Kapanlagi.com - QRIS menjadi salah satu metode pembayaran digital yang semakin populer karena memudahkan transaksi hanya dengan satu kode QR. Dengan QRIS, pelaku usaha dapat menerima pembayaran dari berbagai aplikasi dompet digital maupun mobile banking tanpa perlu menggunakan banyak kode berbeda.
Salah satu bank yang menyediakan layanan ini adalah Bank Rakyat Indonesia yang memungkinkan nasabah maupun pelaku usaha untuk membuat QRIS dengan proses yang cukup mudah. Lalu, bagaimana cara membuat QRIS BRI dengan benar agar bisa digunakan untuk transaksi? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut.
Advertisement
QRIS BRI menjadi solusi pembayaran digital yang semakin populer di kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Sistem pembayaran ini memungkinkan merchant menerima pembayaran dari berbagai platform e-wallet dan mobile banking dengan satu kode QR saja.
Bank BRI kini menawarkan program QRISUMI dengan fasilitas bebas biaya Merchant Discount Rate (MDR) sebesar 0% untuk transaksi di bawah Rp500.000. Program ini telah menunjukkan dampak positif dengan pertumbuhan pengguna BRI Merchant yang meningkat lebih dari 150 ribu pengguna dalam empat bulan terakhir.
Menurut buku QRIS dan Era Baru Transaksi Pembayaran 4.0 karya Ana Sriekaningsih (2020), QRIS adalah standar QR Code pembayaran untuk sistem pembayaran Indonesia yang dikembangkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Standarisasi ini bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat transaksi pembayaran digital dengan menggunakan kode QR yang standar di seluruh Indonesia.
QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia yang memungkinkan proses transaksi menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya. Sistem ini dirancang khusus untuk mendukung ekosistem pembayaran digital di Indonesia dengan standar yang seragam.
Kehadiran QRIS BRI memberikan berbagai manfaat signifikan bagi pelaku usaha. Pertama, transaksi menjadi lebih efektif dan efisien sehingga dapat memangkas waktu antrian di tempat usaha. Kedua, QRIS dapat diterima oleh seluruh e-wallet dari berbagai metode pembayaran dengan maksimal pembayaran Rp 2.000.000 per transaksi, memberikan fleksibilitas yang tinggi bagi pelanggan.
Ketiga, sistem ini membantu mitigasi risiko karena penyedia aplikasi pembayaran dapat menetapkan batas nominal kumulatif harian dan bulanan sesuai dengan profil risiko pengguna. Keempat, dengan memiliki QRIS BRI, pelaku usaha dapat menerima pembayaran dari berbagai platform seperti BRImo, GoPay, OVO, DANA, ShopeePay, dan aplikasi pembayaran digital lainnya.
Program QRIS BRI juga sejalan dengan visi Indonesia menuju cashless society, di mana transaksi pembayaran dilakukan sepenuhnya melalui sistem digital. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional tetapi juga mengurangi risiko penyimpanan uang tunai serta meningkatkan daya saing UMKM di era digital.
Untuk dapat membuat QRIS BRI, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon merchant. Persyaratan ini dibedakan berdasarkan jenis usaha, apakah perorangan atau badan usaha, serta status kepemilikan rekening BRI.
Persyaratan umum yang harus dipenuhi meliputi:
Untuk badan usaha atau perusahaan, persyaratan tambahan yang diperlukan antara lain Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Akta Pendirian perusahaan, dan kelengkapan dokumen usaha lainnya sesuai dengan jenis bisnis yang dijalankan.
Proses pembuatan QRIS BRI dapat dilakukan dengan mudah melalui aplikasi BRI Merchant yang tersedia di smartphone. Aplikasi ini mempermudah proses pendaftaran dan pengelolaan transaksi dengan fitur-fitur lengkap seperti laporan settlement dan QRIS Dinamis.
