Berangkat Umrah, Kimberly Ryder Panjatkan Doa Khusus Minta Jodoh
Setiap perjalanan umrah tentu membawa misi doa yang mendalam bagi setiap jemaah, begitu pula dengan Kimberly Ryder. Di tengah berbagai lika-liku kehidupan yang ia jalani, Kimberly sudah menyiapkan daftar doa yang akan ia sampaikan langsung di tempat-tempat mustajab di Mekkah.
Saat ditanya mengenai isi doanya, Kimberly tersenyum simpul ketika disinggung soal asmara. Tanpa menutup-nutupi, ia mengamini bahwa salah satu keinginannya adalah mendapatkan pasangan hidup yang terbaik dan masa depan yang lebih cerah.
Baca berita Kimberly Ryder lainnya di Liputan6.com.
"Aku sudah tahu kamu pasti pancingnya ke arah-arah mana. Hehehe. Dapat jodoh yang baik, amin. Rezeki yang baik, hidup yang lebih baik semuanya lebih baik. Mudah-mudahan tahun ini adalah tahun yang lebih baik," ucap Kimberly Ryder saat ditemui di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (4/3/2016).
Selain doa pribadi, Kimberly juga fokus pada persiapan batin agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik sepulangnya dari Tanah Suci. Ia mulai menjaga tutur kata dan perilakunya sejak sebelum keberangkatan sebagai bentuk keseriusannya beribadah.
"Persiapannya ya paling mencoba untuk lebih menjaga omongan, menjaga ibadah. Packing-packing pastinya. Terus rombongan kita kan banyak yang pertama kali juga kan umrah. Jadi banyak membantu, 'Eh ini perlu bawa nggak ya?' atau 'Ini masuknya di kabin apa di bagasi ya?' kayak gitu," jelasnya.
Menghadapi tahun yang baru dengan semangat ibadah Ramadan, Kimberly optimis bahwa segalanya akan dimudahkan. Ia menyerahkan semua rencana hidupnya kepada Sang Pencipta sambil terus berusaha memberikan yang terbaik bagi keluarga dan kariernya.
"Pokoknya semua pada berdoa, minta arahan dari Allah, minta yang terbaik. Kalau memang yang terbaik jalan, kita berangkat. Kalau memang yang terbaik nggak jalan, pasti ada saja hal-hal yang akhirnya terbatalkan. Tapi semua lancar kayaknya, lancar," pungkasnya.
Keberangkatan umrah Kimberly Ryder kali ini diiringi dengan kabar ketegangan situasi geopolitik di wilayah Timur Tengah. Meski banyak informasi yang simpang siur mengenai keamanan penerbangan, ibu dua anak ini tetap mantap melanjutkan perjalanannya. Ia memilih untuk berserah diri sepenuhnya atas keselamatan dirinya dan rombongan.
Kimberly menyadari adanya kekhawatiran dari berbagai pihak, termasuk adanya informasi mengenai pembatalan sejumlah penerbangan. Namun, ia tidak ingin terjebak dalam rasa takut yang berlebihan. Baginya, jika memang sudah takdirnya untuk berangkat, maka jalan akan selalu dimudahkan oleh Tuhan.