Ruben Onsu dan Sarwendah Bakal Bertemu 11 Juli, Bahas Hak Anak

Perselisihan pasca perceraian antara Ruben Onsu dan Sarwendah akan memasuki tahap lanjutan melalui pertemuan antar kuasa hukum yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Juli 2026. Pertemuan tersebut disebut akan membahas sejumlah persoalan yang masih berkaitan dengan kesepakatan pasca perceraian.

Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menjelaskan bahwa agenda tersebut merupakan tindak lanjut dari berbagai poin yang telah disepakati sebelumnya, termasuk terkait hak dan kewajiban masing-masing pihak.

Foto 1 dari 7
KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi

"Pertemuan itu akan membahas semua masalah, mulai dari Akta Nomor 39 sampai masalah teknis bagaimana anak-anak bisa bertemu dengan kedua orang tuanya, termasuk masalah cicilan-cicilan yang belum diselesaikan oleh pihak klien Bang Minola," ujar Chris Sam Siwu dalam jumpa pers virtual, Sabtu (20/6/2026).

Foto 2 dari 7
KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi

Di tengah berbagai pemberitaan dan polemik yang berkembang, Chris mengungkapkan bahwa Sarwendah sebenarnya merasakan kesedihan. Namun, ia memilih untuk tetap tegar demi menjaga kondisi psikologis anak-anaknya.

Foto 3 dari 7
KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi

"Klien kami sejujurnya sedih dengan kondisi ini, tetapi dia memilih tidak marah, apalagi di depan anak-anaknya. Dia menunjukkan ketegarannya sebagai seorang wanita dengan tidak menangis di depan anak-anak maupun media," ungkap Chris.

Foto 4 dari 7
KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi

Menurutnya, Sarwendah berusaha menahan emosi agar anak-anak tidak ikut terbebani oleh konflik yang terjadi di antara kedua orang tuanya. Selain itu, pihak Sarwendah juga menyatakan siap apabila nantinya ada gugatan resmi yang diajukan ke pengadilan. Chris menilai jalur hukum merupakan tempat paling tepat untuk menyelesaikan persoalan secara objektif.

Foto 5 dari 7
KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi

"Terkait rencana gugatan, kami sangat menanti gugatan tersebut. Bukannya kami menantang, tetapi pengadilan adalah ruang tertutup yang sangat adil dan fair bagi masing-masing pihak untuk menyampaikan bukti-bukti tanpa adanya penghakiman sepihak dari media sosial," tegasnya.

Foto 6 dari 7
KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi

Sementara itu, rekan Chris, Abraham Simon, mengimbau para pendukung kedua belah pihak untuk menahan diri dan tidak memperkeruh suasana di ruang publik. Menurutnya, hal tersebut penting demi menjaga kesehatan psikologis dan kehidupan sosial anak-anak.

Foto 7 dari 7
KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi

"Hal ini sangat penting agar tidak memberikan dampak buruk terhadap psikologis maupun kehidupan sosial anak-anak mereka. Mari para pendukung untuk menahan diri. Kita sudahi polemik ini di ruang publik, dan kita selesaikan melalui ruang tertutup," tutup Abraham Simon.

Read More

Load More