Contoh Teks Sejarah: Panduan Lengkap dengan Struktur dan Jenisnya

Kapanlagi.com - Teks cerita sejarah merupakan salah satu materi penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang sering dijumpai siswa. Pemahaman tentang contoh teks sejarah sangat diperlukan untuk menguasai cara penulisan dan struktur yang tepat. Sejarah tidak hanya mencatat peristiwa masa lalu, tetapi juga memberikan pelajaran berharga bagi generasi mendatang.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemukan berbagai contoh teks sejarah dalam bentuk buku pelajaran, artikel, atau dokumenter. Teks-teks ini membantu kita memahami asal-usul suatu peristiwa, tokoh bersejarah, atau perkembangan suatu tempat. Kemampuan menulis teks sejarah yang baik akan sangat berguna dalam dunia akademis maupun profesional.

Menurut E-Modul Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Kemendikbudristek, teks cerita sejarah memiliki lima ciri utama yaitu kronologi dengan peristiwa masa lampau yang runut, dibentuk secara cerita ulang, sering menggunakan kata konjungsi temporal, validitas data yang empiris dan faktual, serta struktur teks yang kronologis dan runtut.

1 dari 6 halaman

1. Pengertian dan Karakteristik Teks Cerita Sejarah

Pengertian dan Karakteristik Teks Cerita Sejarah (c) Ilustrasi AI

Teks cerita sejarah adalah teks yang memuat penjelasan atas suatu fakta yang telah terjadi di masa lalu dan memiliki nilai sejarah yang penting. Teks ini berfungsi untuk menjawab pertanyaan tentang asal-usul suatu benda, peristiwa, atau fenomena yang memiliki dampak signifikan bagi masyarakat. Meskipun tergolong sebagai karya sastra prosa yang bersifat imajinatif, penulisan teks cerita sejarah harus tetap berdasarkan fakta yang benar-benar pernah terjadi.

Karakteristik utama dari contoh teks sejarah meliputi penyajian fakta secara objektif, susunan kronologis yang runtut, penggunaan konjungsi temporal seperti "kemudian", "setelah itu", dan "selanjutnya", serta validitas data yang dapat dipertanggungjawabkan. Teks ini juga harus memuat peristiwa yang memberikan dampak kepada banyak orang dan dianggap unik, abadi, serta penting dalam perjalanan sejarah.

Dalam buku Bahasa Indonesia (Buku Teks Pendamping) karya Yadi Mulyadi dijelaskan bahwa tidak semua cerita masa lalu dapat dijadikan teks cerita sejarah. Syarat utamanya adalah peristiwa tersebut harus memberikan dampak kepada banyak orang dan memiliki nilai historis yang signifikan. Hal ini membedakan teks cerita sejarah dengan cerita biasa atau dongeng.

Teks cerita sejarah juga memiliki fungsi edukatif yang penting dalam pembelajaran. Melalui contoh teks sejarah yang baik, pembaca dapat memahami konteks historis suatu peristiwa, mengambil pelajaran dari pengalaman masa lalu, dan mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang perjalanan bangsa atau peradaban manusia.

2. Jenis-Jenis Teks Cerita Sejarah

Jenis-Jenis Teks Cerita Sejarah (c) Ilustrasi AI

Teks cerita sejarah terbagi menjadi dua jenis utama berdasarkan pendekatan penulisannya, yaitu teks cerita sejarah fiksi dan nonfiksi. Pemahaman tentang kedua jenis ini sangat penting untuk menentukan gaya penulisan dan pendekatan yang tepat dalam menyajikan contoh teks sejarah.

