Kapanlagi.com - Telkomsel baru saja mengumumkan akan menggelar program Digital Creative Enterpreneurs (DCE) 2021 yang ditujukan untuk mengakselerasi transformasi digital sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia. Program ini menjadi bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) Telkomsel yang dibuka dengan acara webinar bertajuk Digital Mindset for Digital Acceleration. Webinar ini dihadiri oleh Head of Growth Kapanlagi Youniverse, Cahyanto Arie Wibowo dan Co-Founder Everwhite, Jessica Lin.
Melalui DCE, Telkomsel ingin membuka peluang dan kesempatan lebih luas bagi para pelaku UKM agar dapat meningkatkan kapasitas maupun kapabilitas digitalnya. "Digital Creative Entrepreneurs 2021 diharapkan dapat menjadi peluang besar bagi para pelaku UKM dalam beradaptasi sekaligus mengimplementasikan berbagai perkembangan teknologi terkini yang untuk mendukung kemajuan usaha ke level lebih tinggi," tutur General Manager CSR Telkomsel, Andry P. Santoso, dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Selasa (2/11/2021).
Pada 2020, Telkomsel sebenarnya pernah menggelar program serupa melalui Digital Creative Millenials yang khusus menyasar pelaku usaha kecil khusus busana. Namun pada tahun ini, peserta program dibuka untuk seluruh UKM di Indonesia. Selain itu, menurut manager CSR Education and Community Development Telkomsel, Hadi Sucipto, program DCE 2021 terbuka untuk beberapa kategori pelaku UKM, seperti di bidang kuliner, fashion, dan kerajinan tangan.
Advertisement
Para mentor yang berpartisipasi, menurut Hadi, juga bukan berasal dari brand besar, melainkan para pelaku UKM yang sudah sukses. Jadi, para peserta program dapat merasakan kedekatan mengenai materi berdasarkan pengalaman dari para mentor tersebut.
Program ini juga mengusung semangat kolaborasi sehingga melibatkan ekosistem digital Telkomsel, seperti 99 persen Usahaku, Telkomsel MyAds, serta Kuncie. Lalu bekerja sama pula dengan Emtek Digital, seperti Bukalapak, Vidio, dan KLY.
Tidak hanya itu, para UKM juga bisa mendapatkan modul pembelajaran untuk mengembangkan bisnisnya. Selanjutnya, peserta akan kembali disaring menjadi 15 peserta untuk mengikuti sesi workshop, orientasi, mentoring selama satu minggu, lalu dipilih lagi menjadi 9 UKM terbaik.
"Kami akan membuatkan sebuah virtual eksibisi dan 9 finalis UKM tersebut akan menjadi garda depan dalam virtual eksibisi tersebut. Jadi, program ini akan benar-benar mengajari proses hulu ke hilir bagi UKM," ujarnya menjelaskan.
(kpl/frs)