INSIGHT-HOLLYWOOD

Sarasvati Baliwood Award

Rabu, 16 Maret 2011 12:13  | 

Atiqah Hasiholan


Sarasvati Baliwood Award
Sarasvati Baliwood Award





KapanLagi.com - Cinemags

CinemagsCinemags

Sebuah penghargaan dalam industri kreatif biasanya diibaratkan sebagai bentuk apresiasi terhadap karya-karya yang lahir. Dalam dunia film pun demikian, Bali International Film Festival 2010 (BiFFest) yang diprakarsai Swadeshi Bali Foundation, tahun ini kembali memberikan sejumlah penghargaan kepada sineas-sineas berbakat Indonesia maupun dunia internasional atas karya mereka. Bertempat di Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Bali, sedianya acara yang berlangsung pada tanggal 21 November 2010 ini terpaksa mundur lantaran bertepatan dengan berbagai upacara adat yang tengah berlangsung di Bali.

Menurut Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MW Suyasa III atau yang akrab disapa Arya Weda sebagai founder BiFFest, alasan diundurnya acara tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya setempat. "Kita sengaja mengundur festival ini dikarenakan minggu lalu banyak upacara adat yang diselenggarakan di Bali ini dan kita berusaha mengalah untuk menghormati hal itu," terangnya kepada Cinemags usai acara. Namun, festival tahunan bagi insan perfilman ini sukses diselenggarakan pada Sabtu, 27 November 2010 lalu.

BiFFestBiFFest

BiFFest sendiri hadir sebagai mimpi idealis murni dari generasi muda Indonesia, guna mengangkat nama Bali di kancah industri perfilman internasional, dengan salah satu misinya mendorong Bali menjadi salah satu pusat kegiatan serta tuan rumah perfilman baik di tanah air ataupun dunia internasional. Untuk itu, di tahunnya yang kedelapan ini, BiFFest semakin berbenah diri, salah satunya dengan penambahan nama Baliwood guna menambah nilai jual Bali sebagai tujuan utama pariwisata di Indonesia.

Sebagaimana yang sudah-sudah, BiFFest tahun ini tak hanya memberikan sejumlah penghargaan bagi mereka yang bergelut di industri perfilman saja, namun lebih dari itu, juga diadakan beragam kegiatan sebelum malam puncak yang dilaksanakan dari tanggal 25 sampai dengan 27 November 2010. Semua itu dituangkan dalam aktivitas seperti movie screening, workshop dengan menghadirkan pakar-pakar film baik dalam maupun luar negeri dan tentunya Kampanye Cinta Film Indonesia 2010.

Menuju malam puncak penghargaan Sarasvati Baliwood Award, acara dibuka dengan pemutaran beberapa film yang berhasil masuk dalam nominasi BiFFest 2010. Kemudian dilanjutkan dengan acara seremonial yang dibuka oleh ketua penyelenggara Jenny DJ Andayani dan sambutan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Bali oleh Dr. Ida Bagus Sadewa. Beliau menyampaikan bahwa lewat ajang ini, Pemerintah Propinsi Bali akan terus mendorong kemajuan perfilman nasional. "Pihak pemerintah akan terus memberikan dorongan terhadap perfilman nasional melalui kegiatan apapun termasuk ajang BiFFest ini," tuturnya.

Sebagai bentuk rasa nasionalisme dan cinta tanah air, menjelang pengumuman pemenang juga dinyanyikan lagu Indonesia Raya 3 Stanza oleh seluruh undangan yang hadir dan pembacaan Pancasila yang begitu khidmat. Kemeriahan malam itu berlanjut dengan hadirnya beragam tari-tarian yang dibawakan oleh putri-putri daerah, salah satu tari yang dibawakan adalah tari Cendrawasih.

Tepat pukul 21.00 WITA, acara puncak ditandai dengan pemberian piala penghargaan terhadap sejumlah nominasi yang terbagi menjadi tiga kategori utama yaitu, kategori Film Nasional, Film Internasional dan Film Pelajar. Untuk kategori Film Internasional dimenangkan oleh negara Hungaria dengan film MUZSIKAS TORTENET. Sedangkan untuk persaingan film dalam negeri masih dibagi menjadi beberapa kategori lagi seperti Kategori Film Terbaik, Aktor Terbaik, Aktris Terbaik, Sutradara Terbaik, Skenario Terbaik, Aktor pembantu Terbaik, Aktris Pembantu Terbaik serta Soundtrack Film Terbaik.

