Kapanlagi.com - Kacang bambara atau kacang Bogor merupakan tanaman pangan yang menarik untuk dibudidayakan di kebun rumah. Tanaman bernama ilmiah Vigna subterranea ini menghasilkan polong berisi biji yang tumbuh di dalam tanah, mirip dengan kacang tanah. Selain dapat diolah menjadi camilan, kacang bambara juga mengandung protein dan karbohidrat sehingga berpotensi menjadi sumber pangan keluarga. Cara menanam kacang bambara di kebun rumah menjadi topik yang menarikuntuk dibahas
Salah satu keunggulan kacang bambara adalah kemampuannya tumbuh di tanah dengan tingkat kesuburan relatif rendah serta toleran terhadap kondisi kering setelah tanaman berkembang. Karakter tersebut membuatnya menarik untuk dicoba di pekarangan, terutama jika tersedia area terbuka yang mendapatkan sinar matahari cukup. Meski demikian, kondisi tanah, ketersediaan air, dan varietas benih tetap memengaruhi pertumbuhan serta hasil panen.
Memahami cara menanam kacang bambara di kebun rumah dapat membantu pemula mengelola tanaman ini secara bertahap, mulai dari menyiapkan media tanam hingga memanen polongnya. Kunci keberhasilannya terletak pada tanah yang gembur, drainase yang baik, penyiraman sesuai kebutuhan, serta pemeliharaan tanpa merusak bagian tanaman yang sedang membentuk polong di bawah permukaan tanah.
Advertisement
Kacang bambara berasal dari Afrika dan telah dibudidayakan di berbagai wilayah tropis, termasuk Indonesia. Tanaman ini termasuk kelompok legum atau kacang-kacangan yang memiliki kemampuan membentuk bintil akar untuk membantu fiksasi nitrogen melalui hubungan dengan bakteri yang sesuai. Karena itu, kacang bambara berpotensi menjadi bagian dari sistem kebun pangan yang lebih beragam.
Menurut profil tanaman yang diterbitkan University of Wisconsin–Madison melalui Crops and Soils Extension, kacang bambara merupakan tanaman semusim yang relatif toleran terhadap kekeringan. Setelah bunga mengalami penyerbukan dan pembuahan, bagian tangkai tertentu memanjang menuju tanah dan membantu membawa bakal polong ke bawah permukaan. Polong kemudian berkembang di dalam tanah hingga matang.
Tanaman ini umumnya membutuhkan waktu sekitar tiga hingga lima bulan untuk mencapai kematangan, meskipun durasinya dapat berbeda menurut varietas dan kondisi lingkungan. Oleh sebab itu, pekebun rumahan perlu menyiapkan area tanam yang tidak sering terganggu selama masa pertumbuhan.
Langkah pertama dalam cara menanam kacang bambara di kebun rumah adalah memilih benih yang sehat dan memiliki daya tumbuh baik. Gunakan benih yang berasal dari tanaman produktif atau pemasok benih yang dapat menjelaskan asal dan varietasnya.
Buku Petunjuk Teknis Teknologi Produksi Benih Kacang Bambara yang disusun Endah Sri Redjeki dari Bambara Groundnut Research Centre, Universitas Muhammadiyah Gresik, menjelaskan bahwa benih yang baik memiliki ukuran relatif seragam, bentuk utuh, kulit biji mulus, serta warna yang sesuai dengan karakter varietasnya. Benih yang keriput, berlubang, berjamur, atau menunjukkan kerusakan sebaiknya tidak digunakan.
Perhatikan pula umur simpan benih. Benih yang disimpan terlalu lama dapat mengalami penurunan viabilitas sehingga tidak semuanya mampu berkecambah. Jika memungkinkan, pilih benih yang relatif baru dan disimpan dalam kondisi kering.
Sebelum ditanam, benih dapat direndam dalam air bersih selama beberapa jam atau semalaman untuk membantu proses penyerapan air. Buang benih yang tampak rusak. Perendaman bukan jaminan benih akan tumbuh, sehingga kondisi awal benih tetap menjadi faktor penting.
