Kapanlagi.com - Memahami cara menghitung bunga pinjaman menjadi keterampilan penting sebelum mengajukan kredit. Banyak orang terjebak dalam cicilan yang membengkak karena tidak memahami perhitungan bunga dengan benar.
Bunga pinjaman adalah biaya tambahan yang harus dibayarkan di luar pokok pinjaman kepada pemberi pinjaman. Besaran bunga ini sangat menentukan total cicilan yang harus dibayar setiap bulan.
Melansir dari Otoritas Jasa Keuangan, suku bunga bank dapat dipahami menjadi dua arti yaitu balas jasa yang bank berikan kepada nasabah karena membeli, menjual, atau menggunakan produk bank, serta harga yang dibayarkan nasabah kepada bank karena menggunakan fasilitas pinjaman. Dengan menguasai cara menghitung bunga pinjaman, Anda dapat memilih produk kredit yang paling sesuai dengan kemampuan finansial.
Sebelum mempelajari cara menghitung bunga pinjaman, penting untuk memahami apa itu bunga pinjaman terlebih dahulu. Bunga pinjaman adalah kompensasi atau balas jasa yang diberikan peminjam kepada pemberi pinjaman atas dana yang dipinjamkan. Besarnya bunga ditentukan berdasarkan persentase dari jumlah pokok pinjaman.
Dalam praktiknya, bunga pinjaman tidak hanya berlaku pada pinjaman pribadi atau kredit kendaraan, tetapi juga pada berbagai produk pembiayaan lainnya seperti KPR, kredit usaha, hingga pinjaman online. Mengetahui besaran bunga pinjaman menjadi langkah awal yang krusial sebelum mengambil penawaran dari lembaga keuangan mana pun.
Menurut OJK, Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) digunakan sebagai dasar penetapan suku bunga kredit yang akan dikenakan oleh bank kepada nasabah, namun SBDK belum memperhitungkan komponen estimasi premi risiko sehingga besarnya suku bunga kredit yang dikenakan kepada debitur belum tentu sama dengan SBDK. Oleh karena itu, memahami cara menghitung bunga pinjaman dengan tepat akan membantu Anda memperkirakan total biaya yang harus dibayarkan.
Secara umum, bunga pinjaman dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan metode perhitungannya. Setiap jenis memiliki karakteristik dan cara perhitungan yang berbeda, sehingga akan menghasilkan total pembayaran yang berbeda pula meskipun dengan pokok pinjaman yang sama.
Untuk dapat menguasai cara menghitung bunga pinjaman dengan baik, Anda perlu mengenal berbagai jenis bunga yang umum digunakan oleh lembaga keuangan. Berikut adalah jenis-jenis bunga pinjaman yang perlu dipahami:
Bunga tetap adalah jenis suku bunga yang nilainya tidak berubah sejak awal perjanjian hingga masa tenor berakhir. Dengan sistem ini, cicilan yang dibayarkan setiap bulan akan selalu sama jumlahnya, sehingga memudahkan perencanaan keuangan. Bunga tetap biasanya digunakan untuk kredit rumah bersubsidi atau kredit kendaraan bermotor dengan jangka waktu tertentu.
Berbeda dengan bunga tetap, bunga mengambang memiliki nilai yang dapat berubah-ubah mengikuti kondisi suku bunga di pasaran. Jika suku bunga acuan Bank Indonesia naik, maka bunga pinjaman juga akan ikut naik, begitu pula sebaliknya. Jenis bunga ini sering diterapkan pada KPR dalam periode tertentu, misalnya setelah masa bunga tetap berakhir.
Bunga flat adalah sistem perhitungan bunga yang mengacu pada jumlah pokok pinjaman awal untuk setiap periode cicilan. Cara menghitung bunga pinjaman dengan metode flat tergolong paling sederhana karena bunga dihitung dari total pinjaman awal tanpa mempertimbangkan sisa pinjaman yang sudah dibayar. Metode ini biasanya digunakan untuk kredit jangka pendek seperti kredit elektronik, motor, atau Kredit Tanpa Agunan (KTA).
