Foto Dulu & Kini Bioskop Legendaris di Jakarta, 500 Perak Sudah Nonton Film Bagus

PEREMPUAN TANAH JAHANAM berhasil menjadi film ke-13 yang tembus penjualan satu juta tiket di 2019. Dengan pilihan menonton yang makin beragam seperti Netflix, I-Flix, atau HOOQ, antusiasme penonton untuk menonton di bioskop nyatanya tetaplah ada. Menonton di bioskop dirasa memberikan pengalaman yang berbeda, mulai dari kualitas gambar, tata suara, hingga serunya berkumpul bersama penonton yang lain.

Industri perfilman, utamanya yang berkaitan dengan bioskop tak lepas dari pasang surut. Penonton Indonesia pernah menjadikan bioskop sebagai primadona. Akan tetapi, bioskop juga tak luput dari gerusan perubahan. Seperti apa kondisi bioskop-bioskop dulu dan kini.

Seperti apa kondisinya sekarang serta fakta apa yang menarik diulas darinya? Yuk intip foto-foto tim KapanLagi ini.  

Senin, 28 Oktober 2019 18:47 Penulis: Mahardi Eka Putra
Bioskop Blok M masih terjaga hingga saat ini lho. Dari sisi bangunan juga tidak banyak berubah. Djonny Syafrudin (Ketua Umum Gabungan Pengelola Bioskop Indonesia) mengungkapkan bahwa perubahan dari seluloid ke digital itu adalah memberikan harapan lebih baik dalam keberlangsungan bioskop di tanah air. Untuk satu film di satu bioskop dibutuhkan sekitar 5-6 kaleng seluloid dengan harga 110 - 150 juta. 

Bioskop Blok M masih terjaga hingga saat ini lho. Dari sisi bangunan juga tidak banyak berubah. Djonny Syafrudin (Ketua Umum Gabungan Pengelola Bioskop Indonesia) mengungkapkan bahwa perubahan dari seluloid ke digital itu adalah memberikan harapan lebih baik dalam keberlangsungan bioskop di tanah air. Untuk satu film di satu bioskop dibutuhkan sekitar 5-6 kaleng seluloid dengan harga 110 - 150 juta. 


Hak Cipta: KapanLagi.com®/ Akrom Sukarya/dka
1/13