Cara Membuat Lubang Biopori di Halaman Rumah untuk Membantu Penyerapan Air Hujan

Kapanlagi.com - Air hujan yang turun deras terkadang membuat halaman rumah tergenang, terutama jika tanah tidak mampu menyerap air dengan baik. Kondisi ini perlu diperhatikan karena genangan yang dibiarkan bisa mengganggu kenyamanan penghuni rumah dan meningkatkan risiko banjir di lingkungan sekitar.

Salah satu cara sederhana untuk membantu mengatasi masalah tersebut adalah dengan membuat lubang biopori. Metode ini memanfaatkan lubang vertikal di dalam tanah sebagai jalur masuk air hujan sekaligus membantu menjaga ketersediaan cadangan air di dalam tanah.

Menariknya, pembuatan lubang biopori tidak membutuhkan lahan yang luas maupun bahan yang rumit. Kamu bahkan bisa memanfaatkan sampah organik dari dapur dan dedaunan kering untuk mengisi lubang tersebut.

Cara Membuat Infused Water yang Mudah, Berkhasiat untuk Kesehatan dan Kecantikan

Advertisement

1. Mengenal Lubang Biopori dan Manfaatnya

Lubang resapan biopori merupakan metode sederhana untuk meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air hujan. Teknik ini dicetuskan oleh Dr. Kamir R. Brata, ahli ilmu tanah sekaligus mantan dosen Fakultas Pertanian IPB University yang pensiun pada 2014. Melansir laman Alumni IPB, ia mulai mengembangkan teknologi lubang resapan biopori (LRB) sejak 1976, tetapi baru disebarkan secara massal pada 2007.

Bentuknya berupa lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah. Lubang tersebut kemudian diisi sampah organik untuk memicu aktivitas organisme tanah, seperti cacing, rayap, dan semut, yang membantu membentuk rongga-rongga alami sebagai jalur peresapan air.

Selain membantu mengurangi genangan, lubang biopori juga memberikan sejumlah manfaat lain, di antaranya:

Cara Membuat Gorengan Renyah Tanpa Baking Soda, Trik Mudah untuk Camilan Sehat
  1. Meningkatkan penyerapan air hujan. Rongga-rongga yang terbentuk di dalam tanah membantu air meresap lebih mudah sehingga dapat mengurangi genangan dan risiko banjir. Proses ini juga mendukung peningkatan cadangan air bersih di dalam tanah.
  2. Membantu mengurangi risiko erosi dan longsor. Kemampuan tanah dalam menyerap air yang lebih baik dapat membantu mengurangi aliran air di permukaan yang berpotensi menyebabkan erosi.
  3. Mengolah sampah organik menjadi kompos. Sisa makanan, dedaunan, dan sampah organik lainnya yang dimasukkan ke dalam lubang akan mengalami proses pelapukan dengan bantuan organisme tanah. Hasilnya berupa kompos yang dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanah.
  4. Menjaga aktivitas organisme tanah. Keberadaan sampah organik di dalam lubang dapat menarik biota tanah untuk beraktivitas dan membentuk rongga-rongga alami. Rongga tersebut menjadi saluran yang membantu air meresap ke dalam tanah.

2. Cara Membuat Lubang Biopori di Halaman Rumah

Ilustrasi Lubang Biopori (Foto: AI Generated)

Membuat lubang biopori sebenarnya cukup mudah dan bisa dilakukan sendiri di halaman rumah. Mengacu laman resmi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, berikut langkah-langkah pembuatannya.

  1. Buat lubang silindris secara vertikal

    Langkah pertama adalah membuat lubang berbentuk silinder dengan posisi tegak lurus ke dalam tanah. Gunakan diameter sekitar 10 cm dengan kedalaman kurang lebih 100 cm.

    Jika dibuat pada tanah yang memiliki permukaan air tanah dangkal, kedalaman lubang dapat disesuaikan hingga melampaui muka air tanah. Sementara itu, jarak antara satu lubang dan lubang lainnya sebaiknya sekitar 50–100 cm agar penempatannya tidak terlalu berdekatan.

    Cara Membuat Es Kopyor Agar-Agar, Hidangan Segar dan Lezat untuk Menyambut Buka Puasa
  2. Perkuat bagian mulut lubang

    Setelah lubang selesai dibuat, bagian tepinya dapat diperkuat menggunakan semen. Buat lapisan semen dengan lebar sekitar 2–3 cm dan ketebalan 2 cm.

    Penguatan ini bertujuan menjaga bagian mulut lubang agar tidak mudah rusak atau mengalami longsoran tanah. Dengan begitu, lubang biopori dapat digunakan dan dirawat dalam jangka waktu lebih lama.

  3. Masukkan sampah organik ke dalam lubang

    Berikutnya, isi lubang biopori menggunakan sampah organik yang mudah terurai. Kamu bisa memanfaatkan sisa sampah dapur, potongan tanaman, maupun dedaunan kering yang tersedia di sekitar rumah.

    Sampah organik tersebut nantinya akan mengalami proses pelapukan dengan bantuan organisme tanah, seperti cacing dan rayap. Aktivitas biota tanah ini turut membantu membentuk rongga-rongga alami yang menjadi jalur peresapan air.

  4. Tambahkan sampah organik secara berkala

    Lubang biopori tidak cukup hanya diisi satu kali. Seiring berjalannya waktu, sampah organik di dalamnya akan menyusut karena mengalami proses pelapukan.

    Oleh karena itu, periksa kondisi lubang secara berkala dan tambahkan sampah organik ketika isinya mulai berkurang. Langkah ini membantu menjaga ketersediaan bahan organik untuk mendukung aktivitas organisme tanah.

  5. Ambil kompos yang sudah terbentuk

    Sampah organik yang mengalami pelapukan di dalam lubang biopori akan berubah menjadi kompos atau humus. Hasil penguraian ini dapat dimanfaatkan kembali untuk membantu menyuburkan tanah dan tanaman di halaman rumah.

    Kompos yang sudah terbentuk dapat diambil setiap akhir musim kemarau bersamaan dengan kegiatan pemeliharaan lubang. Setelah kompos dikeluarkan, lubang dapat kembali diisi dengan sampah organik agar fungsinya tetap berjalan.

3. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membuat Lubang Biopori di Halaman Rumah untuk Membantu Penyerapan Air Hujan

1. Berapa diameter lubang biopori yang ideal?

Berdasarkan panduan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, lubang biopori dibuat dengan diameter sekitar 10 cm. Kedalamannya kurang lebih 100 cm, sedangkan jarak antarlubang berkisar 50–100 cm.

2. Sampah apa saja yang bisa dimasukkan ke lubang biopori?

Cara Membuat Gorengan Renyah Tanpa Baking Soda, Trik Mudah untuk Camilan Sehat

Lubang biopori dapat diisi berbagai jenis sampah organik, seperti sisa sampah dapur, dedaunan kering, dan sisa tanaman. Bahan-bahan tersebut akan mengalami pelapukan secara alami dengan bantuan organisme tanah.

3. Kapan kompos dari lubang biopori bisa dipanen?

Kompos yang terbentuk di dalam lubang biopori dapat diambil setiap akhir musim kemarau. Pengambilan kompos ini bisa dilakukan bersamaan dengan kegiatan pemeliharaan lubang.

    (kpl/rmt)

 

Topik Terkait