Shindy Samuel Curhat Luka Pernikahan, Pernah Dihina 'Badak'
Shindy Samuel belum lama ini menggugat cerai suaminya, Rendy Samuel ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada Senin (20/4/26). Keputusan ini diampil setelah lama menghadapi konflik rumah tangga. Salah satu hal yang diungkapkan Shindy terkait pengalamannya berada di titik terendah dalam hidup.
Ia membagikan kisah refleksi dan mendalam tentang perjalanan hidupnya hingga akhirnya memutuskan untuk mengambil jalan cerai. Menurut Shindy, pernikahan seharusnya menjadi tempat untuk saling menghargai dan memuliakan satu sama lain. Namun, kenyataan yang ia hadapi justru sebaliknya.
Dalam sebuah unggahan panjang, ia mengungkap bahwa dirinya pernah berada di titik terendah yang begitu membekas secara emosional. Tapi hal yang paling menyayat hati bukan soal kondisi fisik atau kesulitan materi yang dia alami.
"Pernah berada di titik terendah dalam hidup. Bukan saat berat badanku pernah di angka 178kg. Bukan juga saat dia 'hampir tidak pernah' memberikan nafkah selama 9 Tahun," ungkap Shindy.
"Titik terendah dalam hidupku adalah saat aku dikatain 'BADAK' oleh seseorang yang seharusnya paling meratukan Aku," lanjutnya. Ia merasakan bagaimana kata-kata dapat melukai lebih dalam daripada tindakan fisik, meninggalkan bekas yang sulit dihapus.
Dari pengalaman tersebut, Shindy mulai memahami bahwa luka emosional memiliki dampak yang sangat besar. Ia belajar bahwa lisan yang baik adalah salah satu kunci untuk menjaga cinta tetap hidup, bahkan ketika fisik manusia terus berubah seiring waktu.
Meski begitu, ia tidak ingin terus terjebak dalam kesedihan. Perlahan namun pasti, Shindy mulai bangkit dari keterpurukan. Ia berusaha mengenal kembali dirinya, menerima kekurangan, dan belajar mencintai diri sendiri tanpa syarat.
Kini, dari semua luka yang pernah ia rasakan, Shindy justru menemukan kekuatan baru. "Karena wanita yang pernah hancur, adalah wanita yang tahu cara bersinar lebih kuat dari sebelumnya," tutup Shindy.