Kapanlagi.com - Australia menjadi salah satu destinasi kerja favorit bagi Warga Negara Indonesia (WNI) karena menawarkan gaji tinggi dan kualitas hidup yang baik. Cara daftar kerja di Australia memerlukan persiapan yang matang mulai dari visa hingga dokumen pendukung.
Negeri kanguru ini memberikan peluang kerja yang luas di berbagai sektor seperti pertanian, konstruksi, perhotelan, dan teknologi. Proses cara daftar kerja di Australia harus dilakukan secara legal dan sesuai dengan peraturan imigrasi yang berlaku.
Menurut data Department of Home Affairs Australia, jumlah WNI yang mengajukan Working Holiday Visa meningkat dari 1.754 orang pada semester II 2022 menjadi 3.394 permohonan pada semester II 2023. Hal ini menunjukkan minat yang tinggi terhadap peluang kerja di Australia.
Langkah pertama dalam cara daftar kerja di Australia adalah memahami jenis visa yang tersedia. Setiap visa memiliki persyaratan dan durasi yang berbeda sesuai dengan tujuan kerja.
Melansir dari Australian Government Department of Home Affairs, terdapat 44 jenis visa kerja Australia yang dapat dipilih sesuai kebutuhan dan kualifikasi pelamar.
Setelah menentukan jenis visa, langkah berikutnya dalam cara daftar kerja di Australia adalah memenuhi persyaratan umum yang ditetapkan pemerintah Australia.
Proses pengajuan dilakukan secara online melalui situs resmi Department of Home Affairs Australia dengan mengunggah dokumen dalam format yang diterima.
Cara daftar kerja di Australia tidak hanya sebatas mengurus visa, tetapi juga memerlukan strategi yang tepat untuk mendapatkan pekerjaan. Berikut adalah beberapa metode efektif yang dapat diterapkan.
Penting untuk menyesuaikan CV dan cover letter dengan standar Australia yang menekankan pengalaman kerja dan menghindari informasi pribadi yang tidak relevan seperti usia atau foto.
Cara daftar kerja di Australia memerlukan persiapan dokumen yang lengkap dan sertifikasi khusus sesuai bidang pekerjaan. Persiapan yang matang akan meningkatkan peluang keberhasilan aplikasi.
Beberapa pekerjaan di Australia mewajibkan sertifikasi khusus sebelum dapat bekerja. Misalnya, untuk menjadi bartender diperlukan sertifikat RSA (Responsible Service of Alcohol), sedangkan barista memerlukan sertifikat "SITHFAB005 - Prepare and Serve Espresso Coffee".
Menurut Australian Government, profesi yang memerlukan registrasi dan lisensi harus menghubungi otoritas terkait untuk memastikan kualifikasi diakui sebelum dapat bekerja.
Keberhasilan dalam cara daftar kerja di Australia tidak hanya bergantung pada pemenuhan persyaratan formal, tetapi juga strategi dan persiapan yang komprehensif.
Gaji minimum di Australia saat ini adalah AUD 23,23 per jam atau sekitar Rp 244.900 per jam, jauh lebih tinggi dibandingkan standar gaji di Indonesia. Selain itu, perusahaan wajib membayar superannuation (iuran pensiun) sebesar 11,5% dari gaji karyawan.
Ya, lulusan SMA bisa bekerja di Australia selama memenuhi persyaratan visa dan kualifikasi yang dibutuhkan pemberi kerja. Peluang terbuka di berbagai sektor seperti pertanian, hospitality, dan retail dengan visa yang sesuai seperti Working Holiday Visa.
Proses pengajuan visa kerja Australia umumnya memakan waktu 2-6 bulan tergantung jenis visa dan kelengkapan dokumen. Working Holiday Visa biasanya diproses lebih cepat sekitar 2-4 minggu, sementara visa sponsored memerlukan waktu lebih lama.
Tidak wajib, tetapi kuliah di Australia memberikan keuntungan berupa akses ke Graduate Visa (Subclass 485) yang memungkinkan bekerja 18 bulan hingga 4 tahun setelah lulus. Jalur ini juga membuka peluang untuk mendapatkan permanent residency.
Sebaiknya berhati-hati karena belum ada agen resmi dari pemerintah Australia dan Indonesia. Lebih aman mencari kerja melalui platform terpercaya atau langsung ke website perusahaan. Jika menggunakan agen, pastikan terdaftar resmi dengan MARN (Migration Agent Registration Number).
Dokumen wajib meliputi paspor yang berlaku, hasil tes IELTS, CV format Australia, surat penawaran kerja, hasil medical check-up, SKCK, bukti kualifikasi pendidikan, dan bukti pengalaman kerja. Semua dokumen harus diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh penerjemah tersumpah.
Biaya bervariasi tergantung jenis visa, mulai dari AUD 485 untuk Working Holiday Visa hingga AUD 4.240 untuk Temporary Skill Shortage Visa. Belum termasuk biaya tes IELTS (sekitar Rp 3 juta), medical check-up, dan biaya hidup selama proses aplikasi.
Batasan usia tergantung jenis visa. Working Holiday Visa dibatasi usia 18-30 tahun (atau 35 tahun untuk beberapa negara), sementara visa kerja lainnya umumnya tidak memiliki batasan usia asalkan memenuhi persyaratan kualifikasi dan kesehatan yang ditetapkan.
Yuk, baca artikel seputar panduan dan cara menarik lainnya di Kapanlagi.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?