Cara Membedakan Anting Emas Asli dan Palsu

Kapanlagi.com - Anting emas menjadi salah satu perhiasan favorit yang banyak diminati karena dapat mempercantik penampilan sekaligus menjadi investasi jangka panjang. Namun, maraknya peredaran emas palsu membuat pembeli harus lebih waspada dalam memilih anting emas berkualitas.

Mengetahui cara membedakan anting emas asli dan palsu sangat penting untuk menghindari kerugian finansial. Perbedaan antara emas asli dan palsu dapat dikenali melalui berbagai metode pengujian, mulai dari pemeriksaan visual hingga pengujian dengan alat khusus.

Emas murni memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari logam lain atau emas campuran. Dengan memahami ciri-ciri khas emas asli, Anda dapat melindungi diri dari penipuan dan memastikan investasi perhiasan Anda bernilai tinggi.

1 dari 7 halaman

1. Pengertian Emas Asli dan Emas Palsu pada Perhiasan Anting

Pengertian Emas Asli dan Emas Palsu pada Perhiasan Anting (c) Ilustrasi AI

Emas asli adalah logam mulia murni yang memiliki simbol kimia Au (Aurum) dengan nomor atom 79 dalam tabel periodik. Pada perhiasan anting, emas asli biasanya dicampur dengan logam lain untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan, dengan kadar kemurnian yang diukur dalam satuan karat. Emas 24 karat merupakan emas murni 99,9%, sementara anting emas umumnya menggunakan emas 18 karat (75% emas murni) atau 14 karat (58,5% emas murni) untuk menjaga kekuatan struktur perhiasan.

Emas palsu atau imitasi adalah logam dasar seperti kuningan, tembaga, atau besi yang dilapisi dengan warna menyerupai emas atau bahkan dilapisi tipis dengan emas asli. Perhiasan anting palsu sering kali dijual dengan harga jauh lebih murah namun diklaim sebagai emas asli. Perbedaan mendasar terletak pada komposisi material, dimana emas palsu tidak memiliki kandungan emas murni yang signifikan atau bahkan sama sekali tidak mengandung emas.

Menurut standar yang ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN), perhiasan emas yang beredar di Indonesia harus memiliki cap atau stempel yang menunjukkan kadar kemurnian emas. Stempel ini biasanya berupa angka seperti 375 (9 karat), 585 (14 karat), 750 (18 karat), atau 916 (22 karat). Keberadaan stempel ini menjadi salah satu indikator awal untuk membedakan anting emas asli dan palsu, meskipun stempel juga dapat dipalsukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Karakteristik fisik emas asli mencakup sifat anti karat, tidak magnetis, memiliki kepadatan tinggi, dan berwarna kuning khas yang konsisten. Emas asli juga merupakan konduktor panas yang baik dan memiliki tekstur yang relatif lunak dibandingkan logam lain. Sementara itu, emas palsu cenderung mengalami perubahan warna seiring waktu, dapat tertarik magnet jika mengandung besi atau nikel, dan memiliki berat yang lebih ringan karena kepadatan logam dasarnya lebih rendah dari emas murni.

2. Metode Pemeriksaan Visual untuk Membedakan Anting Emas Asli dan Palsu

Pemeriksaan visual merupakan langkah pertama yang paling mudah dilakukan untuk mengetahui keaslian anting emas. Metode ini tidak memerlukan alat khusus dan dapat dilakukan sendiri di rumah sebelum memutuskan membeli atau menggunakan jasa profesional.

1. Periksa Stempel atau Cap Kadar Emas

Anting emas asli biasanya memiliki stempel kecil yang menunjukkan kadar kemurnian emas dalam satuan karat (K) atau angka desimal. Stempel umum yang ditemukan adalah 10K, 14K, 18K, 22K, atau 24K. Dalam sistem desimal, Anda mungkin menemukan angka seperti 417 (10K), 585 (14K), 750 (18K), atau 916 (22K). Periksa bagian dalam atau belakang anting dengan kaca pembesar untuk menemukan stempel ini. Namun perlu diingat, keberadaan stempel saja tidak menjamin keaslian karena stempel juga dapat dipalsukan.

