Kapanlagi.com - Apakah KLovers tertarik belajar bahasa Jepang? Salah satu hal penting yang perlu kalian pelajari adalah ungkapan bahasa Jepang bekerja. Di Jepang, bekerja sangat dihargai dan ini terlihat dari banyaknya kata-kata khusus untuk bahasa Jepang bekerja.
Dalam artikel ini, Kapanlagi akan belajar tentang kata-kata dan ungkapan bahasa Jepang bekerja yang berhubungan dengan bekerja. KLovers akan menemukan banyak kosakata baru yang cocok untuk pemula. Terutama untuk ungkapan bahasa Jepang bekerja
Bagi yang penasaran dengan ungkapan-nya. Yuk, simak penjelasan bahasa Jepang bekerja lengkap dengan jenis-jenis ungkapan lain dan contoh kalimatnya. Langsung saja dicek KLovers!
Tipe Kepribadian MBTI Jokowi yang Diprediksi ISFJ, Bisa Dilihat dari Gaya KepemimpinannyaAdvertisement
Dalam bahasa Jepang, kata atau ungkapan bahasa Jepang bekerja bisa diterjemahkan sebagai "hataraku". Kata ini memiliki arti dasar melakukan pekerjaan atau aktivitas yang menghasilkan sesuatu. Ungkapan bahasa Jepang bekerja ini dari etimologinya berasal dari gabungan kanji "hatara" yang berarti "bekerja" dan akhiran "ku" yang mengubahnya menjadi kata kerja.
Penggunaannya sangat luas dalam percakapan sehari-hari maupun konteks formal. Kata bahasa Jepang bekerja ini memiliki beberapa variasi dan sinonim seperti "shigoto suru" yang lebih fokus pada melakukan tugas tertentu, dan "tsutomeru" yang berarti bekerja untuk organisasi tertentu. Dalam budaya Jepang, konsep bekerja memiliki makna.
Bila direpresentasikan oleh kata, sangat dihormati dan sering dikaitkan dengan dedikasi serta kerajinan, mencerminkan etika kerja yang kuat dalam masyarakat Jepang. Kata bahasa Jepang bekerja ini juga memiliki bentuk-bentuk terkait seperti "hatarakimono" yang berarti pekerja keras, dan "hatarakikata" yang merujuk pada cara bekerja.
6 Film Jepang tentang Persahabatan Paling Populer, dari Kisah Pertumbuhan Pribadi - KesetiaanPenggunaan hataraku dalam kalimat lebih kompleks. Dengan demikian, hataraku merupakan kata yang sangat penting dalam bahasa Jepang sehari-hari dan bisnis, merefleksikan nilai-nilai budaya tentang etos kerja di Jepang. Sehingga, KLovers perlu mengetahui perbedaan penggunaan hataraku sebagai ungkapan bahasa Jepang bekerja dalam percakapan.
Setelah mengetahui makna bahasa Jepang bekerja, KLovers juga bisa mengetahui jenis-jenis bahasa Jepang bekerja. Dalam bahasa Jepang, ada beberapa kata yang merujuk pada konsep "bekerja".
Setiap kata memiliki nuansa dan konteks penggunaan yang sedikit berbeda. Dan berikut ini beberapa jenis-jenis bahasa Jepang bekerja lengkap dengan contoh kalimat dan juga artinya:
1. Hataraku: Ini adalah kata yang paling umum untuk "bekerja". Digunakan dalam konteks umum untuk menggambarkan aktivitas bekerja.
Tipe Kepribadian MBTI Jokowi yang Diprediksi ISFJ, Bisa Dilihat dari Gaya KepemimpinannyaContoh: "Kare wa mainichi isshoukenmei hatarakimasu." (Dia bekerja keras setiap hari.)
2. Shigoto suru: Berarti "melakukan pekerjaan". Kata ini lebih fokus pada tugas atau pekerjaan tertentu.
Contoh: "Shuumatsu ni ie de shigoto wo shiteimasu." (Saya sedang mengerjakan pekerjaan di rumah pada akhir pekan.)
3. Tsutomeru: Biasanya digunakan untuk menggambarkan bekerja di perusahaan atau institusi tertentu.
Contoh: "Watashi wa ginkou ni tsutometeimasu." (Saya bekerja di bank.)
4. Juuji suru: Berarti "terlibat dalam" atau "mengabdikan diri pada" pekerjaan tertentu.
Contoh: "Kanojo wa iryou kenkyuu ni juuji shiteimasu." (Dia terlibat dalam penelitian medis.)
5. Roudou suru: Kata ini lebih formal, sering digunakan dalam konteks hukum atau ekonomi untuk merujuk pada tenaga kerja.
Contoh: "Roudousha no kenri wo mamoru koto ga juuyou desu." (Penting untuk melindungi hak-hak pekerja.)
6. Arubaito suru: Merujuk pada pekerjaan paruh waktu atau sambilan, berasal dari kata Jerman "Arbeit".
Contoh: "Gakusei no toki, konbini de arubaito shiteimashita." (Ketika menjadi mahasiswa, saya bekerja paruh waktu di minimarket.)
7. Shuushoku suru: Berarti "mendapatkan pekerjaan" atau "mulai bekerja", sering digunakan dalam konteks memasuki dunia kerja.
Contoh: "Rainen no haru ni shuushoku suru yotei desu." (Saya berencana untuk mulai bekerja pada musim semi tahun depan.)
8. Shukkin suru: Kata ini memiliki arti "pergi bekerja" atau "hadir di tempat kerja".
Contoh: "Maiasa shichi-ji ni shukkin shimasu." (Saya pergi bekerja setiap pagi jam 7.)
9. Kasegu: Kata ini lebih spesifik berarti "menghasilkan uang" atau "mencari nafkah".
Contoh: "Kaigai de hataraite takusan okane wo kasegimashita." (Saya menghasilkan banyak uang dengan bekerja di luar negeri.)
10. Tsutomeru: Kata ini lebih mirip dengan "melayani", tapi lebih menekankan pada melaksanakan tugas atau kewajiban.
Contoh: "Kare wa shachou toshite juu-nenkan tsutomemashita." (Dia menjabat sebagai direktur perusahaan selama 10 tahun.)
Itulah penjelasan ungkapan bahasa Jepang bekerja yang bisa KLovers ketahui. Dengan belajar ini, kalian tidak hanya bisa berbicara tentang pekerjaan dalam bahasa Jepang, tapi juga mengerti lebih dalam makna bahasa Jepang bekerja.
(kpl/dhm)