Kapanlagi.com - Cumi merupakan salah satu bahan makanan laut yang populer dan sering diolah menjadi berbagai hidangan lezat. Namun, cumi termasuk bahan makanan yang mudah rusak dan memerlukan penanganan khusus agar tetap segar. Mengetahui cara menyimpan cumi di kulkas dan tanpa kulkas dengan benar sangat penting untuk menjaga kualitas dan keamanan konsumsinya.
Penyimpanan cumi yang tidak tepat dapat menyebabkan perubahan warna menjadi kehitaman, tekstur yang lembek, dan bau amis yang menyengat. Kondisi ini tidak hanya mengurangi kualitas rasa, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan jika dikonsumsi. Oleh karena itu, pemahaman tentang teknik penyimpanan yang benar menjadi kunci utama dalam menjaga kesegaran cumi.
Menurut Food and Agriculture Organization (FAO), produk seafood seperti cumi memerlukan penanganan suhu yang tepat untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan menjaga kualitas nutrisinya. Artikel ini akan membahas secara lengkap cara menyimpan cumi di kulkas dan tanpa kulkas dengan metode yang efektif dan praktis untuk diterapkan di rumah.
Advertisement
Cumi memiliki kandungan protein tinggi dan kadar air yang cukup besar, sehingga menjadi media yang ideal bagi pertumbuhan mikroorganisme. Struktur daging cumi yang lembut dan mudah rusak membuatnya sangat sensitif terhadap perubahan suhu dan kondisi lingkungan. Tanpa penanganan yang tepat, cumi dapat mengalami kerusakan dalam waktu singkat, bahkan hanya beberapa jam setelah dibeli.
Proses oksidasi yang terjadi pada cumi menyebabkan perubahan warna dari putih bersih menjadi kecokelatan atau kehitaman. Hal ini disebabkan oleh enzim tirosinase yang bereaksi dengan oksigen di udara. Selain perubahan warna, tekstur cumi juga akan menjadi berlendir dan mengeluarkan bau yang tidak sedap sebagai tanda pembusukan telah dimulai.
Suhu merupakan faktor krusial dalam menjaga kesegaran cumi. Pada suhu ruang, bakteri dapat berkembang biak dengan sangat cepat, sehingga cumi hanya bertahan beberapa jam saja. Penyimpanan pada suhu rendah dapat memperlambat aktivitas enzim dan pertumbuhan bakteri, sehingga memperpanjang masa simpan cumi hingga beberapa hari atau bahkan berbulan-bulan jika dibekukan dengan benar.
Melansir dari U.S. Food and Drug Administration (FDA), seafood segar seperti cumi harus disimpan pada suhu di bawah 4°C untuk menjaga keamanan dan kualitasnya. Kontaminasi silang dengan bahan makanan lain juga perlu dihindari dengan menggunakan wadah tertutup dan terpisah khusus untuk menyimpan produk laut.
Penyimpanan cumi di kulkas cocok untuk kebutuhan jangka pendek, yaitu konsumsi dalam 1-3 hari ke depan. Metode ini mempertahankan tekstur dan rasa cumi lebih baik dibandingkan pembekuan. Berikut adalah langkah-langkah cara menyimpan cumi di kulkas dengan benar:
Menurut penelitian yang dipublikasikan di Journal of Food Science, penyimpanan cumi pada suhu 0-4°C dapat mempertahankan kualitas sensorik dan mikrobiologisnya hingga 3 hari, dengan catatan penanganan awal dilakukan dengan higienis dan benar.
Jika Anda ingin menyimpan cumi untuk jangka waktu lebih lama, pembekuan di freezer adalah solusi terbaik. Dengan metode yang tepat, cumi dapat bertahan hingga 3-6 bulan tanpa mengalami penurunan kualitas yang signifikan. Berikut panduan lengkapnya:
Melansir dari United States Department of Agriculture (USDA), seafood yang dibekukan pada suhu -18°C atau lebih rendah dapat mempertahankan kualitas dan keamanannya hingga 6 bulan, meskipun tetap aman dikonsumsi lebih lama jika penyimpanan dilakukan dengan benar.
Meskipun kulkas adalah cara paling ideal untuk menyimpan cumi, ada situasi tertentu di mana Anda mungkin tidak memiliki akses ke kulkas, seperti saat berkemah, dalam perjalanan, atau ketika listrik padam. Berikut adalah beberapa metode cara menyimpan cumi tanpa kulkas yang dapat diterapkan:
Perlu diingat bahwa cara menyimpan cumi tanpa kulkas memiliki keterbatasan waktu yang signifikan. Pada suhu ruang (25-30°C), cumi mentah hanya dapat bertahan maksimal 2 jam sebelum bakteri mulai berkembang biak dengan cepat. Oleh karena itu, metode tanpa kulkas sebaiknya hanya digunakan dalam situasi darurat atau untuk penyimpanan jangka sangat pendek.
