Kapanlagi.com - Memasuki usia pernikahan yang ketiga, pasangan Kiky Saputri dan M. Khairi semakin kompak. Namun, di balik keharmonisan tersebut, Kiky tak menampik adanya tantangan dalam komunikasi rumah tangga. Komika kondang ini mengaku memiliki gaya bicara yang keras dan tegas, yang ia sebut sebagai "didikan VOC".
Kiky menyadari bahwa kebiasaan bicaranya yang lantang dan to the point kerap menjadi pemicu gesekan. Ia terbiasa menjadi anak pertama yang mengatur adik-adiknya, serta memimpin tim kerja, sehingga nada bicaranya seringkali terdengar seperti sedang memerintah.
Simak berita Kiky Saputri lainnya di Liputan6.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?
"Aku kan didikan VOC ya. Biasanya 'Waaaaa' gitu, itu kan agak (kasar), jadi aku sampai sekarang di tahun ketiga ini masih terus mengingatkan diri: tenang, pelan-pelan, jangan dar-der-dor," ucapnya saat ditemui di kawasan Warung Jati, Jakarta Selatan, Selasa (06/01/2026).
Menghadapi suami yang karakternya lebih tenang, Kiky terus belajar untuk menurunkan intonasi suaranya. Ia tidak ingin kebiasaan tersebut menyakiti hati pasangannya. Khairi pun dituntut untuk lebih memahami dan membiasakan telinganya dengan gaya bicara sang istri yang meledak-ledak.
"Ini kan suami, kepala keluarga, nggak bisa. Aku biasa punya tim atau karyawan biasa 'ini gini ya', nggak bisa, itu beda sangat. Jadi aku masih belajar, Mas Khairi juga harus membiasakan diri kupingnya mendengar 'Waaaaa' ini," tambah Kiky.
Kunci keharmonisan mereka adalah komunikasi terbuka. Keduanya rutin meluangkan waktu untuk berdiskusi mengenai kekurangan dan kelebihan masing-masing, serta hal-hal yang tidak disukai dalam cara berkomunikasi.
"Kita obrolin, 'aku nggak suka kamu komunikasi gini', Kiky juga 'aku nggak suka komunikasi kamu gini'. Jadi itu yang mungkin menjadi tameng pernikahan sih salah satunya," jelas Khairi.
Menyadari hal itu, Kiky terus berusaha menurunkan nada bicara demi menjaga perasaan suaminya yang berkarakter lebih tenang. Bersama Khairi, mereka memilih komunikasi terbuka sebagai kunci utama pernikahan, saling menyampaikan hal-hal yang disukai dan tidak disukai.
Dengan saling pengertian dan usaha untuk memperbaiki diri, Kiky dan Khairi berharap rumah tangga mereka bisa terus langgeng dan harmonis.