BiFFestBiFFest

Setelah lama duduk berdebar, akhirnya nama-nama pemenang untuk kategori Film Nasional pun diumumkan dan mereka yang berhak mendapatkan penghargaan di antaranya. OBAMA ANAK MENTENG (Best Film), BAHWA CINTA ITU ADA (Best Scenario), Nidji dalam film SANG PENCERAH (Best Soundtrack), Atiqah Hasiholan dalam film DARAH GARUDA (Best Supporting Actress), Oka Antara dalam film QUEEN BEE (Best Supporting Actor), Lola Amaria dalam film MINGGU PAGI DI VICTORIA PARK (Best Director), Alexandra Gottardo dalam film TANAH AIR BETA (Best Actress), Lukman Sardi dalam film SANG PENCERAH (Best Actor). Dalam 42 film yang masuk nominasi dan diikuti oleh delapan negara terdapat penambahan kategori khusus seperti Iklan dan Film Dokumenter terbaik. Menurut pihak penyelenggara itulah yang membuat BiFFest kali ini sedikit berbeda.

Untuk mendapatkan Sarasvati Baliwood Award ini tak sembarang film bisa masuk nominasi. Menurut Arya Weda, semua penilaian didasarkan pada adanya nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. "Semua film yang masuk nominasi harus memiliki hubungan dengan nilai-nilai budaya, kalau film-film pop itu tidak akan kita masukkan dan semuanya ditentukan oleh sembilan juri yang berasal dari berbagai belahan dunia seperti India, Inggris, Jerman, dan sebagian lagi berasal dari Bali dan beberapa dari universitas," jelas sang pendiri

Usai mengikuti perhelatan akbar 8th Bali Internasional Film Festival 2010, Cinemags bersama rekan media yang lain diberi kesempatan untuk berjumpa dan bincang-bincang bersama Arya Weda, sang aktor di balik festival bertaraf internasional tersebut. Tak menyia-nyiakan kesempatan sejumlah pertanyaan pun kami lontarkan. Menurut pria yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Trisakti Jakarta itu, alasan paling mendasar dirinya mengadakan festival ini adalah agar menumbuhkan minat masyarakat Bali pada khususnya untuk lebih mengenal serta berkreasi di dunia film.

"Sejauh ini minat masyarakat Bali pada perfilman masih terlalu kecil, jangankan untuk menonton film Hollywood, untuk pergi ke bioskop saja sudah cukup sulit, padahal Bali banyak menjadi tujuan perfilman dunia dengan banyaknya produksi dan festival yang diadakan di sini, oleh karena itu melalui acara ini diharapkan bisa memicu minat mereka," ujarnya. Baru menyelesaikan BiFFest 2010, pihak penyelenggara bahkan telah bersiap diri menghadapi tahun selanjutnya dengan rencana penambahan judul dengan kata 'Royal'. Hal tersebut dilakukan untuk lebih memberi kesan prestisius terhadap acara yang mereka gelar.

Menyudahi pertemuan singkat malam itu, Arya Weda yang notabene adalah seorang Raja Majapahit Bali memberikan sebuah kenang-kenangan berupa tanda jasa kepada tim Cinemags dan tentu saja rasa bangga langsung menyelimuti. Semoga ke depan perfilman negeri kita bisa lebih baik lagi dengan adanya berbagai penghargaan seperti ini.(Cinemags/roc)

8th Bali Internasional Film Festival 2010 Winners List

Best Film:OBAMA ANAK MENTENG - MVP Pictures
Best Actor:Lukman Sardi - SANG PENCERAH (MVP Pictures)
Best Actress:Alexander Gottardo - TANAH AIR BETA (Alenia Pictures)
Best Supporting Actor:Oka Antara - QUEEN BEE (Millionare Pictures)
Best Supporting Actress:Atiqah Hasiholan - DARAH GARUDA (Media Desa Et Margate House Film)
Best Director:Lola Amaria - MINGGU PAGI DI VICTORIA PARK (Pic (K) Lock Production)
Best Scenario Nominated:Arya Gunawan - BAHWA CINTA ITU ADA (Gading Ganesha)
Best Soundtrack Nominated:Nidji - SANG PENCERAH (MVP Pictures)
Source: Cinemags, Januari 2011, halaman 136