  1. Teks Cerita Sejarah Fiksi
    Jenis ini biasanya berbentuk novel sejarah yang menggabungkan fakta historis dengan unsur imajinatif. Penulis memiliki kebebasan untuk mengembangkan alur cerita, dialog, dan karakter tokoh untuk membuat narasi yang lebih menarik. Contoh terkenal adalah novel-novel karya Pramoedya Ananta Toer seperti "Bumi Manusia" atau buku "Semua untuk Hindia" karya Iksaka Banu. Meskipun mengandung unsur fiksi, dasar ceritanya tetap berdasarkan peristiwa sejarah yang benar-benar terjadi.
  2. Teks Cerita Sejarah Nonfiksi
    Jenis ini umumnya berbentuk buku teks sejarah, biografi, atau dokumentasi historis yang murni berdasarkan fakta. Informasi yang disajikan merupakan peristiwa utuh tanpa tambahan unsur imajinatif dari penulis. Contohnya adalah buku sejarah Indonesia, biografi tokoh nasional, atau catatan perjalanan sejarah. Jenis ini dianggap lebih kuat secara akademis karena informasinya dapat diverifikasi dan dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
  3. Teks Cerita Sejarah Pribadi
    Kategori khusus yang menceritakan pengalaman personal seseorang dalam konteks sejarah. Biasanya berbentuk memoar, autobiografi, atau catatan harian yang memiliki nilai historis. Meskipun bersifat personal, tetap harus memenuhi kriteria memiliki dampak atau relevansi dengan peristiwa sejarah yang lebih besar.
  4. Teks Cerita Sejarah Legendaris
    Menggabungkan unsur sejarah dengan tradisi lisan atau legenda yang berkembang di masyarakat. Contohnya adalah cerita asal-usul nama tempat, legenda tokoh sejarah, atau mitos yang memiliki dasar historis. Jenis ini memerlukan pendekatan khusus karena harus memisahkan antara fakta sejarah dan unsur legendaris.
  5. Teks Cerita Sejarah Tematik
    Fokus pada tema atau aspek tertentu dari sejarah seperti sejarah ekonomi, sejarah sosial, atau sejarah budaya. Pendekatan ini memungkinkan pembahasan yang lebih mendalam tentang aspek spesifik dari suatu periode sejarah.

3. Struktur Teks Cerita Sejarah

Struktur Teks Cerita Sejarah (c) Ilustrasi AI

Struktur teks cerita sejarah terdiri dari tiga komponen utama yang harus dipahami dengan baik untuk dapat menulis contoh teks sejarah yang efektif. Setiap komponen memiliki fungsi dan karakteristik tersendiri yang saling mendukung untuk membentuk narasi sejarah yang utuh dan mudah dipahami.

  1. Orientasi
    Bagian pembuka yang berfungsi sebagai pengenalan topik atau peristiwa sejarah yang akan dibahas. Orientasi menggunakan kalimat deskriptif untuk memberikan gambaran umum kepada pembaca tentang konteks waktu, tempat, dan tokoh yang terlibat. Bagian ini penting untuk membangun pemahaman awal pembaca sebelum masuk ke inti cerita. Contohnya: "Candi Borobudur adalah candi peninggalan agama Buddha yang terbesar di dunia, dibangun pada masa Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra sekitar tahun 824 Masehi."
  2. Isi atau Urutan Peristiwa
    Merupakan bagian inti yang menyajikan rangkaian peristiwa sejarah secara kronologis dan detail. Bagian ini disusun secara urut berdasarkan waktu kejadian, mulai dari awal hingga akhir peristiwa. Penulis harus menyajikan informasi secara gradual dan sistematis agar pembaca dapat mengikuti alur peristiwa dengan mudah. Penggunaan konjungsi temporal seperti "kemudian", "setelah itu", "selanjutnya" sangat penting dalam bagian ini untuk menunjukkan hubungan waktu antar peristiwa.
  3. Reorientasi
    Bagian penutup yang bersifat opsional, berisi komentar pribadi penulis, kesimpulan, atau refleksi terhadap peristiwa yang telah diceritakan. Reorientasi dapat berupa penilaian dampak peristiwa, relevansinya dengan masa kini, atau pelajaran yang dapat diambil. Bagian ini memberikan ruang bagi penulis untuk menyampaikan perspektif atau analisis terhadap peristiwa sejarah yang telah dipaparkan.

Struktur ini berlaku untuk teks cerita sejarah nonfiksi. Sementara untuk teks cerita sejarah fiksi, strukturnya lebih kompleks dengan tambahan elemen seperti komplikasi, klimaks, dan resolusi yang mengikuti pola struktur naratif pada umumnya.

4. Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Sejarah (c) Ilustrasi AI

Penulisan contoh teks sejarah yang baik harus mengikuti kaidah kebahasaan yang tepat untuk memastikan informasi tersampaikan dengan jelas dan akurat. Kaidah-kaidah ini menjadi ciri khas yang membedakan teks cerita sejarah dengan jenis teks lainnya.

