10 Potret Momen Menarik dalam Film 'INSIDE OUT 2' yang Sayang untuk Dilewatkan, Kemunculan Emosi-Emosi Baru Bikin Makin Seru
Screen Rant
Lanjutan dari kisah Riley dan segala emosinya, INSIDE OUT 2 mengisahkan pertumbuhan Riley menjadi seorang remaja puber dengan banyaknya ketidakstabilan emosinya.
Yang jadi sorotan di seri kedua ini adalah satu karakter baru bernama Anxiety yang bisa dibilang relate dengan banyak penonton. Karakter pendamping baru lainnya seperti Embarrasment, Envy, Ennui dan Nostalgia juga mendukung gejolak emosi yang sesuai dengan masa puber seorang remaja.
Apa aja sih momen terbaik di INSIDE OUT 2 ini? Simak gambarnya di bawah ini, yuk!
Salah satu adegan yang bikin penonton excited ketika para emosi baru muncul di markas besar. Di adegan ini, emosi inti Riley (Joy, Angry, Sadness, Disgust dan Fear) merasa terganggu oleh emosi baru Riley yang lebih kompleks.
Emosi baru bernama Envy merasa ingin menyentuh segala hal yang menarik perhatiannya tanpa berpikir dua kali. Tindakan Envy tersebut membuat para emosi lain berpikir betapa destruktifnya emosi yang satu ini.
Emosi baru ini muncul di tengah kekacauan yang terjadi di markas besar. Nostalgia, yang digambarkan sebagai seorang nenek tua yang selalu mengingat kejadian-kejadian di masa lalu. Emosi ini tidak banyak ditampilkan, karena Riley dianggap masih terlalu muda untuk bernostalgia.
Ennui jauh lebih panik saat ia kehilangan ponselnya daripada ketika Riley mengalami anxiety attack. Ia digambarkan sebagai sosok yang sangat malas dan menolak untuk bangkit dari sofanya. Satu-satunya hal yang membuat ia bangun dari rebahannya ialah ketika ponselnya diambil oleh Sadness.
Salah satu emosi baru yang jadi sorotan di INSIDE OUT 2 ini adalah Anxiety. Ia berhasil mengajak penonton ikut panik dengan skenario-skenarionya yang belum tentu akan terjadi di hidup Riley. Di adegan ini, Anxiety sukses menggambarkan kekacauan pikiran yang diliputi dengan kecemasan.
Anxiety dan para emosi baru di adegan ini berhasil menggantikan Joy dan emosi lama, serta membuat rasa percaya diri Riley menurun. Sementara itu, Joy bersama emosi lainnya menghadapi berbagai rintangan untuk bisa kembali ke markas besar Riley.
Saat Anxiety merasa ia bisa mengendalikan pikiran Riley, ia malah kewalahan dan membuat Riley mengalami anxiety attack. Adegan ini membuat penonton sadar bahwa Anxiety bukanlah antagonis. Ia selalu berusaha memperingatkan Riley. Namun, ia tidak tahu apa yang terbaik untuk Riley dan merasa kehilangan arah.
Sama seperti saat Riley menyadari pentingnya keberadaan Sadness di INSIDE OUT 1, Joy akhirnya menyadari bahwa Anxiety juga penting agar Riley bisa bertumbuh sebagai pribadi yang lebih baik lagi.
Tak banyak bicara dan bertindak karena sesuai dengan namanya, Embarrasment, ia diam-diam membantu Sadness agar emosi lama Riley dapat kembali ke markas besar dan menggagalkan rencana Anxiety.
Di akhir film ini, Joy akhirnya berhasil menenangkan Anxiety dari segala kecemasannya bagi hidup Riley. Anxiety menyadari bahwa ia telah memberikan dampak yang negatif bagi Riley dan menyerahkan kendali markas besar pada Joy.