Joe Taslim Ungkap Beda Gaya Tiga Sutradara Ternama Dunia Laga
© KapanLagi.com/Sahal Fadhli
Karier gemilang Joe Taslim di genre laga telah mempertemukannya dengan sutradara-sutradara ternama yang memiliki gaya penyutradaraan unik. Dari pengalamannya, ia membeberkan perbedaan mendasar dalam pendekatan laga dari tiga sutradara yang pernah bekerja sama dengannya: Gareth Evans, Timo Tjahjanto, dan Kenji Tanigaki.
Menurut Joe, setiap sutradara memiliki ciri khas yang sangat kuat dalam merancang sebuah adegan pertarungan. Gareth Evans, sutradara THE RAID, dikenal dengan pendekatannya yang sangat realistis dan membumi.
"Gareth Evans di THE RAID itu sangat mencoba approach dia tuh real ya. Approach dia tuh grounded, real. Kalau nonton THE RAID kan kita nggak banyak ngelihat akrobatik movement sekarang," jelas Joe Taslim saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (16/10/2025).
Baca berita lain tentang Joe Taslim di Liputan6.com, yuk! Kalau bukan sekarang, KapanLagi?
Berbeda dengan Gareth, Timo Tjahjanto yang mengarahkannya di THE NIGHT COMES FOR US memiliki gaya yang lebih stylish dan cenderung seperti komik, dengan desain karakter dan gambar yang sangat khas.
"Timo pun agak mirip cuman Timo mungkin lebih stylish. Dalam artian, gambar dia tuh lebih ada pengaruh mungkin dari film-film Jepang, sangat-sangat stylish," tuturnya.
Sementara itu, Kenji Tanigaki, sutradara asal Jepang yang menggarap film THE FURIOUS, membawa gaya laga yang sangat kompleks dan berfokus pada manuver.
Gerakan-gerakan dalam filmnya sangat terpengaruh oleh anime, dengan banyak gerakan berputar yang rumit.
"Jepang itu lebih kompleks dalam arti manuver. Jadi Jepang itu kalau nonton Rurouni Kenshin kan kita lihat gerakan samurai main pedang itu bisa dia lari itu dia muter, kayak kakinya cepet banget," ungkap Joe.
Menurutnya, gaya laga Jepang ini memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi karena menuntut aktor untuk melakukan manuver tubuh yang tidak biasa.
"Banyak gerakan berputar, kompleks, dan jujur aja susah," pungkas Joe Taslim.