PERSONAL

Ki Manteb Soedharsono adalah dayang wayang kulit ternama yang berasal dari Jawa Tengah. Ia dijuluki sebagai Dalang Setan karena kepiawaiannya dalam memainkan wayang kulit.

Dalang kelahiran Sukoharjo 31 Agustus 1948 ini menjadi mualaf setelah melihat kegigihan putranya dalam beragama. Maka tak berapa lama ia mendirikan masjid di rumahnya yang berada di Dusun Sakiteran, Kelurahan Doplang, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah.

Kakek 14 cucu ini pada tahun 2011 membuat berita mengejutkan. Ia melangsungkan pernikahan ketujuhnya dengan wanita bernama Beni Syamsyiah yang berusia 37 tahun. Sedangkan pada saat itu, ia sendiri berusia 63 tahun.

Pernikahan yang terjadi hanya berselang 2 bulan semenjak perceraiannya dengan istri keenamnya ini dilangsungkan di Masjid Raya Fatimah, Solo pada tanggal 24 November 2011.

Ki Manteb Sudharsono adalah putra dari Ki Hardjo Ibrahim yang juga seorang dalang ternama.

KARIR

Ki Manteb Sudharsono menemukan identitasnya dengan menjadi dalang wayang kulit. Sejak kecil ia sudah total menekuni profesinya ini dengan banyak belajar pada dalang senior seperti pada dalang legendaris Ki Narto Sabdo dan Ki Sudarman Gondodarsono.

Pada tahun 1980-an, ia akhirnya mengukuhkan diri dalam dunia perdalangan dengan memperkenalkan ciri khas pertunjukannya yaitu sabet atau istilah seni untuk memainkan wayang dengan cara menggerakannya.

Popularitasnya semakin meningkat saat ia menggelar pertunjukkan BANJARAN BIMA yang diadakan sebukan sekali selama setahun penuh di Jakarta pada tahun 1987. Pertunjukkan ini digelar sebanyak 12 episode mulai kelahiran hingga kematian Bima, tokoh Pandawa.

Sejak BANJARAN BIMA, karir Ki Manteb Soedharsono semakin meningkat hingga popularitasnya melebihi Ki Anom Suroto yang juga merupakan kakak angkatnya.

Pada tahun 2004 ia menorehkan sebuah prestasi yaitu memecahkan rekor mendalang selama 24 jam 28 menit tanpa henti.

Tahun 2010, penghargaan Nikkei Asia Prize Award 2010 disematkan padanya karena kontribusinya bagi kelestarian dan kemajuan kebudayaan Indonesia terutama dalam budaya wayang kulit.

 

PERTUNJUKAN

BANJARAN BIMA (1987)


IKLAN

OSKADON

Baca Profil Lengkap Ki Manteb Soedharsono ▼