Kapanlagi.com - Cara mengembalikan warna sprei putih yang menguning ternyata tidak selalu harus menggunakan pemutih berbahan klorin. Banyak orang mengira noda kekuningan hanya bisa dihilangkan dengan cairan pemutih, padahal cara tersebut justru berisiko membuat serat kain cepat rusak jika digunakan terlalu sering.
Sprei putih memang memberikan kesan bersih, rapi, dan mewah pada kamar tidur. Namun, seiring waktu warnanya dapat berubah menjadi kusam akibat keringat, minyak alami tubuh, sisa deterjen, hingga kandungan mineral pada air yang digunakan saat mencuci.
Kabar baiknya, beberapa bahan sederhana seperti baking soda, cuka putih, hingga oxygen bleach terbukti efektif membantu mengembalikan warna putih sprei. Berbagai metode ini juga direkomendasikan oleh sejumlah laman perawatan rumah sehingga lebih aman untuk digunakan secara rutin, Rabu (5/8/2026).
Advertisement
Sebelum mengetahui cara mengembalikan warna sprei putih yang menguning, penting memahami penyebabnya terlebih dahulu. Menurut Southern Living, warna kuning pada sprei umumnya berasal dari minyak tubuh dan keringat yang teroksidasi setelah lama menempel di kain. Lama-kelamaan, noda tersebut semakin sulit dibersihkan sehingga sprei tampak kusam.
Laman The Spruce juga menjelaskan bahwa residu deterjen dan pelembut pakaian yang tidak terbilas sempurna dapat menjebak kotoran pada serat kain. Akibatnya, permukaan sprei berubah menjadi kekuningan atau keabu-abuan.
Selain itu, air sadah yang mengandung mineral tinggi juga dapat mengurangi efektivitas deterjen. Mineral tersebut bereaksi dengan sabun sehingga membentuk lapisan tipis yang membuat kotoran semakin mudah menempel.
Tidak hanya itu, penggunaan pemutih klorin secara berlebihan juga bisa menjadi penyebab sprei menguning. Klorin dapat bereaksi dengan minyak tubuh sehingga memunculkan noda kuning yang justru semakin sulit dihilangkan.
Salah satu metode paling banyak direkomendasikan oleh Southern Living adalah memanfaatkan baking soda dan cuka putih. Kedua bahan ini bekerja dengan cara berbeda sehingga penggunaannya harus dipisahkan, bukan dicampur secara langsung.
Baking soda membantu mengangkat minyak, bau, dan sisa kotoran yang menempel pada serat kain sekaligus meningkatkan kemampuan deterjen dalam membersihkan noda. Sementara itu, cuka putih berfungsi meluruhkan residu deterjen sekaligus membantu melunakkan air sehingga proses pencucian menjadi lebih efektif.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
Menurut Southern Living, metode ini efektif membantu mengangkat penumpukan minyak tubuh, keringat, dan sisa deterjen yang menjadi penyebab utama sprei menguning.
Jika warna kuning sudah cukup pekat, cara mengembalikan warna sprei putih yang menguning berikutnya adalah menggunakan oxygen bleach atau pemutih berbahan oksigen.
Berbeda dengan pemutih klorin, oxygen bleach lebih aman digunakan pada sebagian besar kain berwarna putih karena bekerja melepaskan noda tanpa merusak serat.
Berdasarkan panduan The Spruce, langkahnya meliputi:
Apabila hasilnya belum maksimal, proses perendaman dapat diulangi menggunakan larutan baru.
The Spruce mengingatkan agar tidak mencampurkan berbagai bahan pemutih dalam satu kali proses pencucian.
Misalnya, jangan mencampur oxygen bleach dengan klorin ataupun bahan kimia lainnya karena berpotensi menghasilkan reaksi berbahaya. Hal serupa berlaku untuk baking soda dan cuka. Walaupun keduanya sama-sama efektif, keduanya sebaiknya digunakan pada tahap yang berbeda agar masing-masing tetap bekerja secara optimal.
Menurut Sleep Foundation, suhu air hangat sekitar 54 derajat Celsius cukup efektif membantu membersihkan tungau debu, minyak tubuh, dan berbagai alergen yang menempel pada sprei.
Meski demikian, suhu air tetap harus disesuaikan dengan label perawatan kain. Sprei berbahan katun, misalnya, bisa mengalami penyusutan apabila dicuci menggunakan air yang terlalu panas secara terus-menerus.
Karena itu, selalu baca petunjuk pencucian sebelum mulai mencuci sprei putih.
Selain membantu mengeringkan, sinar matahari juga berperan sebagai pemutih alami.
The Spruce menjelaskan bahwa sinar ultraviolet mampu membantu mengembalikan kecerahan kain putih. Hal serupa juga disampaikan Sleep Foundation yang menyarankan menjemur sprei selama satu hingga dua jam di bawah sinar matahari agar warna putih kembali lebih cerah sekaligus mengurangi bau apek.
Namun, jangan menjemur terlalu lama karena paparan panas berlebih dapat mempercepat kerusakan serat kain.
Setelah mengetahui cara mengembalikan warna sprei putih yang menguning, langkah berikutnya adalah mencegah warna kuning muncul kembali.
Beberapa kebiasaan sederhana yang direkomendasikan Southern Living, The Spruce, dan Sleep Foundation antara lain:
Perawatan rutin jauh lebih mudah dibandingkan menghilangkan noda yang telah mengendap selama berbulan-bulan.
Meski telah dirawat dengan baik, sprei memiliki usia pakai. Sleep Foundation menyebutkan bahwa sprei yang digunakan secara rutin umumnya mulai menunjukkan tanda-tanda aus setelah dua hingga tiga tahun.
Apabila kain mulai menipis, muncul banyak bulu halus (pilling), robek, atau warna kusam tidak lagi dapat dipulihkan meski sudah dicuci dengan benar, mengganti sprei menjadi pilihan terbaik demi menjaga kenyamanan dan kebersihan tempat tidur.
Idealnya seminggu sekali. Jika cuaca sangat panas, sering berkeringat, atau tidur bersama hewan peliharaan, frekuensinya dapat ditingkatkan menjadi dua kali seminggu.
Tidak. Pemutih klorin dapat menyebabkan kain sintetis menguning dan mempercepat kerusakan serat jika digunakan terlalu sering.
Penyebabnya bisa berasal dari penumpukan minyak tubuh, residu deterjen, air sadah, atau penggunaan deterjen yang berlebihan sehingga bilasan tidak bersih.
Tidak dianjurkan. Baking soda dan cuka sebaiknya digunakan pada tahap yang berbeda agar masing-masing tetap bekerja efektif membersihkan noda.
5. Apakah menjemur di bawah matahari bisa membantu memutihkan sprei?
Ya. Paparan sinar ultraviolet dalam durasi yang wajar dapat membantu mengembalikan kecerahan alami kain putih sekaligus mengurangi bau lembap.
Sumber Rujukan
(kpl/yni)