Kapanlagi.com - Bunga kenikir hias memiliki warna cerah yang membuat taman terlihat lebih menarik. Namun, batangnya tidak cukup kuat menghadapi terpaan hujan deras. Jadi, penting untuk memahami cara merawat bunga kenikir hias agar tidak mudah roboh saat hujan.
Tanaman yang dikenal dengan nama ilmiah Cosmos sulphureus atau ada juga jenis Cosmos bipinnatus ini sebenarnya cukup mudah tumbuh dan tidak membutuhkan banyak perawatan. Meski begitu, kondisi tanah, pemberian pupuk, jarak tanam, dan penyangga perlu diperhatikan agar batangnya tetap kuat.
Menurut North Carolina State University Extension, varietas kenikir yang tumbuh tinggi mungkin membutuhkan penyangga ketika menghadapi angin kencang dan badai yang sering terjadi. Memahami cara merawat bunga kenikir hias, terutama saat bunga tersebut menghadapi hujan deras, dapat membantu tanaman ini tetap tumbuh dengan baik.
Advertisement
Bunga kenikir hias sebaiknya ditanam di tempat yang mendapat sinar matahari langsung. Cahaya yang cukup membantu tanaman tumbuh dengan baik dan menghasilkan bunga yang lebih banyak.
Menurut North Carolina State University Extension, tanaman kenikir membutuhkan setidaknya setengah hari paparan sinar matahari langsung. Sementara itu, Utah State University menyarankan paparan matahari sekitar 8 jam sehari agar tanaman dapat tumbuh optimal.
Selain memperhatikan cahaya, pilih lokasi yang tidak terlalu terbuka terhadap angin kencang. Jika ditanam di area yang sering terkena terpaan angin dan hujan, batang kenikir lebih berisiko membungkuk atau patah.
Kondisi tanah juga berpengaruh terhadap kekuatan batang bunga kenikir hias. Tanaman ini lebih cocok tumbuh di tanah yang memiliki drainase baik sehingga air hujan tidak menggenang terlalu lama di sekitar akar.
Menurut National Parks Board (NParks) Singapura, jenis Cosmos sulphureus tumbuh baik pada tanah dengan tingkat kesuburan sedang, cukup lembap, dan memiliki drainase yang baik. Mereka juga menjelaskan bahwa tanah yang terlalu subur dapat membuat tanaman tumbuh terlalu cepat hingga batangnya mudah membengkok.
Karena itu, hindari memberikan pupuk secara berlebihan, terutama pupuk yang dapat memicu pertumbuhan daun dan batang secara cepat. Utah State University juga menjelaskan bahwa tanah yang terlalu kaya nutrisi bisa menghasilkan batang yang lemah sehingga tanaman mudah rebah.
Menanam bunga kenikir terlalu rapat dapat membuat tanaman saling bertumpuk ketika tumbuh semakin tinggi. Kondisi ini bisa mengganggu sirkulasi udara dan membuat batang lebih sulit mendapatkan ruang untuk berkembang.
Menurut Utah State University, jarak tanam kenikir yang disarankan sekitar 30–60 cm. Namun, tanaman yang ditanam sedikit lebih berdekatan dapat saling menopang dan membentuk kelompok yang lebih rapat.
Sesuaikan jarak tersebut dengan jenis dan ukuran tanaman yang ditanam. Jika memilih varietas yang tumbuh tinggi, berikan ruang yang cukup agar batang tidak saling menekan dan perawatannya lebih mudah dilakukan.
Salah satu cara merawat bunga kenikir hias agar tidak mudah roboh saat hujan adalah memangkas ujung batang ketika tanaman masih muda. Pemangkasan ini membantu merangsang pertumbuhan cabang samping sehingga tanaman tidak hanya tumbuh tinggi dengan satu batang utama.
Lakukan pemangkasan pada bagian pucuk secara hati-hati menggunakan gunting tanaman yang bersih. Hindari memangkas terlalu banyak sekaligus agar pertumbuhan tanaman tidak terganggu.
