INSIGHT-HOLLYWOOD

Scripts - A Stumbling Block

Sabtu, 13 Agustus 2011 12:13  | 

Tommy Lee Jones


Scripts - A Stumbling Block
Scripts - A Stumbling Block





KapanLagi.com - Cinemags

CinemagsCinemags

Oleh Miguel Machalski

Ke manapun saya pergi, apakah itu ke Indonesia, Yordania, Perancis, atau Kolombia, saya mendengar keluhan yang sama; bahwa naskah kami tak begitu bagus. Mereka biasanya menambahkan kalimat 'di negeri ini', tanpa menyadari bahwa kemalangan seperti ini sering diulang berkali kali di negara lain dengan beberapa kekecualian kecil dan kadar yang berbeda.

Sebenarnya keluhan itu bukannya tidak berdasar: Kita sering melihat cerita yang ditulis dengan buruk, baik dalam tahap perkembangannya atau ketika sudah menjadi film.

Sementara di satu sisi, produser, pendana film, distributor dan eksibitor semakin menekankan pentingnya sebuah cerita yang bagus, di sisi lain kita melihat banyak film yang ceritanya buruk dan tidak masuk akal, apalagi kadang tidak orisinil dan gampang ditebak.

Kenapa ini terjadi? Saya yakin tak akan ada seorang pun yang terkejut ketika saya mengatakan bahwa alasannya adalah uang atau bahkan ketiadaan uang sama sekali.

Tapi, ini adalah jawaban yang tidak tepat. Tidak aneh bagi produser dan pendana untuk menghabiskan banyak uang bagi pemasaran daripada untuk penulis dan pengembangan cerita.

Jadi ketika semua orang berbicara mengenai betapa sulitnya menemukan naskah yang 'bagus', dan membuat penulis bertanggung jawab, mereka kadang melupakan asal muasal masalahnya yakni pengabaian pada seni menulis naskah. Di banyak negara, profesi ini tidak begitu dihargai, tidak hanya dari segi finansial tapi juga dari segi artistik.

Di satu sisi penulis hanya dihargai seolah ia adalah seorang teknisi (kadang tak dibayar di muka dan harus menunggu sampai filmnya selesai diproduksi itu juga kalau jadi diproduksi - untuk mendapatkan bayaran); di sisi lain penghargaan artistik (dengan beberapa pengecualian) diberikan pada sutradara.

Melihat hal ini, tak heran jika penulis naskah hanya ingin menginvestasikan sedikit waktu, energi, dan kreativitas dalam sebuah proyek, karena hasil uangnya juga tidak banyak (kecuali mereka ada penulis studio di Hollywood) dan tak akan terlibat dalam proses produksi atau diakui secara memadai dari segi artistik. Tapi, mereka dituntut untuk orisinil, berdedikasi, dan inovatif!

Ini menguak masalah yang mendalam, terlepas dari masalah keuangan, yang berhubungan dengan pembuatan film dan ada hubungannya pula dengan hak pengarang. Saya yakin para sutradara yang saya sebut akan membenci saya ketika membaca ini, tapi saya mengambil resiko dalam usaha saya yang unik untuk lebih berpihak pada penulis sebagai pencipta yang asli. Lingkungan mana yang lebih menonjol dalam BABEL dan THREE BURIALS? Sutradaranya, Gonzalez Inarritu dan Tommy Lee Jones, atau penulis naskah kedua film itu, Guillermo Arriaga?

Lalu dalam BEING JOHN MALKOVICH dan ETERNAL SUNSHINE OF THE SPOTLESS MIND, satu disutradarai oleh Spike Jonze dan satunya lagi oleh Michel Gondry tapi kedua film itu ditulis oleh Charlie Kaufman, yang ciri khasnya lebih menonjol? Saya tak hanya mengungkapkan bahwa hanya penulis saja tapi penulis juga sama berhak atas produk artistiknya layaknya sutradara.

Betul bahwa dalam kasus khusus ini penulisnya memang terkenal, tapi ini adalah pengecualian dalam aturan umum di mana penulis tidak begitu dihargai dalam proses produksi film.

