Kapanlagi.com - Memilih warna lipstik yang tepat merupakan langkah penting dalam menciptakan penampilan yang sempurna. Lipstik yang sesuai dapat membuat wajah terlihat lebih segar, cerah, dan harmonis. Tidak hanya itu, pemilihan warna yang tepat juga dapat meningkatkan kepercayaan diri dan menonjolkan keindahan alami wajah.
Banyak wanita memiliki koleksi lipstik dengan berbagai warna di makeup pouch mereka. Namun, tidak semua warna tersebut cocok untuk setiap kesempatan atau warna kulit. Cara memilih warna lipstik yang benar akan membantu kamu tampil maksimal tanpa terlihat pucat atau terlalu menor.
Pemilihan warna lipstik yang salah dapat membuat penampilan terkesan kusam atau tidak seimbang. Oleh karena itu, penting untuk memahami faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli atau mengaplikasikan lipstik. Mari kita pelajari cara memilih warna lipstik yang tepat untuk berbagai jenis kulit dan kesempatan.
Langkah pertama dalam cara memilih warna lipstik adalah mengenali warna kulit dengan baik. Warna kulit umumnya dibagi menjadi beberapa kategori yaitu fair (terang), light (cerah), medium (sedang), tan (kecokelatan), dan dark (gelap). Namun, mengetahui warna kulit saja tidak cukup, kamu juga perlu memahami undertone kulitmu.
Undertone adalah warna dasar di bawah permukaan kulit yang mempengaruhi bagaimana warna-warna tertentu terlihat pada kulitmu. Ada tiga jenis undertone utama yaitu cool (dingin), warm (hangat), dan neutral (netral). Untuk mengetahui undertone kulitmu, kamu bisa melakukan beberapa tes sederhana di rumah.
Cara pertama adalah dengan melihat pembuluh darah di pergelangan tangan di bawah cahaya alami. Jika pembuluh darah tampak biru atau ungu, maka kamu memiliki cool undertone. Jika tampak hijau atau olive, maka undertone kamu adalah warm. Sedangkan jika tampak campuran antara biru dan hijau atau tidak terlalu jelas, kamu memiliki neutral undertone.
Cara kedua adalah dengan tes pakaian putih dan krem. Kenakan baju putih murni dan krem, lalu perhatikan mana yang lebih cocok dengan kulit tubuhmu. Jika kulit terlihat lebih baik dengan putih murni, maka kamu memiliki cool undertone. Namun jika kulit terlihat lebih baik dengan krem atau off-white, maka undertone kamu adalah warm. Jika kulit cocok dengan keduanya, berarti kamu memiliki neutral undertone.
Setelah mengetahui warna kulit dan undertone, kini saatnya memilih warna lipstik yang sesuai. Untuk kulit fair atau terang, warna-warna lembut dan pastel biasanya paling cocok. Kamu bisa memilih soft pink untuk tampilan segar dan alami, peach untuk memberikan kehangatan, atau nude dengan nuansa pink untuk tampilan sehari-hari yang natural.
Bagi pemilik kulit medium atau sedang, ada banyak pilihan warna yang bisa dicoba. Warna mauve dapat memberikan dimensi dan kedalaman pada bibir, rose untuk tampilan romantis dan segar, berry untuk kesan elegan, serta copper atau bronze untuk sentuhan kehangatan dan glamor. Warna-warna ini akan membuat wajah terlihat lebih hidup dan menarik.
Kulit tan atau kecokelatan cocok dengan warna-warna yang lebih kaya dan berani. Deep coral dapat membuat wajah tampak cerah, warna merah memberikan kesan glamor dan klasik, warm peach untuk tampilan segar dan hangat, serta terracotta untuk kesan natural namun tetap berani. Warna-warna ini akan menonjolkan kehangatan alami kulit kecokelatan.
Untuk kulit gelap, warna-warna yang kaya dan dalam biasanya paling cocok. Warna plum memberikan kesan mewah dan dramatis, cokelat hangat menciptakan tampilan natural yang cantik, dan merah bold memberikan kesan kuat dan percaya diri. Pemilik kulit gelap memiliki keuntungan karena bisa memakai warna lipstik cerah maupun gelap dengan hasil yang memukau.
