Kapanlagi.com - Sholawat haji merupakan amalan spiritual yang banyak diamalkan umat Muslim sebagai bentuk ikhtiar batin menuju Baitullah. Memahami pengertian sholawat haji secara mendalam akan membantu setiap Muslim memperkuat niat dan usaha dalam menunaikan ibadah haji yang merupakan rukun Islam kelima.
Membaca sholawat bukan sekadar pujian kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sholawat merupakan tindakan ibadah luar biasa yang mendatangkan keberkahan, pengampunan, dan kedekatan dengan Allah sekaligus memperkuat hubungan kita dengan Nabi Muhammad SAW.
Banyak ulama menganjurkan pengertian sholawat haji dikaitkan dengan niat khusus agar dimudahkan dalam perjalanan menuju Tanah Suci. Sholawat ini dapat dibaca kapan saja, baik selama persiapan maupun saat melaksanakan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Advertisement
Melansir dari Liputan6.com, membaca sholawat haji menjadi salah satu sebab seorang muslim lebih mudah diijabah keinginannya menunaikan ibadah haji. Meski demikian, sholawat saja tidak cukup, tetapi juga harus diseimbangkan dengan ikhtiar agar lebih mampu secara fisik, finansial, dan ilmunya.
Pengertian sholawat haji perlu dipahami dari dua aspek, yaitu makna linguistik sholawat dan konteks pengamalannya untuk tujuan menunaikan ibadah haji. Berikut penjelasan lengkapnya.
Dalam buku Rahasia Shalawat Nabi (2009) karya M. Syukron Maksum, sholawat merupakan doa permohonan rahmat dan keberkahan dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga beliau. Bacaan ini juga menjadi wujud kecintaan umat Muslim kepada Rasulullah.
Terdapat beberapa jenis sholawat yang secara khusus dianjurkan untuk diamalkan oleh umat Muslim yang berkeinginan menunaikan ibadah haji. Setiap sholawat memiliki kekhasan dan keutamaan tersendiri sesuai penjelasan para ulama.
Keutamaan membaca sholawat tidak terbatas pada konteks haji saja, tetapi mencakup seluruh aspek kehidupan seorang Muslim. Syaikh Abdullah Sirajuddin Al-Hussayni menggambarkan manfaat sholawat sebagai sesuatu yang, "membuat pena tak kuasa mendokumentasikannya, dan buku-buku pun tak cukup untuk merangkumnya."
Baca juga: Kata-kata Mutiara untuk Rasulullah sebagai Ungkapan Cinta
Mengamalkan sholawat haji tidak memerlukan ritual khusus yang rumit. Ibn al-Qayyim pernah berkata, "Seandainya seseorang bersholawat kepada Nabi SAW sebanyak hembusan napasnya, ia tetap belum menunaikan haknya." Pernyataan ini menunjukkan betapa sholawat hendaknya menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian seorang Muslim, tanpa batasan waktu dan tempat. Meski demikian, ada beberapa waktu yang dianggap lebih utama untuk membaca sholawat haji, seperti setelah shalat fardhu lima waktu, pada sepertiga malam terakhir, dan khususnya di hari Jumat.
Secara praktis, sholawat haji bisa diamalkan dengan membacanya setiap hari secara istiqamah setelah shalat Isya. Para ulama menganjurkan agar sholawat Hajjiyah dibaca satu kali setiap malam dan ditambah 40 kali di malam Jumat sebagai wasilah agar dimudahkan rezeki untuk berhaji. Selain itu, umat Muslim juga bisa mengamalkan sholawat perlindungan lainnya sebagai pelengkap. Abu Sulayman al-Darani menasihati, "Siapa yang hendak memohon kepada Allah, hendaklah ia memulai dengan sholawat, kemudian berdoa, lalu mengakhirinya kembali dengan sholawat."
Tata cara mengamalkan sholawat haji sebaiknya dilakukan dengan ketulusan hati dan keyakinan penuh bahwa Allah akan mengabulkan permohonan. Setiap Muslim yang mampu secara fisik dan finansial diwajibkan menunaikan perjalanan haji setidaknya sekali seumur hidup, karena ini merupakan perintah langsung dari Allah SWT. Oleh karena itu, membaca sholawat haji hendaknya diiringi dengan persiapan haji yang matang, baik secara fisik, mental, maupun finansial agar ibadah berjalan sempurna.
Sholawat haji juga sangat dianjurkan dibaca selama perjalanan menuju Tanah Suci, saat berada di Mekah dan Madinah, maupun ketika melaksanakan ibadah sunnah haji. Salah satu momen penting untuk membaca sholawat adalah saat memasuki masjid, sebagaimana dikatakan Abu Ishaq ibn Sha'ban bahwa seorang yang masuk masjid wajib bersholawat kepada Nabi SAW dan keluarganya. Dengan demikian, sholawat menjadi amalan yang menyertai setiap langkah jamaah haji dari awal hingga akhir perjalanan.
Haji adalah perjalanan paling suci menuju rumah Allah. Semua Muslim dengan sukarela mengunjungi tempat sakral ini karena Allah memberikan prioritas khusus pada tempat tersebut. Allah mewajibkannya bagi setiap hamba-Nya yang mampu secara fisik, mental, dan finansial, setidaknya sekali seumur hidup. Kenyataannya, tidak semua yang berkeinginan berhaji langsung mendapat kesempatan. Di sinilah peran sholawat haji sebagai ikhtiar spiritual menjadi sangat penting. Sholawat menjadi jembatan antara niat di dalam hati dengan pertolongan ilahi yang melampaui perhitungan manusia.