2. Perhatikan Warna dan Konsistensi

Emas asli memiliki warna kuning khas yang konsisten di seluruh permukaan. Warna emas murni cenderung kuning cerah, sementara emas 18K memiliki warna kuning yang sedikit lebih pucat karena campuran logam lain. Periksa apakah ada perbedaan warna pada bagian tertentu, terutama di area yang sering bergesekan. Emas palsu sering menunjukkan warna yang tidak merata atau terdapat lapisan yang mengelupas, menampakkan logam dasar berwarna berbeda di bawahnya.

3. Cek Kondisi Permukaan dan Tanda Keausan

Emas asli bersifat anti karat dan tidak akan berubah warna menjadi kehijauan atau kehitaman meskipun sudah lama digunakan. Jika anting menunjukkan tanda-tanda korosi, perubahan warna, atau lapisan yang mengelupas, kemungkinan besar itu adalah emas palsu atau emas lapis. Emas asli mungkin akan tergores karena sifatnya yang relatif lunak, namun tidak akan berkarat atau berubah warna secara signifikan.

4. Perhatikan Berat dan Kepadatan

Emas adalah logam yang sangat padat dan berat. Anting emas asli akan terasa lebih berat dibandingkan ukurannya jika dibandingkan dengan logam lain. Jika anting terasa terlalu ringan untuk ukurannya, ada kemungkinan itu adalah emas palsu atau berongga. Meskipun metode ini memerlukan pengalaman untuk membandingkan, perbedaan berat antara emas asli dan palsu cukup signifikan dan dapat dirasakan dengan latihan.

5. Amati Detail Pembuatan dan Finishing

Anting emas asli dari produsen terpercaya biasanya memiliki kualitas pembuatan yang baik dengan detail halus dan finishing yang rapi. Periksa sambungan, pengait, dan detail ukiran dengan teliti. Emas palsu sering memiliki kualitas pembuatan yang kurang rapi dengan sambungan yang kasar atau detail yang tidak presisi. Namun, perlu diingat bahwa kualitas pembuatan yang baik tidak selalu menjamin keaslian emas, karena pengrajin terampil juga dapat membuat perhiasan palsu dengan kualitas tinggi.

3. Pengujian Sederhana di Rumah untuk Mengecek Keaslian Anting Emas

Selain pemeriksaan visual, terdapat beberapa metode pengujian sederhana yang dapat dilakukan di rumah untuk memverifikasi keaslian anting emas. Metode-metode ini menggunakan bahan atau alat yang mudah ditemukan dan relatif aman dilakukan.

1. Uji Magnet

Emas murni memiliki sifat non-magnetis, artinya tidak akan tertarik oleh magnet. Untuk melakukan tes ini, dekatkan magnet kuat (seperti magnet neodymium) ke anting emas Anda. Jika anting tertarik atau menempel pada magnet, maka dapat dipastikan bahwa anting tersebut bukan emas murni atau mengandung logam magnetis seperti besi atau nikel dalam jumlah besar. Namun, perlu diingat bahwa hasil negatif (tidak tertarik magnet) tidak otomatis membuktikan anting tersebut emas asli, karena beberapa logam non-magnetis lain seperti tembaga atau kuningan juga tidak tertarik magnet.

2. Tes Gosok pada Keramik

Cara membedakan anting emas asli dan palsu dapat dilakukan dengan menggoreskan anting pada permukaan keramik yang tidak mengkilap (unglazed ceramic). Gunakan bagian belakang ubin keramik atau piring keramik polos. Gosokkan anting dengan tekanan sedang pada permukaan keramik. Emas asli akan meninggalkan goresan berwarna kuning keemasan, sementara emas palsu akan meninggalkan goresan berwarna hitam atau abu-abu. Metode ini cukup efektif namun berisiko meninggalkan goresan pada perhiasan Anda, jadi lakukan dengan hati-hati.

3. Uji Apung dalam Air

Emas memiliki kepadatan yang sangat tinggi, sekitar 19,3 gram per sentimeter kubik. Siapkan gelas berisi air bersih, lalu masukkan anting emas ke dalamnya. Emas asli akan langsung tenggelam ke dasar gelas karena kepadatannya yang tinggi. Emas palsu yang terbuat dari logam ringan mungkin tenggelam lebih lambat atau bahkan mengapung. Untuk hasil yang lebih akurat, Anda dapat mengukur volume air yang dipindahkan dan menimbang anting untuk menghitung kepadatannya, meskipun metode ini memerlukan perhitungan matematis.

