INSIGHT-HOLLYWOOD

'LAST TANGO IN PARIS'

Kamis, 23 Juni 2011 12:13  | 

Marlon Brando


'LAST TANGO IN PARIS'
Last Tango In Paris





KapanLagi.com - Cinemags

CinemagsCinemags

Pengarang:Robert Alley
Penerbit:PT Serambi Ilmu Semesta
Cetakan I:Januari 2011
Jumlah Halaman:256 Halaman
Filmnya mengguncang dunia saat rilis, apalagi kalau bukan soal adegan panas antara Marlon Brando dan Maria Schneider yang dianggap porno pada jaman itu. LAST TANGO IN PARIS tidak berdasarkan novel tapi novel ini berdasarkan filmnya. Kalau filmnya rilis tahun 1972, novelnya terbit tahun 1980. Jadi buku ini adalah novelisasi naskah filmnya.

Dikisahkan Paul adalah pemilik hotel paruh baya di Paris yang masih sedih atas kematian istrinya yang bunuh diri tanpa alasan yang jelas. Meskipun terlihat tangguh ia sebenarnya rapuh. Ia bertemu wanita Paris bernama Jeanne dalam sebuah apartemen. Dalam sekejap, mereka saling tertarik satu sama lain dan melakukan hubungan seks yang anonim. Dari perjumpaan tak sengaja itu, sebuah hubungan yang mendebarkan dan penuh gairah terjadi.

Tapi bukan sebuah hubungan namanya kalau ada pergesekan perasaan antara mereka, sebuah pergesekan yang membuat masalah semakin rumit. Bagaimana Jeanne menjalani hubungan terlarang yang tidak jelas ini? Apa yang sesungguhnya dicari Paul?

Sutradara filmnya adalah Bernardo Bertolucci dan memasang Marlon Brando serta Maria Schneider. Ketika syuting Marlon Brando bertingkah. Ia memang dikenal sebagai aktor yang susah diajak kerja sama. Ia menolak menghafalkan naskah dan mengandalkan karton berisikan baris dialognya. Begitu malasnya ia menghafal naskah sampai memunculkan ide menuliskan baris dialog naskahnya di tubuh Maria Schneider, sesuatu yang ditolak mentah-mentah oleh Schneider.

Ide ceritanya berasal dan fantasi seksual sang sutradara sendiri mengenai sebuah hubungan seks dengan orang asing yang tidak ia kenal.

Last Tango in ParisLast Tango in Paris

Selain adegan panas yang kontroversial, Schneider sendiri merasa menyesal bermain dalam filmnya walau ketika promo filmnya ia begitu menggebu-gebu. Ketika rilis banyak yang heboh, memuji serta mencacinya, menjadikannya promo gratis. Bahkan penonton di Perancis antri dua jam untuk menonton film ini.

Kembali ke buku, buku setebal 256 halaman ini kontennya memang untuk orang dewasa, tapi tidak vulgar, melainkan menceritakan cerita filmnya dalam bentuk tertulis. Secara penceritaan cukup enak diikuti dan dalam bahasa yang lugas serta apa adanya menceritakan keadaan yang ada. Novel unik ini menggambarkan kemelut emosi manusia dalam sebuah episode singkat hidupnya.(Cinemags/roc)

Source: Cinemags, Mei 2011, halaman 124