  1. Penggunaan Kata Ganti Orang Ketiga
    Penulis memposisikan diri sebagai narator yang berada di luar cerita, sehingga menggunakan kata ganti orang ketiga seperti nama tokoh, "dia", "mereka", atau "beliau". Hal ini memberikan kesan objektif dan netral dalam penyampaian informasi sejarah.
  2. Keterangan Waktu Masa Lampau
    Penggunaan frasa waktu yang menunjukkan masa lampau seperti "pada zaman dahulu", "pada tahun 1945", "di masa penjajahan", atau "beberapa abad yang lalu" menjadi ciri khas penting untuk menunjukkan bahwa peristiwa terjadi di masa lalu.
  3. Keterangan Tempat yang Spesifik
    Menyebutkan lokasi geografis yang jelas dan akurat dengan menggunakan preposisi "di", "dari", "ke" untuk menunjukkan tempat terjadinya peristiwa sejarah. Contoh: "di Istana Merdeka", "dari Yogyakarta", "ke Bandung".
  4. Konjungsi Temporal
    Kata hubung yang menandai urutan waktu, baik intrakalimat ("lalu", "kemudian", "setelah") maupun antarkalimat ("Sebelumnya", "Selanjutnya", "Pada akhirnya") untuk menunjukkan kronologi peristiwa.
  5. Konjungsi Kausalitas
    Kata hubung yang menunjukkan hubungan sebab-akibat seperti "karena", "sebab", "oleh karena itu", "akibatnya" untuk menjelaskan keterkaitan antar peristiwa sejarah.
  6. Penggunaan Nomina dan Verba yang Tepat
    Pemilihan kata benda (nomina) yang merujuk pada nama orang, tempat, atau konsep sejarah, serta kata kerja (verba) dengan imbuhan yang sesuai untuk menggambarkan tindakan atau kegiatan dalam konteks sejarah.

5. Contoh Teks Cerita Sejarah Berdasarkan Tema

Contoh Teks Cerita Sejarah Berdasarkan Tema (c) Ilustrasi AI

Untuk memberikan pemahaman yang lebih konkret, berikut disajikan berbagai contoh teks sejarah berdasarkan tema dan jenisnya. Setiap contoh dilengkapi dengan analisis struktur untuk memudahkan pembelajaran.

1. Contoh Teks Sejarah Candi Borobudur

Orientasi:
Candi Borobudur merupakan candi Buddha terbesar di dunia yang terletak di Magelang, Jawa Tengah. Monumen bersejarah ini dibangun pada masa pemerintahan Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra sekitar tahun 824 Masehi, atau sekitar 300 tahun sebelum Angkor Wat di Kamboja didirikan.

Urutan Peristiwa:
Pembangunan Candi Borobudur membutuhkan waktu sekitar 75 tahun dengan melibatkan ribuan pekerja di bawah arahan arsitek Gunadarma. Candi ini dibangun menggunakan 60.000 meter kubik batuan vulkanik yang diambil dari Sungai Elo dan Progo yang berjarak sekitar 2 kilometer dari lokasi candi. Pada masa pembangunannya, sistem metrik belum dikenal sehingga satuan panjang yang digunakan adalah "tala", yaitu jarak rentangan ibu jari dan jari tengah atau panjang rambut dari dahi hingga dagu.

Candi ini memiliki struktur berundak dengan luas dasar 123 x 123 meter persegi. Terdapat 504 patung Buddha, 72 stupa terawang, dan satu stupa induk yang menghiasi kompleks candi. Arsitektur Borobudur menggambarkan pengaruh kuat gaya arsitektur Gupta dari India, mencerminkan hubungan budaya yang erat antara Nusantara dan India pada masa itu.

Reorientasi:
Berdasarkan Prasasti Karangtengah dan Kahulunan, sejarawan J.G. de Casparis memperkirakan bahwa Candi Borobudur selesai dibangun pada masa Ratu Pramudawardhani, putri Raja Samaratungga. Kini, Borobudur telah diakui UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia dan menjadi salah satu destinasi wisata terpenting Indonesia yang menarik jutaan pengunjung setiap tahunnya.

2. Contoh Teks Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Orientasi:
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 merupakan puncak dari perjuangan panjang bangsa Indonesia untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan. Peristiwa bersejarah ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui serangkaian peristiwa penting yang mendahuluinya.

