Bahas Sita Aset Koruptor, Gus Miftah Puji Sufmi Dasco di Momen Ultah

Kapanlagi.com - Gus Miftah memberikan ucapan ulang tahun untuk Sufmi Dasco Ahmad yang genap berusia pada Rabu, 7 Oktober 2026. Lewat unggahan terbaru di Instagram pribadinya, pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji itu membagikan potret kebersamaan mereka sekaligus menyampaikan sejumlah pujian terhadap sosok Wakil Ketua DPR RI tersebut.

Namun, unggahan tersebut bukan sekadar ucapan selamat ulang tahun. Gus Miftah juga menyelipkan pesan mengenai pemberantasan korupsi, termasuk soal hukuman bagi pelaku korupsi dan wacana perampasan aset hasil kejahatan.

Dalam unggahannya, Gus Miftah turut menyoroti gaya kepemimpinan Sufmi Dasco yang menurutnya tenang, tegas, dan tidak banyak mencari sorotan. Ia menilai karakter tersebut menjadi salah satu alasan Dasco layak mendapat apresiasi di tengah dinamika politik nasional.

Gus Miftah Berangkatkan Umrah 15 Orang Guru Ngaji, Wujudkan Impian ke Tanah Suci

Advertisement

1. Gus Miftah Puji Gaya Kepemimpinan Sufmi Dasco

Gus Miftah menggambarkan Sufmi Dasco sebagai sosok yang mampu bekerja tanpa harus selalu berada di panggung utama. Menurutnya, politikus Partai Gerindra tersebut tetap bisa bersikap tegas tanpa menciptakan kegaduhan.

"Don Dasco, tenang tanpa kehilangan ketegasan, kuat tanpa harus gaduh, dan bekerja tanpa selalu meminta panggung," ujar Gus Miftah saat dihubungi awak media, Rabu (7/10).

Ia kemudian melanjutkan pujiannya terhadap sosok yang akrab disapa Don Dasco tersebut.

Sayangkan Pembubaran Kegiatan Ibadah di Sukabumi, Gus Miftah Serukan Toleransi

"Don dasco Bekerja dalam senyap, hadir saat dibutuhkan, dan bicara ketika keadaan membutuhkan jalan keluar," tuturnya menambahkan.

Gus Miftah juga menilai Dasco merupakan salah satu figur yang berusaha menjembatani aspirasi masyarakat. Dalam pandangannya, ketenangan dalam mengambil keputusan menjadi salah satu karakter penting yang dibutuhkan seorang pemimpin, terutama ketika menghadapi situasi politik yang penuh dinamika.

2. Singgung Hukuman Mati dan Perampasan Aset Koruptor

Selain memberikan pujian kepada Sufmi Dasco, Gus Miftah membagikan cuplikan ceramah yang membahas persoalan korupsi. Dalam video pada slide kedua unggahannya, terlihat dialog antara sang pendakwah dengan seorang jemaah perempuan bernama Mega dari Bogor, Jawa Barat.

Mega mengajukan pertanyaan mengenai wacana hukuman mati dan perampasan aset terhadap pelaku korupsi. Gus Miftah kemudian memberikan jawaban dengan nada tegas di hadapan para jemaah yang hadir.

"Mengambil hak rakyat terlalu banyak, maka hukum mati," tegas Gus Miftah seperti dikutip dari video tersebut.

Sayangkan Pembubaran Kegiatan Ibadah di Sukabumi, Gus Miftah Serukan Toleransi

Ia kemudian menanyakan pandangan hadirin mengenai penyitaan aset milik pelaku korupsi oleh negara.

"Kamu setuju asetnya dirampas oleh negara?" tanya Gus Miftah.

Respons tersebut kemudian menjadi bagian dari pesan Gus Miftah mengenai pentingnya memberikan hukuman tegas terhadap pelaku korupsi. Ia mengecam tindakan koruptor yang menimbun kekayaan hasil kejahatan, meski sudah mendapatkan penghasilan resmi sebagai pejabat atau penyelenggara negara.

3. Kaitkan dengan Sikap Sufmi Dasco terhadap Aspirasi Rakyat

Pembahasan mengenai korupsi itu kemudian dikaitkan Gus Miftah dengan sosok Sufmi Dasco. Ia memberikan apresiasi terhadap pimpinan DPR RI tersebut yang disebut berani menemui massa aksi dan mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung.

Dalam cuplikan video tersebut, Gus Miftah menyoroti sikap pimpinan DPR RI yang disebut pernah menandatangani pakta integritas bersama mahasiswa dan elemen buruh saat aksi demonstrasi berlangsung.

Bagi Gus Miftah, keberanian pejabat publik untuk turun langsung dan berhadapan dengan masyarakat menjadi salah satu bentuk kepemimpinan yang patut diapresiasi. Pesan tersebut sekaligus menjadi penutup cuplikan ceramah yang ia bagikan dalam unggahan ulang tahun Sufmi Dasco.

Gus Miftah Kagumi Diplomasi Pemerintah Indonesia soal Selat Hormuz

"Dan pimpinan DPR yang berani tanda tangan atas demo rakyat," seru Gus Miftah menutup cuplikan videonya sembari menunjuk keteladanan sang kawan.

    (kpl/gtr)