National Parks Board (NParks) juga menyarankan pemangkasan Cosmos sulphureus hingga mencapai tinggi yang diinginkan, terutama jika tanaman ditanam di pot atau area yang terbatas. Perawatan ini dapat membantu mengatur ukuran tanaman agar tidak tumbuh terlalu tinggi.
Selain memangkas batang, buang bunga yang sudah layu atau mengering. Menurut University of Maryland Extension, membuang bunga dan bakal biji yang sudah tidak segar dapat membantu menjaga pertumbuhan tanaman serta mendorong pembungaan yang berkelanjutan.
Jika tanaman sudah mulai tumbuh tinggi, pasang penyangga dari bambu, kayu, atau tongkat tanaman. Penyangga ini membantu menjaga batang tetap tegak ketika terkena terpaan angin dan hujan deras.
Menurut University of Maryland Extension, tanaman semusim yang tumbuh tinggi, termasuk beberapa varietas kenikir, membutuhkan penyangga untuk melindunginya dari angin kencang dan hujan.
Penyangga sebaiknya dipasang sejak tanaman mencapai sekitar sepertiga dari tinggi maksimalnya. Tancapkan tongkat di dekat batang dengan hati-hati agar tidak merusak akar, lalu ikat batang menggunakan tali yang lembut dan tidak terlalu kencang.
Untuk kenikir yang memiliki batang cukup halus, gunakan beberapa tongkat dan tali yang disusun menyilang sebagai penopang. University of Maryland Extension menyarankan cara ini agar batang tanaman tetap tertahan tanpa mudah terluka akibat ikatan yang terlalu kuat.
Bunga kenikir hias tidak membutuhkan penyiraman berlebihan setelah tumbuh dengan baik. Utah State University menyarankan penyiraman secara mendalam sekitar satu kali seminggu setelah bibit tumbuh, tetapi kebutuhan air tetap perlu disesuaikan dengan kondisi cuaca dan kelembapan tanah.
Saat musim hujan, periksa kondisi tanah sebelum kembali menyiram tanaman. Jika tanah masih basah atau terdapat genangan, tunda penyiraman agar akar tidak terus-menerus berada dalam kondisi terlalu lembap.
Setelah hujan deras, periksa apakah ada batang yang mulai miring, patah, atau terlepas dari penyangga. Segera rapikan ikatan dan tegakkan kembali batang yang masih sehat agar tanaman tidak semakin rusak.
Jika ada bagian batang yang patah, gunakan gunting tanaman bersih untuk memotong bagian yang rusak. Pemeriksaan sederhana setelah hujan membantu mengetahui masalah lebih awal sebelum kerusakan menyebar ke bagian tanaman lainnya.
Periksa terlebih dahulu kondisi batang dan akarnya. Jika batang hanya miring tetapi belum patah, tegakkan secara perlahan lalu ikat pada penyangga menggunakan tali yang tidak terlalu kencang. Namun, jika batang sudah patah, potong bagian yang rusak menggunakan gunting tanaman bersih agar tidak mengganggu bagian yang masih sehat.
Tidak selalu. Bunga kenikir tetap membutuhkan sinar matahari untuk tumbuh dengan baik. Namun, jika ditanam dalam pot dan lokasinya sering terkena hujan deras disertai angin kencang, pot bisa dipindahkan sementara ke tempat yang lebih terlindung tetapi tetap mendapat cahaya matahari.
Penyangga tidak selalu cukup jika batang tanaman sudah terlalu tinggi, rapuh, atau menerima tekanan angin yang kuat. Ikatan yang terlalu kencang juga dapat melukai batang sehingga lebih mudah rusak.
Menurut University of Maryland Extension, tanaman tinggi membutuhkan penyangga yang tepat untuk melindunginya dari angin kencang dan hujan. Karena itu, pastikan penyangga terpasang kokoh dan ikatannya tidak menekan batang.
(kpl/sfz)