Ruben Onsu Adopsi Anak Secara Spontan, Ada Dokumen
Ruben Onsu mengadopsi anak dan, menurut kuasa hukumnya Minola Sebayang, keputusan itu diambil secara spontan tanpa banyak pertimbangan. Minola juga menegaskan ada dokumen resmi dari panti asuhan atau yayasan yang menjadi dasar penyerahan pengasuhan kepada Ruben. Ia menyebut sudah menanyakan langsung soal keputusan tersebut kepada kliennya.
Minola membantah anggapan adanya perhitungan tertentu di balik keputusan Ruben mengadopsi anak. "Tidak ada pertimbangan. Ini juga satu hal yang salah. Pihak publik mencoba menggiring gitu, apa pertimbangannya, pertimbangannya itu, karena mungkin dia nggak ada. Nggak ada pertimbangan. Itu spontanitas. Ya, saya juga tanya sama Ruben, itu spontanitas," ujar Minola Sebayang saat ditemui di kantornya, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026).
Soal legalitas, Minola menyebut sudah ada dokumen resmi dari panti asuhan atau yayasan. Dokumen tersebut menyatakan Ruben diberi hak untuk mengadopsi anak itu.
"Kan kalau bicara masalah legalitasnya itu kan artinya ini kan sudah ada suatu dokumen resmi dari panti asuhan, ya panti asuhan atau yayasan yang tadinya diserahkan untuk bertanggung jawab kepada anak itu karena nggak ada orang yang mempertanggungjawabkan gitu ya. Dan itu sudah ada, artinya legalitas dokumen legalitasnya itu bahwa yang mengadopsi yang diberikan hak untuk mengadopsi itu adalah Ruben," jelas Minola.
Minola menyampaikan kemungkinan peningkatan status legalitas akan dibicarakan dengan Ruben. Untuk saat ini, berkas yang ada dinilai memadai. "Apakah ini akan ditingkatkan legalitasnya, ya ini kan kita akan tanyakan ke Ruben gitu loh. Tapi kan hari ini masih ada persoalan-persoalan seperti ini, saya rasa cukuplah artinya dokumen yang dari yayasan atau panti asuhan itu sebagai satu dokumen yang intinya adalah ada suatu proses serah terima yang sah penyerahan anak itu untuk dirawat dan diasuh oleh Ruben," katanya.
Ia juga meminta publik tidak mendramatisasi keputusan tersebut. "Ya, justru kalau banyak pertimbangan ya sesuatu hal itu kadang-kadang bisa nggak jadi dijalankan gitu loh. Kita mau makan gitu tapi banyak pertimbangan, mau makan sesuatu tapi pertimbangannya banyak, pasti nggak jadi makan kita. Ya, jadi jangan selalu mendramatisasi sesuatu hanya untuk memenuhi pemikiran-pemikiran supaya kelihatan Ruben itu apapun yang dilakukan adalah salah," pungkasnya.