INSIGHT-HOLLYWOOD

Bill Condon, Another Great Director for 'TWILIGHT'

Senin, 12 Desember 2011 12:13  | 

Kristen Stewart


Bill Condon, Another Great Director for 'TWILIGHT'





KapanLagi.com - Cinemags

CinemagsCinemags

Sejak film pertama; TWILIGHT, hingga yang terakhir; ECLIPSE, film saga tentang cinta segitiga antara vampir, manusia serigala, dan seorang gadis manusia ini selalu mengganti nakhodanya. Dan hal ini terus berlanjut untuk kisah pamungkas, BREAKING DAWN. Untunglah film keempat dan kelima ini hanya akan dinakhodai oleh satu orang saja, dan sineas yang beruntung tersebut tidak lain adalah sutradara peraih Oscar Bill Condon.

Ketertarikannya akan dunia seni peran, khususnya penulisan naskah, dimulai saat ia berusia 12 tahun setelah menyaksikan film BONNIE AND CLYDE. Condon menyatakan ketertarikannya terhadap penulisan naskah murni karena insting. Saat menulis naskah, sang sineas mengaku bahwa seluruh indranya seperti terkunci dengan teks yang dikerjakan, serta menjadi bagian dari gerakan dan berbagai kesenangan di dalamnya.

Ketertarikannya akan dunia film membawanya menjadi seorang jurnalis di sebuah majalah film pasca menamatkan pendidikannya di Columbia University. Baru di tahun 1981, ia mulai terlibat secara langsung dalam industri ini di mana ia dipercaya untuk menulis naskah film indie berjudul STRANGE BEHAVIOR yang diikuti oleh sekuelnya; STRANGE INVADERS, dua tahun berselang. Debut penyutradaraan berhasil ia lakukan melalui SISTER, SISTER (1987). Setelah itu, sineas bertinggi badan 165 cm ini lebih banyak berkutat di dunia televisi, serta hanya menulis satu naskah film panjang saja, yaitu F/X2 (1991).

Kembali mendapat sambutan dingin melalui CANDYMAN: FAREWELL TO THE FLESH (1995), akhirnya titik balik perjalanan karir Condon terjadi juga. Namanya sontak menjadi pembicaraan banyak pihak setelah sukses menyutradarai sekaligus menjadi penulis naskah GODS AND MONSTERS (1998). Walaupun raihan komersil kurang menggembirakan, namun film berbujet $10 juta ini menuai pujian dari berbagai kalangan, serta berhasil memenangkan satu dari tiga nominasi Oscar yang didapatkannya, yaitu kategori Best Writing, Screenplay untuk sang sutradara.

Empat tahun berselang, sineas yang bernama asli William Condon ini kembali menjadi perbincangan berkat keterlibatannya dalam film musikal peraih enam Oscar; CHICAGO, termasuk kategori Best Picture. Untuk kedua kalinya, sang sineas masuk nominasi Oscar untuk kategori Best Writing, Adapted Screenplay, tapi sayang, kali ini ia gagal memenangkannya.

Setelah menjadi penulis naskah untuk SHORTCUT TO HAPPINESS (2003), Condon (akhirnya) kembali duduk di kursi sutradara melalui film KINSEY (2004) yang berhasil mendapat satu nominasi Oscar untuk kategori akting. 2006 dapat dikatakan sebagai tahun terbaik sang sineas setelah film musikal yang ia tulis sekaligus dibesutnya; DREAMGIRLS, menuai pujian dari berbagai pihak, sukses secara komersil, serta berhasil memenangkan dua dari enam nominasi Oscar yang didapatkannya, yaitu untuk kategori Best Supporting Actress dan Best Costume Design. Sayang, pencapaian tinggi ini tidak diiringi nominasi Oscar untuk Condon secara pribadi.

"The thing that amazed me is that there's no bigger fan of TWILIGHT than Kristen. She was always pushing to make sure she was capturing that feeling. She did put that pressure on herself."


(Cinemags/roc)

Source: Cinemags, November 2011, halaman 64