Proses pencairan atau thawing cumi beku sama pentingnya dengan proses penyimpanannya. Pencairan yang tidak tepat dapat merusak tekstur cumi dan meningkatkan risiko kontaminasi bakteri. Berikut adalah cara yang direkomendasikan:
Menurut Food Safety and Inspection Service (FSIS), pencairan seafood pada suhu kulkas adalah metode paling aman karena menjaga produk tetap berada pada suhu yang tidak memungkinkan pertumbuhan bakteri berbahaya seperti Salmonella dan Vibrio.
Mengenali ciri-ciri cumi yang sudah rusak sangat penting untuk menghindari risiko keracunan makanan. Berikut adalah tanda-tanda yang perlu diwaspadai:
Jika menemukan salah satu atau beberapa tanda di atas, sebaiknya buang cumi tersebut. Mengonsumsi seafood yang sudah rusak dapat menyebabkan keracunan makanan dengan gejala seperti mual, muntah, diare, dan kram perut. Dalam kasus yang parah, dapat menyebabkan infeksi bakteri serius yang memerlukan perawatan medis.
Cumi segar yang disimpan di bagian chiller kulkas dengan suhu 0-4°C dapat bertahan selama 1-3 hari. Untuk hasil terbaik, sebaiknya dikonsumsi dalam waktu 1-2 hari setelah pembelian. Pastikan cumi disimpan dalam wadah kedap udara dan telah dibersihkan dengan baik sebelum disimpan.
Ya, cumi beku yang disimpan dengan benar pada suhu -18°C atau lebih rendah dapat mempertahankan sebagian besar nilai gizinya hingga 3-6 bulan. Kandungan protein, mineral, dan sebagian vitamin tetap terjaga, meskipun ada sedikit penurunan kualitas tekstur. Yang penting adalah proses pembekuan dilakukan dengan cepat dan penyimpanan dalam wadah kedap udara untuk mencegah freezer burn.
Tidak disarankan untuk membekukan kembali cumi mentah yang sudah dicairkan karena dapat merusak tekstur dan meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri. Namun, jika cumi sudah dimasak terlebih dahulu setelah dicairkan, maka boleh dibekukan kembali. Proses pembekuan berulang pada cumi mentah akan membuat teksturnya menjadi lembek dan kualitas rasa menurun drastis.
Cara paling efektif menghilangkan bau amis adalah dengan merendam cumi dalam air perasan jeruk nipis atau lemon selama 10-15 menit sebelum disimpan atau dimasak. Alternatif lain adalah merendam dalam air garam atau air yang dicampur sedikit cuka. Pastikan juga membersihkan bagian dalam cumi secara menyeluruh karena sisa kotoran dan tinta adalah sumber utama bau amis.
Perubahan warna menjadi sedikit kekuningan pada cumi segar masih tergolong normal dan aman dikonsumsi, terutama jika baru disimpan 1-2 hari. Namun, jika warna berubah menjadi cokelat, abu-abu, atau kehitaman disertai bau tidak sedap dan tekstur berlendir, maka cumi sudah tidak layak konsumsi. Warna kekuningan ringan biasanya terjadi karena proses oksidasi ringan yang belum membahayakan.
Sebaiknya tidak menyimpan cumi bersama jenis seafood lain dalam satu wadah karena setiap jenis memiliki karakteristik bau dan tingkat kesegaran yang berbeda. Penyimpanan terpisah juga mencegah kontaminasi silang dan memudahkan Anda mengontrol kesegaran masing-masing bahan. Jika terpaksa, pastikan semua seafood dalam kondisi sangat segar dan gunakan wadah yang cukup besar agar tidak saling menempel.
Cumi utuh cenderung bertahan sedikit lebih lama dibandingkan cumi yang sudah dipotong karena permukaan yang terpapar udara lebih sedikit, sehingga proses oksidasi lebih lambat. Namun, cumi yang sudah dipotong lebih praktis karena siap digunakan langsung saat memasak. Jika memilih menyimpan cumi yang sudah dipotong, pastikan pengeringan dilakukan dengan sempurna dan wadah penyimpanan benar-benar kedap udara untuk meminimalkan kontak dengan oksigen.
(kpl/fed)