Cara memilih warna lipstik yang tepat juga harus mempertimbangkan undertone kulit. Untuk cool undertone, pilih lipstik dengan nuansa biru atau ungu seperti pink fuchsia, berry, dan wine. Warna-warna ini akan membuat kulit terlihat lebih cerah dan segar tanpa terkesan pucat.
Pemilik warm undertone sebaiknya memilih lipstik dengan nuansa oranye atau merah seperti coral, peach, dan brick red. Warna-warna hangat ini akan melengkapi kehangatan alami kulit dan membuat wajah terlihat lebih bersinar. Hindari warna-warna yang terlalu dingin karena dapat membuat kulit terlihat kusam.
Bagi yang memiliki neutral undertone, kamu beruntung karena bisa menggunakan berbagai warna dari cool hingga warm. Kamu bisa bereksperimen dengan berbagai warna tanpa khawatir terlihat tidak cocok. Namun, tetap perhatikan intensitas warna agar sesuai dengan kesempatan dan gaya makeup yang diinginkan.
Melansir dari Healthline, memilih warna makeup yang sesuai dengan undertone kulit dapat membuat perbedaan signifikan dalam penampilan keseluruhan. Warna yang tepat akan membuat kulit terlihat lebih sehat, cerah, dan natural, sementara warna yang salah dapat membuat kulit terlihat kusam atau tidak seimbang.
Selain warna, tekstur lipstik juga mempengaruhi hasil akhir penampilan. Lipstik matte memberikan warna pekat dan full coverage dengan hasil tahan lama untuk tampilan elegan dan sophisticated. Tekstur ini cocok untuk seluruh bibir dan dapat membuat bibir terlihat lebih tebal, namun tidak disarankan untuk bibir yang memiliki garis halus atau kerutan karena bisa membuat bibir terlihat kering.
Lipstik satin menawarkan coverage bagus dengan sedikit glossy untuk tampilan glamor yang nyaman dipakai. Tekstur ini cocok untuk bibir yang butuh kelembapan dan ingin tampil stand out. Lipstik satin dapat menutupi kekurangan pada bibir dengan halus, meskipun tidak seawet lip matte, namun mudah untuk di-reapply.
Lip gloss memberikan tampilan sangat berkilau yang membuat bibir terlihat plumpy dan lebih tebal dari aslinya. Tekstur ini cocok untuk bibir tipis yang ingin terlihat lebih berisi atau yang lebih suka tampilan glossy daripada berpigmen. Lip gloss lebih transparan dibanding jenis lipstik lain dan memberikan kesan menggoda dengan sensasi lembap pada bibir.
Lip balm berwarna memberikan bibir lembap dengan warna soft. Produk ini adalah bagian dari makeup dan skincare yang bisa melembapkan dan merawat bibir sambil memberikan sentuhan warna alami. Lip balm cocok untuk bibir yang sering terpapar cuaca dingin atau panas karena bibir tidak memiliki kelenjar minyak dan keringat sehingga mudah terasa kering.
Cara memilih warna lipstik juga harus disesuaikan dengan acara atau kegiatan. Untuk aktivitas sehari-hari atau ke kantor, pilih warna-warna natural dan lembut seperti nude, soft pink, atau peach. Warna-warna ini memberikan tampilan profesional namun tetap segar dan tidak berlebihan.
Untuk acara malam atau pesta, kamu bisa memilih warna-warna bold dan dramatis seperti merah terang, plum, atau berry. Warna-warna ini akan membuat kamu menjadi pusat perhatian dan terlihat lebih glamor. Pastikan untuk menyeimbangkan dengan makeup mata yang tidak terlalu heavy agar penampilan tetap harmonis.
Sebelum mengaplikasikan lipstik, pastikan bibir dalam kondisi baik. Gunakan lip scrub untuk mengangkat sel kulit mati dan aplikasikan lip balm untuk melembapkan. Bibir yang halus dan lembap akan membuat lipstik lebih mudah diaplikasikan dan hasilnya lebih sempurna. Gunakan lip liner untuk membentuk bibir dan mencegah lipstik bleber.
Jika ingin warna lipstik lebih tahan lama, aplikasikan lipstik lapis demi lapis dengan menepuk-nepuk menggunakan jari. Setelah lapisan pertama, tepuk dengan tisu lalu aplikasikan lagi. Teknik ini akan membuat warna lebih intens dan bertahan lebih lama. Untuk hasil ombre, aplikasikan warna lebih gelap di bagian luar bibir dan warna lebih terang di tengah.
