Kapanlagi.com - Kepergian mendadak Gary Iskak akibat kecelakaan tunggal pada Sabtu lalu menyisakan cerita pilu bagi keluarga yang ditinggalkan. Sang istri, Richa Novisha, mengungkapkan adanya pesan-pesan terakhir yang seolah menjadi firasat sebelum sang suami berpulang.
Meski Richa sendiri mengaku tak merasakan firasat khusus, namun sikap Gary kepada anak-anak mereka, Adilla dan Taqiya, terasa berbeda dari biasanya. Ada kata-kata perpisahan yang terucap dari mulut aktor berusia 51 tahun tersebut.
"Kalau firasat... firasat sih sebenarnya enggak ada ya. Cuma mungkin lebih ke anak-anak aja. Terus ngomong gitu, bilangnya, Ayah pamit dulu ya, cuma gitu aja sih. Terus ngasih barang buat anak-anak juga. Kalau ke aku sih mungkin, ya paling kalau dari pelukan kalau mau pergi, segitu aja sih," ungkap Richa, di rumahnya, kawasan Cirendeu, Tangerang Selatan, Senin (1/12/2025).
Baca berita lain tentang Gary Iskak di Liputan6.com, yuk! Kalau bukan sekarang, KapanLagi?
Momen mengharukan terjadi saat Gary memberikan sebuah barang kepada putra sulungnya, Muhammad Adilla Rafisya Iskak. Barang tersebut ternyata menjadi hadiah terakhir dari sang ayah.
"Iya, kemarin tuh sebelum almarhum pergi, sempat ngasih barang ke Adilla. Jaga ya barangnya. Ayah pamit dulu ya, gitu," cerita Richa menirukan ucapan mendiang suaminya.
Hadiah tersebut berupa sebuah topi yang diberikan Gary dengan pesan khusus agar Adilla menjaganya dengan baik. "Topi. Katanya, Ini hadiah buat kamu ya, dijaga baik-baik. Kamu pasti suka," lanjut Richa.
Kini, barang-barang peninggalan Gary menjadi pelipur lara bagi anak-anaknya. Bahkan, si bungsu Taqiya kerap berebut mengenakan sweater kesayangan ayahnya dengan sang kakak.
"Anak-anak juga pada pakai barang-barangnya. Itu sudah sweater-nya... Taqiya (anak) tuh senang banget pakai, sebenarnya kan udah dipakai sama kakaknya, Dilla. Jadi rebutan, 'Aku mau pakai yang itu,' sweater kesayangan almarhum dipakai terus sama dia," ujar Richa dengan mata berkaca-kaca.
Sementara itu, Richa sendiri mengaku belum sanggup untuk mencium atau memegang barang-barang peninggalan suaminya karena kesedihan yang masih mendalam. Namun, ia mencoba mengobati rindu dengan cara sederhana.
"Mengobati rindunya... ya tidur aja di bantal (almarhum). Tidur di bantalnya," tutup Richa.