Nama bekennya cukup simpel. Jhody. Namun berkat duetnya dengan Edwin dalam duo Superbejo, pria bernama asli Didi Sumantri ini mampu mencetak sukses dalam dunia entertainment.

Jhody memulai karirnya di bidang komedi dari panggung ke panggung sebelum merambah televisi. Pergaulannya dengan seniman lain cukup luas. Jhody sempat akrab dengan almarhum Mbah Surip dan kerap menghabiskan waktu bersama seniman daerah Bulungan.

Sesuai dengan karakternya yang santai dan kocak, Jhody selalu mempertahankan gaya plontosnya. Selain itu, pria ini juga menggandrungi tato sebagai sebuah bentuk seni. Saking gandrungnya dengan tato, Jhody membuka studio tato. Studio yang dinamai VIM Tattoo Studio ini terletak di Jl Prapanca, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Pria berkacamata ini termasuk komedian yang vokal terhadap pemerintah. Menanggapi masalah Gayus Tambunan, Jodhy menyarankan pemerintah untuk mengadaptasi pengaturan pajak ala Cina.

Kasus Gayus tersebut juga menginspirasinya untuk membuat album baru Superbejo yang telah lama vakum. Pembuatan album Superbejo yang dimulai awal 2010 dibantu oleh Dheddy Dukun.

Pada Rabu 14 April 2010 Jhody dan Edwin meluncurkan konten Superbejo di dunia seleb. Konten ini membuat pelanggan dapat menikmati kegokilan ala Superbejo dalam, Cerita Usil, Kartun Superbejo, Ramalan Gokil, dan NSP.

Baca Profil Lengkap Jhody ▼