A script is both a creative piece of work and a strategic tool. Most films today need a well-crafted script in order to raise money or obtain any form of funding, as well as to have a solid basis for the film itself.

Memang ada film yang tidak begitu mengandalkan cerita dan beberapa pembuatnya terkenal karena sinematografinya.

Di sini ada masalah pelik lainnya: apakah pembuatan film adalah penceritaan? Ini adalah masalah rumit dan membutuhkan waktu dan ruang yang banyak untuk membahasnya di sini.

Bagi saya film adalah bentuk naratif dengan fitur khusus, walau kadang hanya menjadi pengalaman visual atau emosional murni saja, lebih mendekati lukisan daripada penceritaan. Kadang ada film bagus yang tidak berdasarkan naskah sama sekali.

Tapi yang seperti itu adalah kekecualian dan mari kita akui bahwa apa yang disebut film terbaik sepanjang masa memiliki tema yang relevan, plot yang kuat serta karakter yang sulit dilupakan. Semuanya adalah hasil karya penulis (terlepas dari apakah sang penulis juga sutradaranya sendiri). Apakah estetika visual dan naskah yang bagus itu tidak cocok? Biasanya yang terbaik menggabungkan keduanya seperti film terbaru Terrence Malick, THE TREE OF LIFE, yang merupakan film yang akan menarik Anda secara indera dan emosi dengan cerita yang sangat mengagumkan.

Menarik untuk dicermati bahwa program pengembangan penulis dan workshop di seluruh dunia dan tentunya sebagian besar produser, sementara mendukung akan sebuah naskah yang bagus, lebih memprioritaskan penulis-sutradara yang seringkali berdasarkan karya film pendek mereka yang sebelumnya.

Uniknya, karya sebelumnya itu lebih menarik dari segi sinematografi daripada penceritaan. Dan apa yang saya maksudkan dengan penceritaan adalah saya hendak mendefinisikan dan memperkuat istilah ini juga dengan pandangan untuk memperjelas apa yang menjadi keahlian khusus penulis naskah.

Naskah adalah hasil karya kreatif dan alat strategis. Kebanyakan film sekarang membutuhkan naskah yang bagus untuk mendapatkan dana, juga sebagai dasar atas filmnya sendiri. Seorang penulis naskah profesional membutuhkan pengetahuan mendalam dari segi teknis untuk penceritaan visual. Sebuah gaya penulisan yang jelas dan mengalir dan hasilnya bisa dibaca dengan nikmat (tidak membuat pembaca naskah bingung) lalu harus ada ide original dan cara penceritaan yang baru dan tentunya memiliki sebuah cerita yang pantas untuk diceritakan.

Salah satu yang menghambat pembuatan film arthouse adalah bagaimana gaya melebihi cerita, sehingga hanya mengandalkan sutradara. Seringkali film seperti ini hanya diapresiasi oleh penonton khusus saja. Akui saja: banyak sutradara cerdas bukanlah pencerita yang baik.

Semuanya akhirnya berujung pada satu hal: singkirkan ego. Pahami pembuatan film sebagai penciptaan bersama dan akui kekhususan penulisan sebagai bagian penting, tapi berbeda dari pembuatan film. Berikanlah penulis naskah film bayaran yang layak dan tepat waktu, pengakuan artistik dan tanggung jawab penuh atas hasil film dan mungkin Anda akan melihat naskah yang bagus di luar sana menjadi film yang bagus pula.(Cinemags/roc)

Miguel Machalski
Lahir di Buenos Aires, Argentina, Miguel Machalski adalah script consultant, story editor, workshop tutor dan screenwriter. Ia telah membantu menulis 16 naskah film dalam tiga bahasa, Inggris, Spanyol dan Perancis. Ia menjadi analis naskah untuk BILLY ELLIOTT (Stephen Daldry), INTIMACY (Patrice Chereau), FEMME FATALE (Brian de Palma), SPIDER (David Cronenberg), SARABAND (Ingmar Bergman), MAR ADENTRO (Alejandro Amenabar), MILLION DOLLAR BABY (Clint Eastwood), dan banyak lagi.

Source: Cinemags, Juli 2011, halaman 110