Bunga efektif dihitung berdasarkan sisa pokok pinjaman yang belum dibayarkan. Dengan kata lain, semakin kecil sisa pokok pinjaman, maka semakin kecil pula bunga yang harus dibayar. Metode ini dianggap lebih adil bagi peminjam karena bunga yang dibayarkan akan terus menurun seiring berjalannya waktu. Bunga efektif umumnya diterapkan pada kredit jangka panjang seperti KPR atau kredit investasi.
Bunga anuitas adalah metode yang menentukan jumlah angsuran pokok ditambah angsuran bunga agar total cicilan yang dibayar sama setiap bulan. Pada awal periode, porsi bunga lebih besar dibandingkan angsuran pokok. Namun seiring berjalannya waktu, porsi angsuran pokok akan semakin besar sementara porsi bunga semakin kecil. Metode ini sering digunakan untuk pinjaman jangka panjang seperti KPR dan kredit investasi.
Metode bunga flat merupakan cara menghitung bunga pinjaman yang paling mudah dipahami. Pada sistem ini, bunga dihitung dari pokok pinjaman awal dan dibagi rata ke seluruh tenor pinjaman. Berikut adalah rumus dan contoh perhitungannya:
Rumus Bunga Flat:
Bunga per bulan = (Pokok Pinjaman x Suku Bunga x Tenor Kredit) / Jumlah Bulan dalam Tenor Kredit
Contoh Perhitungan:
Misalnya Anda meminjam uang sebesar Rp60 juta dengan tenor 12 bulan dan suku bunga 10% per tahun. Berikut cara menghitung bunga pinjaman dengan metode flat:
Jadi, dengan cara menghitung bunga pinjaman flat, Anda harus membayar cicilan sebesar Rp5.500.000 setiap bulan selama 12 bulan. Total yang harus dibayarkan adalah Rp66.000.000, dengan total bunga sebesar Rp6.000.000.
Kelebihan metode flat adalah kemudahan dalam perhitungan dan kepastian jumlah cicilan setiap bulan. Namun, total bunga yang dibayarkan cenderung lebih besar dibandingkan metode efektif karena bunga tetap dihitung dari pokok pinjaman awal meskipun sisa utang sudah berkurang.
Berbeda dengan bunga flat, cara menghitung bunga pinjaman efektif lebih kompleks namun lebih menguntungkan bagi peminjam. Pada metode ini, bunga dihitung dari sisa pokok pinjaman yang belum dibayar, sehingga jumlah bunga akan terus berkurang setiap bulannya.
Rumus Bunga Efektif:
Bunga = Sisa Pokok Pinjaman x Suku Bunga per Tahun x (30/360)
Contoh Perhitungan:
Misalnya Anda mengajukan pinjaman sebesar Rp60 juta dengan suku bunga 10% per tahun selama 12 bulan. Berikut cara menghitung bunga pinjaman dengan metode efektif:
Bulan Pertama:
Bulan Kedua:
Pola ini terus berlanjut hingga bulan ke-12. Pada bulan terakhir, bunga yang dibayarkan akan jauh lebih kecil karena sisa pokok pinjaman sudah sangat berkurang. Total bunga yang dibayarkan dengan metode efektif lebih kecil dibandingkan metode flat untuk pokok pinjaman dan tenor yang sama.
Cara menghitung bunga pinjaman efektif memang lebih rumit, namun metode ini lebih adil karena bunga dihitung berdasarkan sisa utang yang sebenarnya. Metode ini sangat cocok untuk pinjaman jangka panjang seperti KPR karena dapat menghemat total biaya bunga yang harus dibayarkan.
Memahami perbedaan antara bunga flat dan efektif sangat penting dalam menguasai cara menghitung bunga pinjaman. Kedua metode ini menghasilkan total pembayaran yang berbeda meskipun menggunakan pokok pinjaman dan suku bunga yang sama.
Pada bunga flat, total bunga yang dibayarkan lebih besar karena dihitung dari pokok pinjaman awal. Cicilan bulanan tetap sama dari awal hingga akhir tenor, sehingga lebih mudah untuk direncanakan. Metode ini cocok untuk pinjaman jangka pendek dengan nilai yang tidak terlalu besar.