Untuk merchant baru yang belum pernah terdaftar, berikut langkah-langkah lengkapnya:
Selain melalui aplikasi mobile, cara membuat QRIS BRI juga dapat dilakukan melalui website resmi BRI. Metode ini cocok bagi merchant yang lebih nyaman menggunakan komputer atau laptop untuk proses pendaftaran.
Langkah-langkah pendaftaran melalui website adalah sebagai berikut:
Setelah pengajuan disetujui, merchant akan menerima QRIS resmi dari BRI yang dapat dicetak dan dipajang di tempat usaha atau disimpan secara digital untuk mulai menerima pembayaran dari berbagai platform pembayaran digital.
Setelah melakukan pendaftaran, baik melalui aplikasi maupun website, proses selanjutnya adalah verifikasi dan aktivasi QRIS BRI. Tahap ini merupakan bagian penting untuk memastikan keamanan dan keabsahan data merchant yang telah didaftarkan.
Proses verifikasi dimulai dengan pemeriksaan dokumen yang telah diupload oleh calon merchant. Tim BRI akan melakukan validasi terhadap keaslian KTP, keaktifan rekening BRI, dan kesesuaian data usaha dengan foto yang diberikan. Proses ini biasanya memakan waktu 1-3 hari kerja, tergantung pada kelengkapan dan kejelasan dokumen yang diserahkan.
Selama proses verifikasi, pihak BRI mungkin akan menghubungi calon merchant melalui nomor telepon yang terdaftar untuk konfirmasi data atau meminta dokumen tambahan jika diperlukan. Oleh karena itu, penting untuk memastikan nomor handphone yang didaftarkan selalu aktif dan dapat dihubungi.
Setelah verifikasi selesai dan disetujui, merchant akan menerima notifikasi melalui SMS atau email yang berisi informasi bahwa QRIS BRI telah siap digunakan. Merchant kemudian dapat mengakses kode QRIS melalui aplikasi BRI Merchant atau menerima file QRIS yang dapat dicetak. QRIS yang telah aktif dapat langsung digunakan untuk menerima pembayaran dari berbagai platform e-wallet dan mobile banking, dengan dana yang akan langsung masuk ke rekening BRI yang terdaftar.
Pendaftaran QRIS BRI gratis tanpa biaya administrasi. Namun, terdapat biaya MDR (Merchant Discount Rate) untuk setiap transaksi yang berhasil. Saat ini BRI menawarkan program MDR 0% untuk transaksi di bawah Rp500.000 melalui program QRISUMI.
Proses verifikasi dan aktivasi QRIS BRI biasanya memakan waktu 1-3 hari kerja setelah semua dokumen lengkap disubmit. Waktu ini dapat bervariasi tergantung pada kelengkapan dokumen dan volume aplikasi yang sedang diproses.
Ya, calon merchant wajib memiliki rekening tabungan BRI yang aktif sebagai syarat utama untuk membuat QRIS BRI. Rekening ini akan digunakan sebagai tujuan settlement dana dari transaksi QRIS.
QRIS BRI dapat menerima pembayaran dari berbagai platform seperti BRImo, GoPay, OVO, DANA, ShopeePay, LinkAja, dan aplikasi pembayaran digital lainnya yang mendukung standar QRIS Indonesia.
Batas maksimal transaksi QRIS BRI adalah Rp2.000.000 per transaksi. Penyedia aplikasi pembayaran juga dapat menetapkan batas nominal kumulatif harian dan bulanan sesuai dengan mitigasi risiko masing-masing pengguna.
Merchant dapat melihat laporan transaksi melalui aplikasi BRI Merchant yang menyediakan fitur laporan settlement lengkap. Laporan ini mencakup detail transaksi, jumlah, waktu, dan status settlement ke rekening BRI.
Jika mengalami masalah dengan QRIS BRI, merchant dapat menghubungi customer service BRI melalui call center 14017 atau mengunjungi kantor cabang BRI terdekat. Merchant juga dapat menggunakan fitur bantuan yang tersedia di aplikasi BRI Merchant.
(kpl/fds)