Kapanlagi.com - Gitaris band Padi Reborn, Piyu, punya cerita menarik di balik langkah barunya di dunia kuliner. Semuanya bermula saat Padi Reborn diundang tampil di ajang Mandalika MotoGP, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), beberapa tahun lalu. Di sela jadwal manggung itu, Piyu diajak seorang teman mampir ke sebuah restoran.
"Waktu setelah pandemi, aku dan Padi Reborn diundang di Mandalika MotoGP. Temanku Samuel, suaminya Kak Suji, bilang, 'Mas mampir ya ke resto aku'. Habis main, kita sama kru dan tim semua mampir makan di situ," ujar Piyu saat ditemui di Blok M, Jakarta Selatan, Rabu (4/11/2026).
Restoran milik keluarga Samuel itu bernama Yejeon, dan masakannya langsung disukai Piyu beserta kru. Dari obrolan di meja makan, muncul rencana membawa Yejeon ke Jakarta. Butuh waktu tiga tahun sampai rencana itu terwujud.
Piyu Padi Reborn Nostalgia di JIAVS 2025 Ungkap Keinginan Mengembalikan Suara Vinyl ke PublikAdvertisement
"Jatuh cintalah kita dengan masakan ini. Dari situ ngobrol-ngobrol sama Kak Suji dan Samuel, 'Gimana kalau nanti kita bikin di Jakarta?' Nah, tiga tahun kemudian barulah terwujud kita buka di sini," katanya.
Yejeon di Lombok didirikan sekitar 25 tahun lalu oleh Mama Kim dan suaminya yang berasal dari Korea Selatan. Resepnya diwariskan empat generasi, dari nenek buyut hingga kini diteruskan Suji.
Sejak awal, bahan-bahannya disesuaikan agar bisa dinikmati masyarakat Lombok yang mayoritas muslim, dan restoran di Jakarta ini sudah bersertifikat halal MUI.
"Mama Kim mencari formula yang membuat resep ini tetap otentik dan tradisional, tapi bisa dikonsumsi orang-orang lokal dan muslim. Yang biasanya ada campuran non-halal dihilangkan atau dicarikan penggantinya," terang Piyu.
Diwakili Piyu Padi Reborn, AKSI Tanggapi Pernyataan LMKN Tentang Denda Direct License Sebesar 1 MiliarCabang Jakarta ini berdiri di kawasan Blok M, tepat di depan MRT. Menu andalannya Jjukumi Hanpan, hidangan porsi besar berisi gurita kecil, mie, dan tteokbokki dengan rasa manis, asam, dan pedas.
"Kalau menu, semua kita serahkan pada Mama Kim. Nanti kalau aku ikut-ikutan, malah rasanya agak sedikit rawon-rawon. Jadi lebih baik aku nggak ikut-ikutan di dapur," jelasnya.
Piyu Padi: Musisi Serba Bisa - Suara untuk Hak Cipta di Industri MusikPria bernama lengkap Satriyo Yudi Wahono ini menyebut harga menunya dibuat terjangkau untuk anak muda, mulai dari sekitar Rp 100 ribu. Ia juga memakai uang tabungannya untuk merenovasi bangunan agar suasana Korea terasa. Blok M dipilih karena kawasan ini sedang ramai dengan kegiatan anak muda.
"Jadi kami sulap menyerupai Hanok dengan lorong-lorong kayu kuno. Terus ditambah figur musisi G-Dragon BIGBANG untuk menarik para penggemar," pungkasnya.
Piyu Padi Soroti Kasus Agnez Mo vs Ari Bias, Mengapa Penyanyi Harus Peduli dengan Hak Cipta?(kpl/far/ums)