Kapanlagi.com - Band metal kenamaan Tanah Air, Seringai, mengambil langkah tegas dengan menarik seluruh katalog musik mereka dari platform streaming Spotify. Keputusan ini diambil sebagai bentuk protes terhadap investasi yang dilakukan oleh CEO Spotify, Daniel Ek di perusahaan teknologi pengembangan militer.
Para penggemar yang mencari lagu-lagu Seringai di Spotify sejak Selasa pagi akan mendapati bahwa hampir seluruh diskografi band tersebut telah lenyap. Hanya tersisa beberapa lagu soundtrack seperti "Satu Sisi", "Menyerang", dan "Lencana" yang masih dapat diakses.
Baca berita lain tentang Seringai di Liputan6.com, yuk! Kalau bukan sekarang, KapanLagi?
Manajer Seringai, Wendi Putranto, mengonfirmasi langkah yang diambil oleh band yang digawangi Arian13, Ricky Siahaan, Sammy Bramantyo, dan Edy Khemod tersebut. Ia menjelaskan bahwa penarikan ini hanya berlaku untuk Spotify dan karya-karya mereka masih bisa dinikmati di platform musik digital lainnya.
"Betul, hanya mundur dari Spotify. Tapi masih tersedia di streaming platform musik lainnya kok," kata Wendi Putranto, saat dihubungi Selasa (14/10/2025).
Alasan utama di balik keputusan besar ini adalah keterlibatan Daniel Ek dalam pendanaan industri pertahanan. Wendi secara gamblang memaparkan bahwa investasi tersebut bertentangan dengan prinsip dan pesan anti-perang yang selama ini diusung oleh Seringai melalui musik mereka.
"Karena Daniel Ek (CEO Spotify), terbukti melakukan investasi sebesar (600 juta Euro) ke perusahaan teknologi drone & AI untuk pengembangan militer," kata Wendi Putranto.
Bagi Seringai, afiliasi dengan platform yang pimpinannya mendukung pengembangan teknologi perang adalah sebuah hal yang tidak bisa ditolerir. Sikap ini sejalan dengan idealisme yang mereka suarakan.
"Band members Seringai dan seluruh karya yang diciptakan oleh mereka menolak terafiliasi dengan kegiatan tersebut maupun menolak mendukung peperangan," tegas Wendi.
Langkah ini merupakan pernyataan sikap Seringai dalam menggaungkan pesan perdamaian yang konsisten mereka sampaikan. Para pendengar dan penggemar yang ingin tetap menikmati musik cadas dari Seringai tidak perlu khawatir karena karya-karya mereka masih tersedia secara lengkap di berbagai platform musik digital lainnya.
Seringai bukanlah band pertama dari Indonesia yang mengambil sikap serupa. Sebelumnya, grup musikalisasi puisi asal Yogyakarta, Majelis Lidah Berduri, juga telah menarik seluruh katalog musiknya dari Spotify dengan alasan yang sama.