4. Tes Gosok pada Kulit

Metode sederhana lainnya adalah menggosokkan anting pada kulit tangan atau lengan Anda. Gosok anting dengan gerakan memutar selama beberapa detik dengan tekanan ringan. Emas palsu yang hanya berupa lapisan tipis di atas logam dasar akan meninggalkan bekas kehitaman atau kehijauan pada kulit. Emas asli tidak akan meninggalkan bekas warna pada kulit karena sifatnya yang stabil dan tidak reaktif. Metode ini paling efektif untuk mendeteksi emas lapis tipis yang sudah mulai aus.

5. Uji Gigit (dengan Hati-hati)

Emas adalah logam yang relatif lunak, terutama emas dengan kadar tinggi. Secara tradisional, orang menguji keaslian emas dengan menggigitnya untuk melihat apakah meninggalkan bekas gigitan. Emas asli dengan kadar tinggi akan menunjukkan lekukan kecil saat digigit dengan tekanan sedang, sementara logam keras seperti kuningan tidak akan menunjukkan bekas. Namun, metode ini tidak direkomendasikan untuk anting karena dapat merusak perhiasan dan juga dapat merusak gigi Anda. Selain itu, beberapa logam lunak lain juga dapat menunjukkan hasil serupa, sehingga metode ini tidak sepenuhnya akurat.

4. Pengujian Profesional untuk Memastikan Keaslian Anting Emas

Pengujian Profesional untuk Memastikan Keaslian Anting Emas (c) Ilustrasi AI

Untuk mendapatkan hasil yang paling akurat dalam membedakan anting emas asli dan palsu, pengujian profesional menggunakan alat khusus dan keahlian ahli perhiasan sangat direkomendasikan. Metode profesional ini memberikan jaminan keaslian yang lebih tinggi dibandingkan pengujian mandiri.

1. Pengujian dengan Karatimeter atau XRF Analyzer

Karatimeter adalah alat elektronik canggih yang dapat mengukur kadar kemurnian emas secara akurat tanpa merusak perhiasan. Alat ini menggunakan teknologi X-Ray Fluorescence (XRF) yang dapat menganalisis komposisi logam dalam perhiasan dan menampilkan persentase kandungan emas secara digital. Pengujian dengan karatimeter hanya memerlukan waktu beberapa detik dan memberikan hasil yang sangat akurat. Banyak toko emas terpercaya dan butik logam mulia yang menyediakan layanan pengujian dengan alat ini, bahkan beberapa menawarkan layanan gratis untuk pelanggan.

2. Uji Asam Nitrat

Pengujian dengan asam nitrat adalah metode tradisional yang masih banyak digunakan oleh toko emas profesional untuk memverifikasi keaslian emas. Metode ini melibatkan penggoresan kecil pada bagian tersembunyi anting, kemudian meneteskan asam nitrat pada area yang tergores. Reaksi kimia yang terjadi akan menunjukkan keaslian emas: emas asli tidak akan berubah warna atau bereaksi, sementara logam lain akan menunjukkan perubahan warna spesifik. Besi berlapis emas akan berubah menjadi hijau, perak berlapis emas akan berubah menjadi putih susu, dan kuningan akan berubah menjadi biru kehijauan. Meskipun akurat, metode ini bersifat destruktif karena meninggalkan goresan kecil pada perhiasan.

3. Pengujian Densitas dengan Metode Archimedes

Metode Archimedes adalah pengujian ilmiah yang mengukur kepadatan anting emas dengan prinsip perpindahan air. Ahli perhiasan akan menimbang anting dalam kondisi kering, kemudian menimbangnya lagi saat terendam dalam air. Dari perbedaan berat ini, kepadatan dapat dihitung dengan rumus matematis. Emas murni 24 karat memiliki kepadatan 19,3 g/cm³, emas 18 karat sekitar 15,6 g/cm³, dan emas 14 karat sekitar 13,5 g/cm³. Jika hasil perhitungan kepadatan jauh berbeda dari standar ini, kemungkinan besar anting tersebut palsu atau memiliki kadar emas yang tidak sesuai klaim.

