Ketulusan Istri Berperan Besar di Titik Terendah Edwin Super Bejo

Kapanlagi.com - Setiap orang pernah mengalami titik terendah dalam hidup, tak terkecuali presenter senior Edwin Super Bejo. Setelah sempat merasakan gejala post-power syndrome, ia berhasil bangkit dan menemukan kembali semangat hidupnya berkat sebuah kesadaran mendalam dan dukungan luar biasa dari keluarga.

Edwin menceritakan bahwa titik baliknya terjadi ketika ia sadar akan kodrat manusia untuk terus bekerja dan bertanggung jawab, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk keluarga dan orang-orang di sekitarnya.

"Titik baliknya sebenernya, sadar bahwa kita ini enggak bisa diem. Sama memang Allah membuat manusia ini kan untuk beribadah sama dia membuat sesuatu yang bekerja," ujar Edwin Super Bejo saat ditemui di jalan Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (29/10/2025).

Baca berita lain tentang Edwin Super Bejo di Liputan6.com, yuk! Kalau bukan sekarang, KapanLagi?

Edwin Super Bejo Berduka, Sang Ibu Meninggal Dunia

Advertisement

1. Motivasi dalam Bekerja

Edwin Super Bejo Duduk di Lantai © instagram.com/edwinbejo

Dari kesadaran itu, ia menemukan tujuan hidup yang lebih mulia. Kini, motivasi terbesarnya dalam bekerja adalah untuk menjadi pribadi yang bisa memberikan manfaat bagi orang lain.

"Aku pengin, kenapa pengin berkarier bekerja sebaik mungkin? Pengin jadi orang yang bermanfaat untuk manusia yang lainnya. Intinya itu sih," tuturnya.

Pengakuan Edwin Super Bejo, Pernah Alami Post-Power Syndrome

2. Peran Besar Orang Terdekat

Edwin Super Bejo Berangkat Umroh © instagram.com/edwinbejo

Di balik kebangkitannya, ada peran besar dari orang-orang terdekat, terutama sang istri. Edwin bersyukur karena selama ia berada di fase sulit, keluarganya tidak pernah menuntut atau ikut larut dalam keluhan.

"Mereka tidak terikut larut untuk menuntut dan mengeluh," ungkapnya.

Ingin Fokus Tidak Tinggalkan Sholat, Edwin Super Bejo Tak Mau Disebut Hijrah - Hanya Mau Jadi Lebih Baik Setiap Harinya

3. Keyakinan Penuh Sang Istri

Edwin Super Bejo di Mekkah © instagram.com/edwinbejo

Ia mengenang sebuah momen di mana ia mendengar percakapan sang istri yang menunjukkan keyakinan penuh padanya. Kepercayaan itulah yang menjadi salah satu sumber kekuatan terbesarnya.

"Kayak aku pernah ngobrol sama istriku, 'Biarin aja dia begitu, tapi gua tau kok, dia pasti nanti bangkit'," kenang Edwin menirukan ucapan istrinya.

Edwin Super Bejo Berduka, Sang Ibu Meninggal Dunia

4. Kemampuan untuk Perbaiki Keadaan

Edwin Super Bejo di Pantai © instagram.com/edwinbejo

Sang istri dan keluarga memahami bahwa setiap manusia bisa mengalami pasang surut dan perubahan suasana hati. Mereka yakin bahwa Edwin memiliki kemampuan untuk memperbaiki keadaan dan menjadi pribadi yang lebih baik.

"Orang terdekatku paham, kadang-kadang manusia tuh mengalami hal-hal mood-mood atau masa-masa seperti itu dan dia yakin juga kayaknya selama ini dekat sama Edwin bahwa Edwin pasti bisa memperbaiki dan insyaallah lebih baik lagi," pungkasnya.

Mak Edwin Mau Izin Salat, Kata-Kata yang Disenangi Almarhumah Ibunda Semasa Hidup

5. Alami Gejala Post-Power Syndrome

Edwin Super Bejo Pakai Beskap © instagram.com/edwinbejo

Di balik citranya yang selalu ceria, komedian senior Edwin Super Bejo ternyata pernah melewati fase hidup yang cukup berat. Ia secara terbuka mengakui pernah mengalami gejala yang mendekati post-power syndrome, sebuah kondisi psikologis yang seringkali tidak disadari oleh penderitanya.

Post-power syndrome adalah keadaan di mana seseorang sulit menerima kenyataan bahwa ia tidak lagi memiliki kekuasaan, popularitas, atau jabatan seperti dulu. Hal ini seringkali diiringi dengan ketakutan kehilangan penghasilan dan keinginan untuk tetap mempertahankan gaya hidup masa lalu.

Edwin Super Bejo Berduka, Sang Ibu Meninggal Dunia

6. Jual Aset yang Dimiliki

Edwin Super Bejo Peluk Istri © instagram.com/edwinbejo

Edwin menjelaskan bahwa salah satu gejala yang ia rasakan adalah ketakutan tidak lagi memiliki penghasilan yang sama seperti di masa jayanya. Kondisi ini mendorong seseorang untuk melakukan berbagai cara agar tetap terlihat "punya", termasuk menjual aset yang dimiliki.

"Ketakutan enggak punya penghasilan. Akhirnya, merasa dulu punya misalnya dia memiliki sepuluh, padahal enggak bisa mencapai ke sepuluh gitu habis itu. Tapi dia pengin, seolah-olah ada. Akhirnya jual aset-asetnya," jelasnya.

Edwin Tegar Hantar Ibunda ke Peristirahatan Terakhir, Ayahnya tak Kuasa Air Mata Hingga Ditenangkan Jodi

7. Q&A Edwin Super Bejo

Foto Keluarga Edwin Super Bejo © instagram.com/edwinbejo

Q: Apa itu post-power syndrome?

A: Post-power syndrome adalah kondisi di mana seseorang merasa masih memiliki kekuasaan, padahal kenyataannya tidak lagi.

Q: Bagaimana dukungan istri membantu Edwin bangkit?

Edwin Tegar Hantar Ibunda ke Peristirahatan Terakhir, Ayahnya tak Kuasa Air Mata Hingga Ditenangkan Jodi

A: Dukungan istri yang tulus dan motivasi dari keluarga memberikan kekuatan untuk Edwin bangkit dari keterpurukan.

Q: Apa yang dilakukan Edwin setelah menyadari kesalahannya?

A: Edwin berusaha memperbaiki diri, kembali bekerja keras, dan fokus pada kehidupan spiritual.

Q: Apa program yang digagas Edwin untuk berbagi?

A: Edwin menggagas program umrah gratis bagi pengemudi ojek online sebagai bentuk berbagi dan mencari ridha Ilahi.

    (kpl/aal/rsp)

 

Topik Terkait