Urutan Peristiwa:
Proses menuju proklamasi dimulai dengan pembentukan BPUPKI pada Maret 1945 untuk merumuskan dasar negara Indonesia merdeka. Setelah Pancasila berhasil dirumuskan, pada 7 Agustus 1945 BPUPKI diubah menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dengan tugas mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

Peristiwa penting terjadi pada 16 Agustus 1945 ketika para pemuda mendesak Soekarno dan Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan. Setelah peristiwa Rengasdengklok, pada malam hari tanggal 16 Agustus, perumusan teks proklamasi dilakukan di kediaman Laksamana Maeda. Teks proklamasi dirundingkan bersama dan ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia, kemudian diketik oleh Sayuti Melik.

Pada pagi hari tanggal 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur 56, teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan. Upacara sederhana ini disaksikan oleh beberapa tokoh nasional dan warga Jakarta. Setelah pembacaan proklamasi, bendera Merah Putih dikibarkan diiringi lagu Indonesia Raya.

Reorientasi:
Proklamasi kemerdekaan Indonesia menjadi tonggak sejarah yang mengubah status Indonesia dari negara jajahan menjadi negara merdeka dan berdaulat. Peristiwa ini menginspirasi bangsa-bangsa lain di Asia dan Afrika untuk memperjuangkan kemerdekaannya, serta menjadi momentum awal pembangunan bangsa Indonesia yang kita rasakan hingga saat ini.

6. FAQ (Frequently Asked Questions)

FAQ (Frequently Asked Questions) (c) Ilustrasi AI

1. Apa yang dimaksud dengan contoh teks sejarah?

Contoh teks sejarah adalah teks yang menceritakan peristiwa atau kejadian di masa lalu yang memiliki nilai sejarah penting. Teks ini disusun berdasarkan fakta dan kronologi waktu untuk memberikan pemahaman tentang asal-usul suatu peristiwa, tokoh, atau fenomena bersejarah.

2. Bagaimana cara membedakan teks sejarah fiksi dan nonfiksi?

Teks sejarah nonfiksi murni berdasarkan fakta historis tanpa tambahan unsur imajinatif, biasanya berbentuk buku sejarah atau biografi. Sedangkan teks sejarah fiksi menggabungkan fakta sejarah dengan unsur kreatif seperti dialog dan pengembangan karakter, umumnya berbentuk novel sejarah.

3. Apa saja struktur utama dalam teks cerita sejarah?

Struktur teks cerita sejarah terdiri dari tiga bagian utama: orientasi (pengenalan topik), urutan peristiwa (inti cerita yang disusun kronologis), dan reorientasi (kesimpulan atau komentar penulis yang bersifat opsional).

4. Mengapa penggunaan konjungsi temporal penting dalam teks sejarah?

Konjungsi temporal seperti "kemudian", "setelah itu", "selanjutnya" penting untuk menunjukkan urutan waktu dan hubungan kronologis antar peristiwa. Hal ini membantu pembaca memahami alur sejarah secara sistematis dan logis.

5. Bagaimana cara menulis teks sejarah pribadi yang baik?

Teks sejarah pribadi harus tetap mengikuti struktur orientasi, urutan peristiwa, dan reorientasi. Pilih pengalaman yang memiliki nilai pembelajaran atau dampak signifikan, ceritakan secara kronologis dengan detail yang relevan, dan berikan refleksi atau pelajaran yang dapat diambil dari pengalaman tersebut.

6. Apa perbedaan antara teks cerita sejarah dengan teks narasi biasa?

Teks cerita sejarah harus berdasarkan fakta historis yang dapat diverifikasi, menggunakan keterangan waktu masa lampau, dan memiliki nilai sejarah yang penting. Sedangkan teks narasi biasa dapat berupa cerita fiksi tanpa harus berdasarkan peristiwa nyata atau memiliki nilai historis.

7. Bagaimana cara memverifikasi keakuratan informasi dalam teks sejarah?

Verifikasi dapat dilakukan dengan mengecek sumber-sumber terpercaya seperti buku sejarah akademis, dokumen resmi, arsip nasional, atau publikasi dari lembaga sejarah yang kredibel. Penting juga untuk membandingkan informasi dari berbagai sumber untuk memastikan akurasi dan objektivitas data yang disajikan.

(kpl/fds)

Topik Terkait