Sementara itu, bunga efektif menghasilkan total bunga yang lebih kecil karena dihitung dari sisa pokok pinjaman. Cicilan bulan pertama memang lebih besar, namun akan terus menurun seiring berkurangnya sisa utang. Untuk pinjaman jangka panjang, metode efektif jauh lebih menguntungkan karena dapat menghemat biaya bunga secara signifikan.
Sebagai contoh, dengan pinjaman Rp100 juta, tenor 24 bulan, dan bunga 12% per tahun, total bunga yang dibayarkan dengan metode flat adalah Rp24 juta. Sedangkan dengan metode efektif, total bunganya hanya sekitar Rp13 juta. Perbedaan ini sangat signifikan dan menunjukkan pentingnya memahami cara menghitung bunga pinjaman dengan benar sebelum mengajukan kredit.
Setelah memahami cara menghitung bunga pinjaman dengan berbagai metode, langkah selanjutnya adalah memilih jenis bunga yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial Anda. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu:
Dengan memahami cara menghitung bunga pinjaman dan menerapkan tips di atas, Anda dapat membuat keputusan finansial yang lebih bijak dan terhindar dari jebakan utang yang memberatkan.
Perbedaan utama terletak pada cara perhitungannya. Bunga flat dihitung dari pokok pinjaman awal dan tetap sama setiap bulan, sedangkan bunga efektif dihitung dari sisa pokok pinjaman sehingga jumlahnya terus berkurang. Cara menghitung bunga pinjaman efektif menghasilkan total bunga yang lebih kecil dibandingkan flat untuk tenor yang sama.
Cara menghitung bunga pinjaman online umumnya menggunakan sistem bunga harian atau bulanan dengan metode flat. Rumusnya adalah: Total Bunga = Pokok Pinjaman x Bunga per Hari x Jumlah Hari. Pastikan memilih pinjaman online yang terdaftar di OJK dengan bunga maksimal 0,3% per hari untuk tenor kurang dari 6 bulan atau 0,2% per hari untuk tenor lebih dari 6 bulan.
Ya, OJK telah mengatur batasan bunga untuk pinjaman online. Untuk pinjaman konsumtif dengan tenor kurang dari atau sama dengan 6 bulan, bunga maksimal adalah 0,3% per hari atau 9% per bulan. Sedangkan untuk tenor lebih dari 6 bulan, bunga maksimal adalah 0,2% per hari atau 6% per bulan. Total seluruh biaya tidak boleh melebihi 100% dari pokok pinjaman.
Karena cara menghitung bunga pinjaman efektif berdasarkan sisa pokok pinjaman yang belum dibayar. Setiap bulan, setelah Anda membayar angsuran pokok, sisa utang menjadi lebih kecil. Bunga bulan berikutnya dihitung dari sisa yang lebih kecil ini, sehingga jumlah bunga terus menurun hingga akhir tenor.
Jika tidak membayar cicilan, Anda akan dikenakan denda keterlambatan yang dihitung per hari. Selain itu, riwayat kredit Anda akan tercatat buruk di SLIK OJK, sehingga menyulitkan pengajuan pinjaman di masa depan. Pemberi pinjaman juga dapat melakukan penagihan intensif dan bahkan membawa kasus ke ranah hukum jika terjadi wanprestasi berat.
Rasio utang yang sehat adalah tidak lebih dari 30% dari total penghasilan bulanan. Artinya, jika penghasilan Anda Rp10 juta per bulan, total cicilan semua pinjaman sebaiknya tidak melebihi Rp3 juta. Gunakan cara menghitung bunga pinjaman untuk memastikan cicilan tidak melebihi batas aman ini agar keuangan tetap sehat.
Tenor pendek menghasilkan cicilan bulanan yang lebih besar tetapi total bunga yang dibayarkan lebih kecil. Sebaliknya, tenor panjang membuat cicilan lebih ringan tetapi total bunga lebih besar. Pilihan terbaik tergantung kemampuan finansial Anda. Yang penting, gunakan cara menghitung bunga pinjaman untuk membandingkan total biaya pada berbagai pilihan tenor sebelum memutuskan.