Salah satu kesalahan umum adalah memilih warna nude yang terlalu pucat untuk kulit sawo matang atau gelap. Warna nude yang terlalu terang dapat membuat wajah terlihat kusam dan tidak segar. Sebaiknya pilih nude dengan sentuhan pink atau peach yang lebih hangat untuk meningkatkan keramahan kulit.
Kesalahan lain adalah menggunakan warna yang terlalu gelap untuk bibir tipis. Warna gelap cenderung membuat bibir terlihat lebih kecil, sehingga pemilik bibir tipis sebaiknya memilih warna-warna terang atau medium yang dapat memberikan ilusi bibir lebih penuh. Jika tetap ingin menggunakan warna gelap, kombinasikan dengan lip gloss di tengah bibir untuk efek plumping.
Banyak orang juga mengabaikan pentingnya tes warna sebelum membeli. Warna lipstik di kemasan atau di tangan bisa terlihat berbeda saat diaplikasikan di bibir. Jika memungkinkan, selalu tes warna lipstik langsung pada bibir atau setidaknya di punggung tangan untuk melihat kecocokan warna dengan kulit.
Menggunakan lipstik yang tidak sesuai dengan undertone juga merupakan kesalahan yang sering terjadi. Misalnya, pemilik cool undertone menggunakan lipstik dengan nuansa oranye yang hangat dapat membuat kulit terlihat tidak seimbang. Selalu pastikan warna lipstik memiliki undertone yang sama atau netral dengan kulitmu untuk hasil terbaik.
Kulit sawo matang cocok dengan berbagai warna lipstik seperti merah, pink, berry, mauve, cokelat terang, dan bahkan ungu muda. Hindari warna nude yang terlalu pucat karena dapat membuat wajah terlihat kusam. Pilih warna dengan intensitas medium hingga bold untuk menonjolkan kehangatan alami kulit sawo matang.
Ya, warna merah bisa cocok untuk semua warna kulit asalkan memilih shade yang tepat. Kulit cerah cocok dengan merah blue-based atau cherry red, kulit medium cocok dengan true red, kulit kecokelatan cocok dengan brick red atau merah dengan nuansa oranye, sedangkan kulit gelap cocok dengan merah tua atau wine red.
Kulit kuning langsat memiliki warm undertone sehingga cocok dengan warna-warna terang dan menyala seperti merah cerah, pink mauve, oranye bata, dan merah maroon. Hindari warna nude yang terlalu pucat karena akan membuat wajah terlihat pucat dan kusam. Pilih warna dengan nuansa hangat untuk melengkapi kehangatan alami kulit.
Lipstik matte cenderung membuat bibir terasa lebih kering karena formulanya menyerap kelembapan. Jika memiliki bibir kering, sebaiknya gunakan lip balm terlebih dahulu sebelum aplikasi lipstik matte, atau pilih formula matte yang mengandung bahan pelembap seperti ceramide, argan oil, atau vitamin E. Alternatif lain adalah menggunakan lipstik satin atau cream yang lebih melembapkan.
Untuk membuat lipstik lebih tahan lama, mulai dengan mengeksfoliasi bibir dan aplikasikan lip balm. Setelah lip balm meresap, gunakan lip primer atau bedak tipis pada bibir. Aplikasikan lip liner di seluruh permukaan bibir sebagai base, lalu aplikasikan lipstik lapis demi lapis dengan menepuk menggunakan tisu di antara lapisan. Teknik ini akan membuat warna lebih intens dan bertahan lebih lama.
Undertone kulit umumnya tidak berubah sepanjang hidup karena ditentukan oleh genetik. Yang bisa berubah adalah warna kulit permukaan akibat paparan sinar matahari, perubahan hormon, atau kondisi kesehatan. Meskipun kulit menjadi lebih gelap atau terang, undertone tetap sama. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui undertone kulitmu agar bisa memilih warna lipstik yang tepat dalam jangka panjang.
Untuk acara formal, pilih warna lipstik yang elegan dan tidak terlalu mencolok seperti merah klasik, berry, plum, atau mauve. Hindari warna-warna terlalu terang atau neon yang terkesan kasual. Pilih tekstur matte atau satin untuk tampilan lebih sophisticated. Pastikan warna lipstik seimbang dengan makeup keseluruhan dan sesuai dengan dress code acara.