Jadi Korban Robot Trading ATG Wahyu Kenzo, Olive Lee Minta Transparansi

Kapanlagi.com - Masih segar di ingatan betapa publik menyorot tajam kasus robot trading ATG milik Wahyu Kenzo. Olive Lee, menjadi salah satu korban kasus tersebut. Ia mengaku telah jadi member robot trading ATG (Auto Trade Gold) sejak tahun 2021.

Diakuinya, ia tergiur sebab pemilik dari robot trading tersebut terlihat dekat dengan para selebriti dan orang-orang yang dikenal. Apalagi, ramai disebut keuntungan dari robot trading mencapai 15 persen per bulannya.

Selain itu, Olive melihat robot trading sebagai peluang saat pandemi. Ya, bisnis pomotor musik yang dijalaninya mengalami kebangkrutan kala itu.

Advertisement

"Sebagai seorang pebisnis yang juga sudah pensiun tentulah ini peluang yang sangat bagus, dan ternyata begitu beberapa bulan saya ada di dunia robot trading, saya melihat banyak member dari berbagai kalangan, seperti ibu rumah tangga, bapak-bapak yang terkena PHK dampak dari pandemi, bahkan orang-orang yang memiliki kebutuhan khusus. Wah saya pikir ini adalah bisnis yang luar biasa bisa menjadi solusi bagi berbagai lapisan," terang Olive baru-baru ini.

1. Dana Dibekukan

Olive Lee minta transparansi (Credit: Istimewa)
Begitu menjadi member, Olive mengaku memang nilai nominal yang ia masukkan terus bertambah.

"Singkat cerita pada bulan Februari 2022 ada banyak robot trading yang bermasalah, namun hanya robot trading yang saya gunakan (ATG) tidak mengalami hal serupa seperti yang lain. Sampai bulan Maret 2022 saat semua robot trading mati, namun ATG masih berdiri tegak bahkan bisa mengambil uang walaupun terbatas," imbuhnya.

Lalu sampai pada sebuah momen di mana robot trading Olive Lee mengalami kendala. Selain itu, banyak member yang tak bisa mengambil hasil dan uang simpanannya.

Olive Lee juga mendengar ada pembekuan dana oleh PPATK. Dari situ, ternyata ia baru mengetahui ATG bermasalah.

"Puncaknya pada tanggal 8 Maret lalu resmi memutuskan sang pemilik robot trading Wahyu Kenzo ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka atas tindakan pencucian uang dan atas dugaan penggelapan dana dari kasus robot trading yang dimilikinya dengan total kerugian di nilai Rp 9 T dengan jumlah member terdaftar sesuai dengan hasil informasi dari polisi sebanyak 25 ribu yang tersebar di berbagai negara," kata Olive.

2. Mulai Curiga

Dari keterangan yang didapat dari berita soal ATG milik Wahyu Kenzo, Olive Lee melihat kejanggalan.

"Seingat saya member ATG itu lebih dari 25 ribu member yang tersebar di seluruh dunia, bahkan ada puluhan ribu member dari negara Prancis," ujarnya.

Terkait kasus Wahyu Kenzo, Olive Lee hanya meminta kejelasan ke pihak berwajib yang menangani terkait uang yang dimiliki di ATG. Ia mempertanyakan apakah uang tersebut ada di broker dan siapakah pemilik dari broker ATG tersebut.

"Ya saya dan member lain harapkan adanya kejelasan dan transparan dalam kasus ini. Namun saya juga menyampaikan apresiasi terhadap kinerja kepolisian yang luar biasa membantu masalah ini, terutama kepada Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budhi Hermanto, dan jajaran Kepolisian dari Polda Jatim," tutupnya.

    (kpl/tdr)