Hindari meniru penggunaan bahan kimia perlakuan benih dari panduan pertanian skala luas tanpa memahami izin, dosis, dan petunjuk keselamatannya. Untuk kebun rumah, benih sehat, media tanam bersih, dan pengelolaan kelembapan yang baik merupakan langkah awal yang lebih praktis.
Kacang bambara membutuhkan tempat yang hangat dan memperoleh sinar matahari cukup. Pilih bagian kebun yang mendapatkan sekitar enam jam atau lebih sinar matahari langsung setiap hari. Area yang terlalu teduh dapat menghambat pertumbuhan dan pembentukan polong.
Menurut panduan produksi kacang bambara dari Department of Agriculture, Forestry and Fisheries Afrika Selatan tahun 2016, tanaman ini dapat tumbuh pada tanah berpasir hingga lempung berpasir yang memiliki drainase baik. Panduan tersebut menyebutkan kisaran pH tanah yang sesuai sekitar 5,0–6,5. Untuk kebun rumah, tanah yang gembur, tidak mudah memadat, dan tidak tergenang lebih penting daripada mengejar angka pH tertentu tanpa pengukuran.
Jika tanah pekarangan berupa tanah liat berat, campurkan bahan organik matang dan perbaiki drainase. Jangan menambahkan pasir secara sembarangan dalam jumlah sedikit ke tanah liat karena campuran tersebut belum tentu memperbaiki strukturnya. Pada area yang sering tergenang, buat bedengan atau gunakan wadah tanam dengan lubang pembuangan air.
Untuk penanaman di lahan, gemburkan tanah sedalam kurang lebih 20–30 cm agar akar dapat berkembang dan polong lebih mudah terbentuk. Bersihkan batu besar, sisa akar, dan gulma yang berpotensi mengganggu pertumbuhan.
Tambahkan kompos matang atau pupuk kandang yang sudah terurai secukupnya, lalu campurkan merata. Panduan produksi benih dari Universitas Muhammadiyah Gresik mencantumkan pemakaian pupuk kandang pada budidaya lahan skala luas. Namun, kebun rumah tidak perlu mengikuti dosis per hektare secara langsung. Gunakan bahan organik secara proporsional dan hindari pupuk kandang yang masih segar.
Setelah media tanam siap, buat lubang tanam sedalam sekitar 3–5 cm. Kedalaman tersebut dapat disesuaikan dengan tekstur tanah: tanah yang lebih berat dan lembap memerlukan penanaman lebih dangkal daripada tanah berpasir yang cepat mengering.
Sebagai acuan, buku teknis Universitas Muhammadiyah Gresik menggunakan jarak 40 cm antarbaris dan 25 cm dalam baris, dengan satu hingga dua benih per lubang. Sementara itu, panduan Afrika Selatan mencantumkan jarak tanam berbeda sesuai sistem budidaya dan kondisi tanah. Perbedaan ini menunjukkan bahwa jarak tanam tidak harus seragam untuk semua varietas dan lingkungan.
Untuk kebun rumah, jarak sekitar 25–40 cm antartanaman dapat dijadikan titik awal, dengan ruang antarbaris yang cukup untuk penyiangan dan pemeriksaan tanaman. Jika menggunakan pot atau wadah, pilih wadah yang cukup lebar dan dalam, memiliki lubang drainase, serta menyediakan ruang bagi akar dan polong. Hindari wadah yang terlalu dangkal karena polong berkembang di bawah tanah.
Masukkan satu atau dua benih ke setiap lubang, kemudian tutup dengan tanah gembur tanpa memadatkannya berlebihan. Siram perlahan sampai tanah lembap, tetapi tidak becek. Pasang penanda tanggal tanam agar perkembangan tanaman lebih mudah dipantau.
Kacang bambara dikenal toleran terhadap kekeringan, tetapi bukan berarti tanaman tidak membutuhkan air. Air sangat penting selama perkecambahan, pertumbuhan awal, pembungaan, dan pembentukan polong.