4. Pemeriksaan dengan Loupe atau Mikroskop

Ahli perhiasan profesional menggunakan loupe (kaca pembesar khusus) atau mikroskop untuk memeriksa detail mikro pada anting emas. Pemeriksaan ini dapat mengungkap tanda-tanda pemalsuan seperti lapisan emas yang mengelupas, perbedaan warna pada sambungan, atau kualitas stempel yang mencurigakan. Dengan pembesaran tinggi, ahli dapat melihat struktur kristal logam dan mendeteksi ketidaksesuaian yang tidak terlihat dengan mata telanjang. Metode ini sangat efektif untuk mengidentifikasi emas lapis atau emas palsu berkualitas tinggi yang sulit dideteksi dengan metode sederhana.

5. Sertifikasi dari Lembaga Resmi

Cara paling pasti untuk memastikan keaslian anting emas adalah dengan mendapatkan sertifikat dari lembaga pengujian resmi seperti laboratorium logam mulia atau lembaga sertifikasi perhiasan yang terakreditasi. Lembaga-lembaga ini akan melakukan serangkaian pengujian komprehensif dan mengeluarkan sertifikat yang menyatakan kadar kemurnian emas, berat, dan karakteristik lain dari perhiasan. Meskipun memerlukan biaya dan waktu, sertifikasi resmi memberikan jaminan hukum tentang keaslian anting emas Anda dan sangat berguna untuk perhiasan bernilai tinggi atau untuk keperluan investasi.

5. Tips Membeli Anting Emas untuk Menghindari Produk Palsu

Tips Membeli Anting Emas untuk Menghindari Produk Palsu (c) Ilustrasi AI

Pencegahan adalah langkah terbaik untuk menghindari pembelian anting emas palsu. Dengan menerapkan tips-tips berikut saat berbelanja, Anda dapat meminimalkan risiko tertipu dan memastikan investasi perhiasan Anda bernilai.

1. Belanja di Toko Terpercaya

Selalu prioritaskan pembelian anting emas dari toko perhiasan yang memiliki reputasi baik dan sudah lama beroperasi. Toko-toko besar seperti butik logam mulia resmi, gerai perhiasan ternama, atau toko emas yang memiliki sertifikasi dari asosiasi perhiasan biasanya menjamin keaslian produk mereka. Hindari membeli dari penjual tidak dikenal, pedagang kaki lima, atau toko online yang tidak memiliki kredibilitas jelas. Toko terpercaya biasanya menyediakan garansi, sertifikat keaslian, dan layanan purna jual yang baik.

2. Minta Sertifikat dan Dokumentasi

Saat membeli anting emas, selalu minta sertifikat keaslian atau nota pembelian yang mencantumkan detail lengkap seperti kadar emas, berat, harga per gram, dan informasi toko. Dokumentasi ini penting sebagai bukti pembelian dan jaminan keaslian. Beberapa toko juga menyediakan kartu garansi yang dapat digunakan untuk klaim jika terbukti produk tidak sesuai spesifikasi. Simpan semua dokumen ini dengan baik untuk keperluan di masa depan, terutama jika Anda berencana menjual kembali perhiasan tersebut.

3. Periksa Stempel dan Label dengan Teliti

Sebelum membeli, periksa dengan seksama stempel kadar emas pada anting. Gunakan kaca pembesar jika perlu untuk memastikan stempel tercetak dengan jelas dan tidak tampak dipalsukan. Stempel yang asli biasanya tercetak dalam dan rapi, sementara stempel palsu mungkin terlihat dangkal, buram, atau tidak konsisten. Tanyakan kepada penjual tentang arti stempel tersebut dan minta penjelasan jika ada yang tidak jelas. Jangan ragu untuk meminta pengujian keaslian di tempat jika toko menyediakan layanan tersebut.

4. Bandingkan Harga Pasar

Waspadai harga yang terlalu murah dibandingkan harga pasar emas saat itu. Emas memiliki harga standar yang mengikuti harga emas dunia, dan toko-toko terpercaya biasanya menjual dengan margin keuntungan yang wajar. Jika menemukan penawaran anting emas dengan harga jauh di bawah harga pasar, kemungkinan besar itu adalah emas palsu, emas dengan kadar rendah yang diklaim tinggi, atau ada masalah lain. Lakukan riset harga emas terkini sebelum berbelanja dan bandingkan harga dari beberapa toko untuk mendapatkan gambaran harga yang wajar.

