INSIGHT-HOLLYWOOD

Rachel McAdams, Talks Future Projects

Jum'at, 19 Agustus 2011 12:13  | 

Rachel McAdams


Rachel McAdams, Talks Future Projects
Rachel McAdams





KapanLagi.com - Cinemags

CinemagsCinemags

Her Appearance in SHERLOCK 2 and Terrence Malick Untitled Project

Words L0e2tea

Aktris kelahiran Ontario, Kanada ini berbicara mengenai perihal proyek-proyek film yang bakal dilibatkannya di masa mendatang, termasuk di antaranya mengenai kembalinya ia memerankan sosok Irene Adler dalam sekuel SHERLOCK HOLMES dan kolaborasinya dengan sineas Terrence Malick dalam sebuah proyek film rahasia beserta persiapan yang dilakukannya guna memenuhi persyaratan sang sineas.

It was nice to revisit your previous character. It's why I've always thought I would like to do television. You get really intimate with your character. Often with film, I find that you're just really getting to know a person. They're just starting to sink in, and then you wrap the film.

Rachel McAdamsRachel McAdams

Question (Q): Berbicara mengenai berlanjutnya kisah SHERLOCK HOLMES. Apakah Anda juga ambil bagian di dalamnya dan melanjutkan peran Irene Adler?
Rachel McAdams (RM): Yes, I am.

(Q): Apakah Anda senang bahwa Anda berkesempatan kembali meneruskan peran Adler? Apakah ada sisi lain dari karakter tersebut yang ingin Anda eksplor lebih jauh lagi?
(RM): Yeah. Karakter yang saya mainkan ini kali ini memang tidak memiliki peranan yang besar, namun merupakan hal yang menyenangkan bisa kembali memerankannya. Situasi inilah yang menjadi alasan kenapa saya ingin sekali membintangi sebuah serial televisi. You get really intimate with your character. Terkadang dalam film, saya seperti merasa Anda baru saja berkenalan dengan orang baru, kala mendalami sebuah peran yang Anda mainkan. Namun, ketika Anda baru mulai melebur ke dalam karakter tersebut, Anda harus berpisah karena pengerjaan filmnya telah rampung. Jadi, saya sangat senang berkesempatan menghidupkannya kembali dan meluangkan waktu menjelma ke dalam karakter itu lebih lama lagi. I liked that exercise.

(Q): Jika Anda diberi kesempatan karakter yang mana di antara peran-peran yang pernah Anda mainkan, yang ingin Anda lakoni ulang?
(RM): That's a good question. Saya pernah berkolaborasi dengan Tim Robbins dalam film berjudul THE LUCKY ONES. Ending film itu sangat terbuka dan mengharukan. Anda tidak tahu apa yang akan terjadi pada mereka. Jadi menurut saya, sangatlah menarik untuk meneruskan peran ini.

(Q): Dalam MIDNIGHT IN PARIS Anda berkolaborasi dengan Woody Allen. Bisakah Anda ceritakan bagaimana awal mula keterlibatan Anda serta bagaimana kesan Anda terhadapnya, setelah berkesempatan bekerja di bawah arahannya?
(RM): Hmm. Sebelumnya saya berusaha sebanyak mungkin menyaksikan film-film hasil garapannya guna mendapatkan bagaimana ritme film miliknya dan memudahkan saya untuk beradaptasi. Namun, saya akhirnya menyadari bahwa saya tidak akan pernah mendapatkannya karena semua karyanya unik dan saling berbeda satu sama lain. Saya merasa tersanjung bisa bekerja sama dengannya, apalagi dia yang menghubungi saya lebih dahulu.

(Q): Apakah THE VOW adalah proyek film Anda berikutnya?
(RM): Kami menyelesaikan THE VOW setelah tahapan syuting MIDNIGHT IN PARIS, setelah itu saya rehat dulu dan kemudian terlibat dalam sebuah proyek film garapan Terrence Malick.

(Q): Apakah judul film garapan Malick itu masih belum dipublikasikan?
(RM): Its still untitled, yeah.

(Q): Peran dan karakter seperti apa yang Anda mainkan di sana?
(RM): Jujur saja, saya masih belum tahu peran maupun karakterisasi seperti apa yang saya mainkan di sana. Saya baru akan mencari tahu bila saya sudah mendapatkan materinya. Namun, sejauh ini informasi yang saya dapat adalah bahwa film ini bergenre roman hanya sejauh itu yang bisa saya katakan. Berfokus pada polemik kisah cinta segitiga antara saya, Ben Affleck, dan Olga Kurylenko.

(Q): Apakah Anda juga akan berkolaborasi dengan Javier Bardem di film tersebut?
(RM): Sayangnya, jawabannya adalah tidak. Karakter yang saya mainkan tidak berkesempatan untuk berbagi adegan dengannya. Dia memerankan sosok seorang pendeta. Dan, pada saat saya tiba di sana, dia sudah pergi. Jadi kami bahkan tidak sempat bertatap muka.

(Q): Apa kesan yang Anda dapat mengenai Terrence Malick, sejauh yang Anda saksikan selama ini?
(RM): Pribadi yang sangat menarik dan sangat menginspirasi. Dia memiliki metode kerja yang berbeda dan saya pikir ia sudah menyajikan hasil karya yang sangat jujur dan indah dalam film-film garapannya. Itu merupakan pengalaman yang sangat tidak ternilai, sebagai seorang pelakon peran. Anda haruslah sangat jujur dan rapuh, dan... ibarat Anda telah melakukan lompatan, pasrahkan diri Anda bahwa seseorang akan menyelamatkan Anda, dan dia melakukannya. Anda hanya tinggal membiarkan Anda bergerak, dan biarkan dia membawa Anda ke mana dia ingin membawa Anda, dan percaya bahwa itu akan menjadi pengalaman yang sangat menarik. You don't have to do a lot, in a weird way. It was a great experience.

(Q): Malick sudah bertahun-tahun tidak pernah mengiyakan permintaan wawancara. Bagaimana cara Anda mencari tahu perihal dirinya, selain dari menyaksikan hasil penyutradaraannya? Apakah Anda memiliki praduga?
(RM): Anda tidak akan pernah bisa benar-benar mengenal seseorang sebelum Anda berinteraksi langsung dan bekerja sama dengannya. Itulah pelajaran berharga yang saya dapatkan dari semua proyek film yang saya bintangi. Mengenai beliau (Malick-red), dia adalah pribadi yang sangat terbuka dan hangat. Kami sering menghabiskan banyak waktu bersama sebelum tahapan syuting dimulai.(Cinemags/roc)

Source: Cinemags, Juli 2011, halaman 36