Pada tahap awal, jaga media tetap lembap. Periksa tanah dengan menyentuh bagian permukaannya dan melihat kelembapan beberapa sentimeter di bawahnya. Jika mulai mengering, lakukan penyiraman secara merata. Sebaliknya, tunda penyiraman ketika tanah masih basah.
Saat tanaman sudah tumbuh kuat, frekuensi penyiraman dapat dikurangi sesuai cuaca. Pada musim hujan, pastikan air dapat segera mengalir keluar. Tanah yang terus-menerus jenuh air dapat mengganggu pernapasan akar dan meningkatkan risiko pembusukan.
Petunjuk teknis Universitas Muhammadiyah Gresik menekankan pentingnya menyesuaikan penyiraman dengan kondisi lahan. Angka kebutuhan air yang dicantumkan untuk budidaya tertentu tidak perlu diterapkan secara kaku pada pot atau kebun rumah karena ukuran tanaman, jenis tanah, dan cuaca dapat berbeda.
Ketika tanaman mendekati kematangan, hindari penyiraman berlebihan. Kondisi terlalu basah menjelang panen dapat meningkatkan risiko kerusakan polong di dalam tanah.
Gulma bersaing dengan kacang bambara dalam memperoleh air, cahaya, dan unsur hara. Karena itu, singkirkan rumput liar sejak tanaman masih muda.
Penyiangan pertama dapat dilakukan sekitar dua minggu setelah tanam, lalu diulangi sesuai kebutuhan. Cabut gulma dengan tangan atau gunakan alat berkebun kecil. Lakukan secara hati-hati agar akar, batang, dan bagian tanaman yang berada dekat permukaan tanah tidak terluka.
Penyiangan menjadi semakin penting ketika tanaman mulai berbunga. Berdasarkan buku teknis produksi benih kacang bambara dari Universitas Muhammadiyah Gresik, pembungaan dapat dimulai sekitar 32 hari setelah tanam, bergantung pada galur. Panduan Afrika Selatan menyebutkan bahwa pembungaan umumnya mulai sekitar 30–35 hari setelah penanaman.
Setelah memasuki fase tersebut, kurangi pengolahan tanah yang agresif di sekitar tanaman. Bunga dan tangkai yang berkembang menjadi bagian pembawa bakal polong perlu dijaga agar tidak patah akibat penyiangan yang kasar.
Salah satu hal yang membedakan kacang bambara dari beberapa tanaman pangan lain adalah polongnya yang berkembang di bawah permukaan tanah. Setelah pembuahan, tangkai bunga memanjang menuju tanah dan membawa bakal polong ke dalam media tanam.
Karena itu, tanah di sekitar tanaman harus tetap gembur. Ketika tanaman mulai membentuk polong, lakukan pembumbunan ringan dengan menambahkan tanah gembur di sekitar pangkal tanaman. Tujuannya membantu perkembangan polong dan menjaga bagian tersebut tetap tertutup tanah.
Buku Petunjuk Teknis Teknologi Produksi Benih Kacang Bambara menjelaskan bahwa pembumbunan dilakukan ketika tanaman mulai membentuk polong, sekitar 45 hari setelah tanam pada kondisi yang dijelaskan dalam panduan tersebut. Waktu sebenarnya dapat berbeda menurut varietas dan lingkungan.
Saat membumbun, jangan menimbun seluruh daun atau menekan tanah terlalu kuat. Hindari pula menggali terlalu dalam karena tindakan tersebut berisiko merusak akar dan polong muda.
Kacang bambara tetap dapat terserang hama dan penyakit meskipun relatif tahan terhadap kondisi kering. Beberapa gangguan yang disebut dalam panduan teknis Universitas Muhammadiyah Gresik dan panduan Afrika Selatan meliputi tikus, serangga pengisap, ulat atau larva yang merusak akar, bercak daun, embun tepung, serta layu akibat Fusarium.
Periksa daun secara rutin. Bintik cokelat kemerahan, lapisan putih menyerupai tepung, daun menguning, atau tanaman yang tiba-tiba layu dapat menjadi tanda gangguan. Perhatikan pula lubang pada daun, kerusakan pangkal tanaman, dan bekas aktivitas hewan di sekitar bedengan.
