Kapanlagi.com - Durasi olahraga yang ideal setiap minggu sebenarnya sudah punya patokan yang cukup jelas menurut pedoman kesehatan global: minimal 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang, atau 75 menit aktivitas intensitas tinggi, ditambah latihan penguatan otot setidaknya dua kali dalam sepekan.
Meski angka ini terdengar seperti target yang berat, sebenarnya tidak harus dikejar dalam satu sesi panjang. Kuncinya ada pada konsistensi dan cara membagi waktu, bukan sekadar mengejar durasi total dalam satu waktu.
Panduan ini merangkum lima hal penting seputar durasi olahraga ideal, mulai dari rekomendasi resmi, cara membagi waktu latihan, perbedaan kebutuhan tiap kelompok usia, tanda tubuh kelebihan olahraga, hingga manfaat nyata yang bisa dirasakan tubuh.
Advertisement
Menurut pedoman aktivitas fisik yang dikeluarkan Badan Kesehatan Dunia (WHO), orang dewasa disarankan melakukan minimal 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang, atau 75 menit aktivitas aerobik intensitas tinggi, setiap minggunya untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang signifikan.
Selain latihan aerobik, WHO juga menganjurkan latihan penguatan otot seperti angkat beban minimal dua hari dalam seminggu. Kombinasi keduanya dianggap sebagai standar minimal, bukan target maksimal sehingga menambah porsi latihan secara bertahap tetap memberi manfaat tambahan bagi tubuh.
Salah satu cara paling praktis untuk memenuhi target 150 menit adalah membaginya menjadi sesi 30 menit per hari selama lima hari dalam seminggu. Dengan begitu, tubuh tetap mendapat waktu pemulihan tanpa harus memaksakan latihan setiap hari tanpa jeda.
Durasi 30 menit itu sendiri bisa dipecah lagi menjadi sesi-sesi lebih singkat sepanjang hari, karena efek dari aktivitas fisik cenderung bersifat akumulatif. Pendekatan menyebar waktu olahraga ini dinilai lebih mudah diselipkan ke rutinitas harian, terutama bagi yang merasa berat memulai sesi latihan panjang sekaligus.
Angka 150 menit sejatinya hanya patokan umum, bukan aturan baku untuk semua orang. WHO memberikan pedoman berbeda sesuai kelompok usia: anak dan remaja usia 5-17 tahun disarankan aktif bergerak dengan intensitas sedang hingga tinggi rata-rata 60 menit per hari, sementara orang dewasa usia 18-64 tahun ditargetkan 150-300 menit per minggu.
Kelompok lansia disarankan tetap mengikuti target serupa orang dewasa, tapi lebih menekankan latihan keseimbangan tubuh untuk mengurangi risiko terjatuh. Sementara itu, ibu hamil dan pascapersalinan dianjurkan mencapai sekitar 150 menit aktivitas aerobik ringan secara bertahap sambil menghindari gerakan yang berisiko membuat jatuh.
Meski secara teori tidak ada batas maksimal durasi olahraga harian atau mingguan, bukan berarti tubuh kebal dari kelelahan berlebihan. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
Jika beberapa tanda tersebut muncul secara bersamaan, berikan tubuh waktu istirahat dan pemulihan yang cukup sebelum kembali meningkatkan intensitas olahraga.
Olahraga dengan porsi yang tepat memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh dan pikiran. Beberapa manfaat yang bisa diperoleh antara lain:
Membantu menurunkan peradangan
Aktivitas fisik secara rutin dapat membantu menjaga respons peradangan tubuh tetap terkendali.
Memperlancar aliran darah
Olahraga membantu meningkatkan sirkulasi darah sehingga oksigen dan nutrisi dapat didistribusikan ke berbagai jaringan tubuh dengan lebih baik.
Meningkatkan metabolisme
Aktivitas fisik membantu tubuh menggunakan energi dengan lebih efektif sekaligus mendukung fungsi metabolisme.
Meningkatkan sensitivitas insulin
Olahraga dapat membantu tubuh merespons insulin dengan lebih baik sehingga berperan dalam menjaga kadar gula darah.
Mendukung kesehatan jaringan tubuh
Aktivitas fisik membantu berbagai proses pemeliharaan dan pemulihan jaringan tubuh.
Menekan risiko penyakit kronis
Kebiasaan aktif secara fisik berkaitan dengan risiko yang lebih rendah terhadap sejumlah penyakit kronis, termasuk diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
Mendukung fungsi otak dan daya ingat
Olahraga dapat meningkatkan kesehatan otak dan membantu mempertahankan fungsi kognitif, termasuk kemampuan mengingat.
Memperbaiki suasana hati dan mengurangi stres
Aktivitas fisik rutin dapat membantu meningkatkan suasana hati sekaligus meredakan stres dan ketegangan.
Membantu meningkatkan kualitas tidur
Olahraga secara teratur dapat mendukung pola tidur yang lebih baik sehingga tubuh lebih mudah beristirahat pada malam hari.
Minimal 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang atau 75 menit intensitas tinggi, ditambah latihan penguatan otot minimal dua kali sepekan.
Tidak. Durasi ini bisa dipecah menjadi sesi lebih pendek sepanjang minggu, misalnya 30 menit per hari selama lima hari, karena efeknya bersifat akumulatif.
Tidak. Anak dan remaja disarankan bergerak aktif sekitar 60 menit per hari, sementara lansia dianjurkan menambah latihan keseimbangan untuk mengurangi risiko jatuh.
Beberapa tandanya adalah performa menurun, mudah lelah, gampang marah, susah tidur, sering sakit, dan penurunan berat badan yang tidak wajar.
Olahraga rutin membantu menurunkan peradangan, memperbaiki metabolisme dan sensitivitas insulin, menjaga kesehatan jantung dan otak, serta menurunkan risiko penyakit kronis.
(kpl/rao)