INTERNASIONAL

[Review] 'MAN OF TAI CHI', Pesilat di Tengah Desakan Realitas

Kamis, 18 Juli 2013 08:01  | 

Keanu Reeves


[Review] 'MAN OF TAI CHI', Pesilat di Tengah Desakan Realitas
dok. keanulover.wordpress.com




KapanLagi.com - Oleh: Mahardi Eka

Chen Linhu (Tiger Chen) mungkin hanya satu dari segelintir orang yang mau bersusah payah mendalami ajaran Tai Chi di zaman yang serba modern ini. Setiap hari sebelum ia bekerja sebagai pengantar barang, ia menyempatkan diri untuk pergi ke kuil Ling Kong. Di sana ia belajar untuk "mengosongkan dirinya". Chen pun setiap hari menjalani rutinitas berlatih bersama gurunya karena ia percaya bahwa Tai Chi bukan sekadar ilmu bela diri, melainkan gaya hidup.

Belajar Tai Chi rupanya tak cukup hanya dengan rajin berlatih. Falsafah untuk mengosongkan diri lah yang dirasa Chen paling sulit karena ia punya jiwa yang menggebu-gebu. Gurunya berulang kali mengingatkannya agar tak menuruti obsesinya supaya intisari ajaran Tai Chi bisa ia serap.

Maka untuk meredam jiwanya yang menggebu, Chen mengikuti sebuah kompetisi bela diri lokal. Harapan Chen, ia bisa mempraktekkan ilmu yang selama ini ia dapat dari gurunya. Chen terbukti banyak memenangkan pertandingan dengan mengeluarkan seluruh ilmunya namun hal tersebut belum bisa membuatnya "mengosongkan diri" sepenuhnya. Tugas utama dari sang guru belum lah terselesaikan.

Chen pun tak bisa lepas dari rutinitas lain yang harus ia jalani, yakni sebagai pengantar barang. Tekanan dari atasan dan juga kondisi keluarga yang pas-pasan membuat Chen tak hanya belajar Tai Chi, namun ia juga harus belajar bagaimana caranya memenuhi ekonomi keluarga.

Belum cukup semua permasalahan tersebut, kuil Ling Kong terancam akan digusur, tak ada jalan lain selain membuat surat pernyataan bahwa kuilnya tersebut adalah cagar budaya. Untuk itu ia pun kembali butuh banyak uang. Semua desakan ini membuatnya pencariannya akan intisari makin mengabur.

Tanpa diketahui Chen, semua aktivitas harian dan aksi pertarungannya telah direkam dan diawasi 24 jam oleh Donaka Mark (Keanu Reeves) yang menginginkan ia bergabung dalam sebuah kompetisi ilegal. Donaka sendiri yang mengelola kompetisi tersebut dan ia melihat sosok Chen sebagai pesilat yang tanggung dan bakal menghibur para penonton reality show pertarungannya. Ia tak perlu memaksa Chen untuk ikut, yang ia lakukan hanya menawari bayaran tinggi untuk keikutsertaan Chen. Ia tahu bahwa uang adalah yang paling dibutuhkan Chen saat ini.

MAN OF TAI CHI seakan menjadi upaya Reeves untuk mengembalikan kegemilangan THE MATRIX. Ia menggandeng Tiger Chen yang pernah menjadi stunt man dalam film tersebut dan juga sang koreografer, Yuen Woo Ping, khusus untuk film ini.

Tak hanya itu, Reeves juga berani mengambil resiko berperan sebagai sosok antagonis dalam film. Hasilnya? MAN OF TAI CHI menyuguhkan aksi bela diri "fantastis" yang keras namun juga indah. Lewat adegan pertarungannya, penonton bakal melihat banyak versi bela diri. Tak lupa menyebut bahwa nantinya aktor laga tanah air, Iko Uwais juga bakal muncul di sini.

Upaya Reeves menghadirkan banyak pertarungan dalam filmnya sayangnya tak diimbangi dengan penuturan cerita serta perkembangan tokoh yang menarik. Dalam beberapa bagian filmnya, cerita seakan dipercepat (fast forward) demi menghadirkan adegan pertarungan. Upaya yang demikian membuat MAN OF TAI CHI lebih tepat disebut sebagai kumpulan adegan pertarungan daripada sebuah film yang utuh. Lain halnya dengan film yang sejenis, IP MAN (2008) yang mampu menghadirkan penokohan kuat serta cerita yang menyentuh tanpa terlalu menghamburkan adegan pertarungan.

Terlepas dari tema cerita yang generik dan beberapa plotnya mudah diterka, MAN OF TAI CHI memberikan suguhan aksi pertarungan tangan kosong yang fantastis pasca THE RAID: REDEMPTION yang rilis tahun lalu.

(kpl/dka)