Langkah pencegahan yang dapat dilakukan di kebun rumah antara lain menjaga kebersihan area tanam, menggunakan benih sehat, tidak membiarkan air menggenang, serta melakukan rotasi tanaman. Hindari menanam kacang bambara terus-menerus di lokasi yang sama apabila sebelumnya terdapat masalah penyakit tular tanah.
Jika menemukan tanaman yang sakit parah, pisahkan atau buang bagian yang terinfeksi dengan cara yang sesuai agar gangguan tidak menyebar. Jangan langsung menggunakan pestisida tanpa mengenali penyebabnya. Utamakan pengendalian mekanis dan mintalah saran petugas pertanian setempat apabila serangan sulit ditangani.
Kacang bambara umumnya membutuhkan waktu sekitar 110–150 hari untuk mencapai kematangan, menurut panduan produksi Department of Agriculture, Forestry and Fisheries Afrika Selatan. Rentang tersebut merupakan acuan, bukan jaminan bahwa semua tanaman di kebun rumah akan siap dipanen pada umur yang sama.
Tanda tanaman mendekati panen antara lain daun mulai menguning, mengering, atau layu secara alami. Polong yang matang biasanya terasa lebih keras dan telah berkembang penuh. Pemeriksaan satu tanaman dapat membantu memastikan apakah sebagian besar polong sudah siap dipanen.
Lakukan panen dengan menggemburkan tanah di sekitar pangkal tanaman menggunakan garpu kebun kecil atau alat serupa. Angkat tanaman perlahan agar polong tidak tertinggal atau terlepas di dalam tanah. Setelah itu, kumpulkan polong dan bersihkan tanah yang menempel.
Jangan menarik tanaman secara kasar karena sebagian polong dapat tertinggal atau terputus. Jika tanah terlalu basah, tunggu hingga kondisinya lebih memungkinkan untuk dipanen, selama tidak menyebabkan keterlambatan yang berisiko merusak polong.
Setelah panen, pisahkan polong yang rusak atau menunjukkan tanda pembusukan.
Kacang bambara umumnya dapat dipanen sekitar 110–150 hari setelah tanam. Namun, waktu panen dipengaruhi varietas, cuaca, dan kondisi pertumbuhan. Daun yang mulai menguning dan polong yang mengeras dapat menjadi petunjuk kematangan.
Bisa. Pilih pot atau wadah yang cukup dalam dan lebar, dilengkapi lubang drainase, serta diisi tanah gembur. Berikan jarak yang memadai agar tanaman memiliki ruang untuk tumbuh dan polong dapat berkembang di dalam media.
Kacang bambara relatif toleran terhadap kekeringan, tetapi tetap memerlukan air yang cukup selama perkecambahan dan pertumbuhan. Penyiraman perlu disesuaikan dengan kelembapan tanah dan kondisi cuaca.
Keduanya menghasilkan polong di dalam tanah, tetapi merupakan spesies yang berbeda. Kacang bambara memiliki nama ilmiah Vigna subterranea, sedangkan kacang tanah adalah Arachis hypogaea. Kacang bambara juga dikenal dengan sebutan kacang Bogor di Indonesia.
Keringkan polong hingga tuntas sebelum disimpan. Gunakan wadah bersih dan kering, lalu letakkan di tempat sejuk yang terlindung dari kelembapan. Periksa secara berkala dan pisahkan biji atau polong yang menunjukkan tanda kerusakan.
Sumber Rujukan
Redjeki, Endah Sri. 2017. Petunjuk Teknis Teknologi Produksi Benih Kacang Bambara. Bambara Groundnut Research Centre, Universitas Muhammadiyah Gresik.
Department of Agriculture, Forestry and Fisheries, Republic of South Africa. 2016. Bambara Groundnuts (Vigna subterranea): Production Guideline.
University of Wisconsin–Madison, Crops and Soils Extension. Bambara Groundnut: Crop Profile.
Nusantara Food Biodiversity. Kacang Bogor (Vigna subterranea), informasi dasar, ekologi, gizi, konsumsi, dan penyimpanan.
(kpl/yni)