang harus dikeluarkan. Biaya haji plus memang lebih tinggi dibandingkan haji reguler, namun sebanding dengan fasilitas dan masa tunggu yang lebih singkat.
Berdasarkan ketentuan terbaru, biaya haji plus tahun 2025 ditetapkan minimal USD 8.000 atau sekitar Rp 135 juta. Biaya ini mencakup setoran awal USD 4.000 dan pelunasan USD 4.000 yang harus disetor ke rekening BPKH melalui bank yang ditunjuk.
Namun, biaya total yang harus dikeluarkan jamaah biasanya lebih tinggi karena mencakup layanan dari PIHK. Estimasi biaya haji plus berkisar antara USD 16.000-18.400 tergantung jenis kamar dan fasilitas yang dipilih. Untuk paket quad sharing sekitar USD 16.000, triple sharing USD 17.200, dan double sharing USD 18.400.
Masa tunggu haji plus jauh lebih singkat dibanding haji reguler. Jika haji reguler memiliki masa tunggu 15-47 tahun tergantung daerah, haji plus hanya memerlukan waktu tunggu 5-7 tahun. Semakin cepat mendaftar, semakin cepat pula peluang untuk berangkat.
Melansir dari data Kementerian Agama RI, masa tunggu paling lama untuk haji reguler berada di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan yang mencapai 47 tahun. Sementara masa tunggu paling singkat di Kabupaten Maluku Barat Daya dengan estimasi 11 tahun. Kondisi ini membuat haji plus menjadi alternatif menarik bagi calon jamaah yang ingin berangkat lebih cepat.
Mendapatkan nomor porsi haji dengan cepat memerlukan strategi dan persiapan yang matang. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu calon jamaah agar segera mendapat nomor porsi dan bisa berangkat lebih cepat.
Mengutip dari buku "Istitha'ah Menuju Mabrur" karya Agung Budi Prasetiyono, selain haji plus, terdapat juga program haji furoda yang memungkinkan jamaah berangkat langsung tanpa antrean. Program ini menggunakan visa mujamalah atau undangan dari Kerajaan Arab Saudi dan berada di luar kuota resmi Indonesia.
Bagi calon jamaah yang menginginkan keberangkatan paling cepat, program haji furoda menjadi pilihan utama. Program ini memungkinkan jamaah berangkat di tahun yang sama tanpa harus menunggu antrean seperti haji reguler atau haji plus.
Haji furoda menggunakan visa undangan khusus dari pemerintah Arab Saudi yang berada di luar kuota haji Indonesia. Program ini resmi namun diselenggarakan secara terpisah dari sistem kuota nasional. Jamaah haji furoda akan mendapat fasilitas premium dan eksklusif selama perjalanan ibadah.
Biaya haji furoda memang sangat tinggi, berkisar antara USD 19.000 hingga USD 60.000 atau setara Rp 300 juta hingga Rp 1 miliar tergantung paket dan fasilitas yang dipilih. Biaya ini sebanding dengan layanan premium yang diberikan, termasuk akomodasi mewah dan bimbingan ibadah yang intensif.
Proses pendaftaran haji furoda relatif sederhana. Calon jamaah cukup menghubungi PIHK yang menyediakan paket furoda, membayar uang muka, mengisi formulir, dan menyerahkan dokumen persyaratan. Travel akan membantu mengurus visa dan seluruh proses keberangkatan.
Melansir dari detikHikmah, tahun 2025 jemaah Indonesia mendapat kuota haji sebesar 221.000 yang terdiri dari 203.320 kuota reguler dan 17.680 kuota haji khusus. Kuota yang terbatas ini membuat program alternatif seperti haji furoda semakin diminati meski dengan biaya yang tinggi.
Masa tunggu haji plus sekitar 5-7 tahun, jauh lebih singkat dibanding haji reguler yang bisa mencapai 15-47 tahun tergantung daerah asal jamaah. Semakin cepat mendaftar, semakin cepat peluang berangkat.
Haji plus dijamin berangkat selama mendaftar melalui PIHK resmi yang terdaftar di Kementerian Agama dan memiliki kuota yang memadai. Pastikan memilih travel dengan rekam jejak yang baik dan transparan.
Biaya haji plus berkisar USD 16.000-18.400 atau sekitar Rp 270-310 juta tergantung paket dan fasilitas. Biaya ini sudah termasuk setoran ke BPKH dan layanan dari travel haji.
Nomor porsi haji dapat dicek melalui website resmi Kementerian Agama di haji.kemenag.go.id dengan memasukkan nomor porsi yang diberikan saat pendaftaran. Update informasi keberangkatan juga tersedia di website tersebut.
Calon jamaah yang sudah pernah menunaikan ibadah haji dapat mendaftar kembali setelah 10 tahun dari keberangkatan terakhir. Ketentuan ini berlaku untuk semua jenis program haji termasuk haji plus.
Haji plus masih menggunakan kuota resmi Indonesia dengan masa tunggu 5-7 tahun, sedangkan haji furoda menggunakan visa undangan Arab Saudi dan bisa berangkat langsung tanpa antrean. Biaya haji furoda jauh lebih mahal dibanding haji plus.
Memilih travel tidak resmi berisiko gagal berangkat dan kehilangan dana. Selalu verifikasi legalitas PIHK melalui website resmi Kemenag dan hindari travel yang menawarkan harga tidak wajar atau janji keberangkatan instan tanpa nomor porsi.
Ikuti kabar terbaru selebriti hanya di Kapanlagi.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?