Kapanlagi.com - SBMPTN atau Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri merupakan jalur seleksi yang sangat diminati siswa SMA untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri. Jalur ini memberikan kesempatan kepada siswa yang belum lolos SNMPTN untuk tetap bisa masuk PTN favorit.
Proses pendaftaran SBMPTN memerlukan persiapan yang matang dan pemahaman yang baik tentang alur pendaftarannya. Setiap tahun, ribuan siswa berlomba-lomba untuk mengikuti seleksi ini dengan harapan bisa diterima di program studi dan universitas impian mereka.
Mengutip dari portal resmi SNPMB, SBMPTN kini telah berubah menjadi SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes) yang menggunakan sistem UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer). Perubahan ini bertujuan untuk lebih fokus pada kemampuan penalaran dan pemecahan masalah calon mahasiswa.
SBMPTN adalah proses seleksi penerimaan mahasiswa baru yang dilakukan secara terbuka menggunakan pola ujian tulis berbasis komputer atau UTBK. Seleksi ini dikelola oleh Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan SNPMB dan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Sistem ini menggantikan peran LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi) yang sebelumnya mengelola seleksi masuk PTN.
Dalam SBMPTN terdapat beberapa kelompok ujian yang dapat diikuti peserta. Kelompok ujian Saintek untuk siswa yang memilih program studi IPA, kelompok ujian Soshum untuk program studi IPS, dan kelompok ujian campuran untuk siswa yang memilih kombinasi program studi IPA dan IPS. Setiap peserta hanya diperbolehkan mengikuti UTBK sebanyak satu kali dalam satu tahun penyelenggaraan.
Materi ujian SBMPTN telah mengalami perubahan signifikan dimana tidak ada lagi tes mata pelajaran seperti sebelumnya. Melansir dari Kompas.com, ujian kini berfokus pada tes skolastik yang mengukur empat aspek yaitu potensi kognitif, penalaran matematika, literasi bahasa Indonesia, dan literasi bahasa Inggris. Perubahan ini bertujuan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis dan analitis calon mahasiswa.
Hasil UTBK hanya berlaku untuk mengikuti SNBT dan penerimaan mahasiswa baru di PTN pada tahun penyelenggaraan yang sama. Peserta yang sudah dinyatakan lulus jalur SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) tidak diperbolehkan mengikuti SBMPTN pada tahun yang sama. Sistem ini memastikan distribusi kesempatan yang adil bagi semua calon mahasiswa.
Mengutip dari Liputan6.com, terdapat persyaratan khusus untuk program studi tertentu. Peserta yang memilih program studi Kedokteran dan Kedokteran Gigi hanya dapat dipilih oleh lulusan SMA/MA jurusan IPA. Sementara peserta yang memilih program studi bidang Seni dan Olahraga wajib mengunggah portofolio sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagi peserta berkebutuhan khusus, terutama tunanetra, wajib mengunggah Surat Pernyataan Tunanetra sebagai bagian dari persyaratan administrasi. Semua peserta juga harus memiliki akun SNPMB yang telah diregistrasi sebelum penutupan masa registrasi akun siswa.
Persiapan dokumen merupakan langkah penting dalam proses pendaftaran SBMPTN. Kelengkapan dokumen akan memengaruhi kelancaran proses seleksi dan verifikasi data peserta.
Untuk program studi tertentu, diperlukan dokumen tambahan seperti portofolio untuk bidang Seni dan Olahraga. Melansir dari Gramedia.com, portofolio wajib diunggah untuk program studi seperti Olahraga, Kriya, Tari, Seni Rupa Desain, Teater, Musik, Fotografi, Karawitan, Film dan Televisi, serta Seni Pedalangan.
Peserta berkebutuhan khusus tunanetra harus menyiapkan Surat Pernyataan Tunanetra yang telah diisi lengkap dan ditandatangani. Semua dokumen harus dalam kondisi baik dan dapat dibaca dengan jelas untuk memudahkan proses verifikasi oleh panitia.
Biaya pendaftaran SBMPTN ditetapkan berdasarkan jenis kelompok ujian yang dipilih peserta. Penetapan biaya ini bertujuan untuk mendukung operasional penyelenggaraan ujian yang berkualitas dan merata di seluruh Indonesia.
Pembayaran harus dilakukan dalam batas waktu yang telah ditentukan, biasanya maksimal 1x24 jam setelah mendapatkan slip pembayaran. Keterlambatan pembayaran dapat mengakibatkan pembatalan pendaftaran secara otomatis oleh sistem.
Proses pendaftaran SBMPTN dilakukan secara online melalui portal resmi SNPMB. Setiap langkah harus diikuti dengan teliti untuk memastikan pendaftaran berhasil dan data tersimpan dengan benar.
Ya, lulusan SMA/MA/SMK/sederajat dari 1-2 tahun sebelumnya dapat mendaftar SBMPTN dengan syarat memiliki ijazah dan berusia maksimal 25 tahun per 1 Juli tahun penyelenggaraan. Namun, mereka tidak boleh pernah lulus jalur SNBP di tahun-tahun sebelumnya.
Setiap peserta hanya diperbolehkan mengikuti UTBK sebanyak satu kali dalam satu tahun penyelenggaraan. Hal ini berbeda dengan sistem sebelumnya yang memungkinkan peserta mengikuti ujian lebih dari satu kali.
Ya, peserta dapat memilih program studi lintas jurusan dengan mengikuti kelompok ujian campuran. Namun, untuk program studi Kedokteran dan Kedokteran Gigi hanya dapat dipilih oleh lulusan SMA/MA jurusan IPA saja.
Jika lupa password, peserta dapat menggunakan fitur "Lupa Password" di halaman login portal SNPMB. Sistem akan mengirimkan link reset password ke email yang terdaftar pada akun tersebut.
Ya, hasil UTBK dapat digunakan untuk mendaftar ujian mandiri di berbagai PTN pada tahun yang sama. Namun, peserta yang sudah diterima dan daftar ulang di SBMPTN tidak dapat diterima di seleksi jalur mandiri PTN manapun.
UTBK biasanya dilaksanakan pada bulan April-Mei setiap tahunnya selama 10 hari dengan 2 sesi per hari (pagi dan siang). Jadwal pasti akan diumumkan melalui portal resmi SNPMB setiap tahunnya.
Setelah melakukan konfirmasi dan simpan permanen, data tidak dapat diubah lagi. Oleh karena itu, peserta harus memastikan kebenaran semua data sebelum melakukan konfirmasi akhir. Jika terjadi kesalahan fatal, peserta dapat menghubungi helpdesk SNPMB untuk mendapatkan bantuan.