Omar Daniel kembali hadir di layar kaca SCTV lewat sinetron terbaru berjudul Kesetiaan. Setelah beberapa waktu fokus di web series, ia kini memerankan Pram, suami Nadya yang dimainkan Anggika Blsterli, dan mengaku tertarik karena ceritanya berbeda.
"Pastinya karena ceritanya menarik, ceritanya seru banget. Aku merasa ini beda dari sinetron yang lain karena di sini banyak memainkan sisi psikologisnya juga. Jadi bukan sekadar marah-marah tanpa alasan," ujar Omar Daniel dalam wawancara virtual, Kamis (5/11/2026).
Film Indonesia Berlatar Belakang Pesantren yang Paling Menampilkan Nilai ReligiusAdvertisement
Menurut Omar, Pram digambarkan sangat mencintai keluarga, namun ada sisi yang membuatnya kerap sulit mengendalikan diri. "Ya, Pram adalah seorang suami dan ayah yang cinta banget sama keluarganya, sayang sama istrinya, sayang sama anaknya. Dia pekerja keras, tapi gampang patah semangat. Dia sosok laki-laki yang insecure, kayaknya nggak percaya sama dirinya sendiri," katanya.
Karakter Pram yang emosional diakui bisa memancing kekesalan penonton. Sejak awal, Omar sudah menyiapkan pendekatan peran serta kesiapan fisik.
"Pasti ada. Makanya aku banyak sharing sama Bang Uli mau dibentuk seperti apa karakternya. Persiapan tenaga juga karena hampir semua adeganku marah-marah melulu, jadi capek. Persiapan mental juga karena pasti banyak orang yang bakal benci sama Pram," katanya.
Film Indonesia Berlatar Belakang Pesantren yang Paling Menampilkan Nilai ReligiusMeski ada risiko dibenci, Omar memilih melihat sisi positif dari respons penonton dan menegaskan amarah Pram punya latar cerita. "Tapi aku ambil positifnya aja; berarti pesan dan akting yang diusahakan tersampaikan dengan baik ke penonton," ucapnya.
Ia menambahkan, sikap Pram bukan sekadar marah tanpa sebab, melainkan berkaitan dengan rasa bersalah yang ditutupi. "Kemarahan dan sensitivitas Pram itu sebenarnya bentuk overcompensating atau rasa bersalah dia yang ditutupi dengan marah-marah," jelas Omar.
Selain adegan emosional, Omar menyimpan momen berkesan selama syuting, salah satunya saat pengambilan gambar di Moyo Island. "Adegan tadi malam yang menguras energi karena marah sampai banting barang dan menangis. Tapi ada juga adegan spesial waktu syuting glamping di Amanwana, Moyo Island. Itu tempatnya mewah dan seru banget," pungkasnya.
Film Indonesia Berlatar Belakang Pesantren yang Paling Menampilkan Nilai Religius(kpl/far/phi)