Al-Mubrid, seorang ahli bahasa Arab klasik, berkata, "Akar makna shalah (sholawat) adalah menunjukkan kasih sayang." Ketika seorang Muslim memperbanyak sholawat dengan niat berhaji, ia pada hakikatnya sedang memohon kasih sayang Allah untuk dimudahkan jalannya menuju Baitullah. Ibnu Taimiyyah menegaskan bahwa jika seseorang menggantikan doanya dengan sholawat kepada Nabi SAW, Allah akan mencukupi seluruh urusannya di dunia dan akhirat. Prinsip ini menjadi dasar mengapa banyak ulama mengaitkan sholawat dengan kemudahan mendaftar dan menunaikan ibadah haji.
Perlu dipahami bahwa sholawat haji bukanlah jaminan otomatis bahwa seseorang pasti akan berangkat haji. Sholawat merupakan salah satu bentuk ikhtiar batin yang harus diimbangi dengan usaha lahiriah, seperti menabung, menjaga kesehatan, dan memahami tata cara ibadah haji termasuk ihram dan ritual lainnya. Bersholawat adalah amalan ringan di lisan namun berat ganjarannya: memenuhi perintah Allah, mendatangkan rahmat-Nya, mengampuni dosa, mengangkat derajat, memperkuat ikatan dengan Nabi SAW, dan memperindah doa.
Bagi yang sedang menanti keberangkatan haji, memperbanyak sholawat sambil mempersiapkan diri secara komprehensif menjadi langkah bijak. Kekuatan cinta menyatukan hati dan jiwa secara fisik maupun spiritual, dan mencintai Nabi SAW adalah kerinduan untuk dekat dengannya secara spiritual di dunia ini serta secara fisik di akhirat kelak atas izin Allah. Sholawat haji menjadi ekspresi kerinduan itu sekaligus doa agar Allah mempertemukan hambanya dengan Baitullah-Nya. Bagi yang belum berkesempatan, menunaikan umroh juga menjadi alternatif mulia sambil terus berikhtiar menuju haji.
Baca juga: Ucapan Doa untuk Orang Berangkat Umroh
Pengertian sholawat haji adalah bacaan sholawat yang diamalkan umat Muslim dengan niat khusus untuk memohon kemudahan dan keberkahan agar bisa menunaikan ibadah haji ke Baitullah. Sholawat ini berisi pujian dan permohonan rahmat kepada Nabi Muhammad SAW yang dikaitkan dengan harapan bisa sampai ke Tanah Suci dalam keadaan sehat, selamat, dan tercapai cita-citanya.
Membaca sholawat haji bukan merupakan kewajiban atau syarat wajib untuk bisa menunaikan ibadah haji. Sholawat ini bersifat sunnah dan sangat dianjurkan sebagai amalan spiritual pelengkap ikhtiar lahiriah seperti persiapan fisik dan finansial untuk berhaji.
Beberapa jenis sholawat yang berkaitan dengan haji antara lain Sholawat Hajjiyah, Sholawat Ibrahimiyah, Sholawat Hajiyah versi Syaikh Yusuf al-Nabhani, Sholawat Jibril, dan Sholawat Tausi'ul Arzaq. Masing-masing memiliki redaksi dan keutamaan yang berbeda, namun semuanya bertujuan memohon rahmat dan keberkahan dari Allah SWT.
Sholawat haji dapat dibaca kapan saja tanpa batasan waktu. Namun, waktu yang lebih utama antara lain setelah shalat fardhu, sepertiga malam terakhir, hari Jumat, saat berdoa, dan ketika menghadiri majelis sholawat. Khusus Sholawat Hajjiyah, para ulama menganjurkan membacanya setelah shalat Isya setiap malam.
Keutamaan membaca sholawat haji meliputi mendapatkan balasan sepuluh kali lipat rahmat dari Allah, dimudahkan terkabulnya doa, diampuni dosa, diangkat derajat, mendapat syafaat Nabi SAW di hari kiamat, serta disucikan hati dan jiwanya. Semua keutamaan ini berlaku untuk sholawat secara umum, termasuk yang diniatkan untuk kemudahan berhaji.
Tidak ada batasan pasti mengenai jumlah bacaan sholawat haji per hari. Prinsipnya, semakin banyak semakin baik. Untuk Sholawat Hajjiyah, ada anjuran membacanya satu kali setiap malam setelah Isya dan 40 kali di malam Jumat. Sedangkan Sholawat Hajiyah versi al-Nabhani dianjurkan lima kali setiap hari.
Membaca sholawat haji sebaiknya diiringi ikhtiar nyata seperti menabung, mempelajari manasik, menjaga kesehatan, serta memperbanyak amal saleh lainnya. Sholawat adalah bagian dari ikhtiar batin yang melengkapi usaha lahiriah agar cita-cita menunaikan ibadah haji dapat terwujud atas izin Allah SWT.
Ikuti kabar tips dan trik hanya di Kapanlagi.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?
(kpl/nlw)