5. Manfaatkan Teknologi Verifikasi

Beberapa produsen emas terkemuka kini menyediakan teknologi verifikasi digital untuk produk mereka. Misalnya, aplikasi CertiEye dapat digunakan untuk memverifikasi keaslian emas batangan dari produsen tertentu dengan memindai kode pada kemasan. Meskipun teknologi ini belum tersedia untuk semua jenis perhiasan, tren ke arah digitalisasi verifikasi semakin berkembang. Tanyakan kepada penjual apakah produk yang Anda beli memiliki sistem verifikasi digital dan manfaatkan teknologi tersebut untuk memastikan keaslian. Selain itu, beberapa toko juga menawarkan layanan pengujian gratis dengan alat modern seperti karatimeter untuk memberikan kepastian kepada pembeli.

6. Perawatan Anting Emas untuk Menjaga Keaslian dan Kualitas

Perawatan Anting Emas untuk Menjaga Keaslian dan Kualitas (c) Ilustrasi AI

Setelah memastikan anting emas Anda asli, perawatan yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas dan nilai investasi perhiasan. Emas asli memang tahan lama, namun tetap memerlukan perhatian khusus agar tetap berkilau dan tidak rusak.

1. Simpan dengan Benar

Simpan anting emas dalam kotak perhiasan terpisah atau kantong kain lembut untuk menghindari goresan dari perhiasan lain. Emas adalah logam yang relatif lunak dan dapat tergores jika bergesekan dengan logam keras atau batu permata lain. Hindari menyimpan anting emas bersama dengan perhiasan perak karena dapat terjadi reaksi kimia yang menyebabkan perubahan warna. Simpan di tempat yang kering dan sejuk, jauh dari paparan sinar matahari langsung atau kelembaban tinggi yang dapat mempengaruhi komponen non-emas dalam perhiasan.

2. Bersihkan Secara Berkala

Bersihkan anting emas secara rutin untuk menghilangkan kotoran, minyak kulit, dan residu kosmetik yang menempel. Gunakan air hangat dicampur dengan sabun lembut, rendam anting selama beberapa menit, lalu sikat perlahan dengan sikat gigi berbulu lembut. Bilas dengan air bersih dan keringkan dengan kain lembut yang tidak berbulu. Untuk anting dengan batu permata, berhati-hatilah agar tidak merendam terlalu lama karena beberapa jenis batu sensitif terhadap air. Hindari penggunaan bahan kimia keras seperti pemutih atau pembersih abrasif yang dapat merusak permukaan emas.

3. Lepas Saat Beraktivitas Tertentu

Lepaskan anting emas saat melakukan aktivitas yang dapat merusak perhiasan, seperti berolahraga, berenang, mandi, atau melakukan pekerjaan rumah tangga yang melibatkan bahan kimia. Klorin dalam kolam renang dan bahan kimia pembersih dapat bereaksi dengan logam campuran dalam emas dan menyebabkan perubahan warna atau kerusakan. Aktivitas fisik berat juga meningkatkan risiko anting terlepas atau tergores. Dengan melepas anting saat beraktivitas berisiko, Anda dapat memperpanjang umur dan menjaga keindahan perhiasan.

4. Lakukan Pemeriksaan Rutin

Periksa kondisi anting emas secara berkala, terutama bagian pengait atau kancing yang menahan anting di telinga. Pastikan tidak ada bagian yang longgar, bengkok, atau aus yang dapat menyebabkan anting hilang. Jika anting memiliki batu permata, periksa apakah tatahan batu masih kuat dan tidak ada yang goyang. Bawa anting ke toko perhiasan profesional setidaknya setahun sekali untuk pemeriksaan menyeluruh dan pembersihan profesional. Toko perhiasan dapat melakukan perbaikan kecil jika diperlukan dan memastikan anting tetap dalam kondisi optimal.

5. Hindari Paparan Bahan Kimia

Jauhkan anting emas dari paparan bahan kimia seperti parfum, hairspray, lotion, atau produk kecantikan lainnya. Bahan kimia dalam produk-produk ini dapat bereaksi dengan logam campuran dalam emas dan menyebabkan perubahan warna atau kerusakan permukaan. Sebaiknya kenakan anting setelah Anda selesai menggunakan produk kecantikan dan pastikan produk tersebut sudah kering sepenuhnya. Jika anting terkena bahan kimia, segera bersihkan dengan air bersih dan keringkan dengan lembut. Dengan menghindari paparan bahan kimia, Anda dapat menjaga kilau dan warna emas tetap seperti baru dalam jangka waktu yang lama.

7. FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apakah semua anting emas harus memiliki stempel kadar?

Tidak semua anting emas memiliki stempel kadar, terutama anting dengan ukuran sangat kecil atau desain tertentu yang tidak memungkinkan untuk diberi stempel. Namun, anting emas dari produsen terpercaya biasanya dilengkapi dengan label atau sertifikat yang mencantumkan kadar emas meskipun tidak ada stempel fisik pada perhiasan. Jika membeli anting tanpa stempel, pastikan untuk meminta dokumentasi tertulis tentang kadar emas dan belilah dari toko yang terpercaya.

2. Berapa kadar emas yang ideal untuk anting?

Kadar emas ideal untuk anting bergantung pada preferensi pribadi dan kebutuhan. Emas 18 karat (75% emas murni) adalah pilihan populer karena menawarkan keseimbangan antara kemurnian, kekuatan, dan warna emas yang indah. Emas 14 karat (58,5% emas murni) lebih kuat dan tahan lama, cocok untuk penggunaan sehari-hari. Emas 22 karat atau 24 karat terlalu lunak untuk anting dan jarang digunakan karena mudah bengkok atau rusak.

3. Apakah anting emas bisa berkarat?

Emas murni tidak akan berkarat karena memiliki sifat anti korosif. Namun, anting emas dengan kadar rendah yang mengandung banyak logam campuran seperti tembaga atau perak dapat menunjukkan tanda-tanda oksidasi atau perubahan warna seiring waktu, terutama jika terpapar kelembaban atau bahan kimia. Jika anting emas Anda menunjukkan tanda-tanda karat atau perubahan warna yang signifikan, kemungkinan besar itu adalah emas dengan kadar sangat rendah atau bahkan emas palsu.

4. Bagaimana cara membedakan anting emas asli dan palsu tanpa merusaknya?

Cara paling aman untuk membedakan anting emas asli dan palsu tanpa merusak adalah dengan menggunakan uji magnet, pemeriksaan visual terhadap stempel dan warna, serta membawa anting ke toko perhiasan profesional yang memiliki alat pengujian non-destruktif seperti karatimeter atau XRF analyzer. Metode-metode ini dapat memberikan informasi akurat tentang keaslian emas tanpa meninggalkan goresan atau kerusakan pada perhiasan Anda.

5. Apakah anting emas putih berbeda dengan anting emas kuning dalam hal keaslian?

Anting emas putih dan emas kuning sama-sama dapat berupa emas asli, perbedaannya terletak pada logam campuran yang digunakan. Emas putih adalah emas kuning yang dicampur dengan logam putih seperti paladium, nikel, atau perak, kemudian dilapisi dengan rhodium untuk memberikan warna putih mengkilap. Cara membedakan anting emas putih asli dan palsu sama dengan emas kuning, yaitu dengan memeriksa stempel kadar, melakukan uji magnet, dan pengujian profesional. Emas putih asli akan memiliki stempel kadar yang sama seperti emas kuning.

6. Berapa lama anting emas asli dapat bertahan?

Anting emas asli dapat bertahan selamanya jika dirawat dengan baik karena emas adalah logam yang sangat stabil dan tidak mengalami degradasi. Namun, komponen non-emas seperti pengait atau tatahan batu mungkin perlu diperbaiki atau diganti seiring waktu karena aus. Dengan perawatan yang tepat, pembersihan berkala, dan penyimpanan yang benar, anting emas dapat diwariskan dari generasi ke generasi sambil tetap mempertahankan nilai dan keindahannya.

7. Apakah harga anting emas selalu mengikuti harga emas batangan?

Harga anting emas tidak selalu sama dengan harga emas batangan per gram karena ada biaya tambahan untuk desain, pembuatan, dan keuntungan toko. Anting emas biasanya dijual dengan harga yang lebih tinggi per gram dibandingkan emas batangan karena melibatkan proses pengerjaan yang lebih kompleks. Namun, harga dasar emas dalam anting tetap mengikuti harga emas dunia. Saat menjual kembali anting emas, biasanya hanya nilai emas murninya yang dihitung, sehingga harga jual kembali mungkin lebih rendah dari harga beli awal.

(kpl/fds)

Topik Terkait