HOME » KOREA
KOREA

Curhatan Pilu Mantan Trainee FNC Entertainment, Gagal Debut di Detik-Detik Terakhir Karena Berat Badan Naik

Jum'at, 20 November 2020 08:58 Penulis: Renisya Satya Putri

eks trainee FNC Entertainment © Mnet

Kapanlagi.com - Jo Ah Young yang merupakan mantan trainee FNC Entertainment muncul di episode pertama program audisi baru bertajuk CAP-TEEN yang tayang di Mnet. Dalam episode yang tayang pertama kali pada Kamis (19/11) itu, Jo Ah Young mengungkapkan pengalaman pilu yang pernah dialaminya saat masih berada di bawah naungan FNC Entertainment.

Dalam curhatannya, Jo Ah Young mengaku bahwa dia didiskualifikasi dari grup debut karena kenaikan berat badan. Setelahnya, dia sampai tidak bisa bepergian keluar rumah atau bahkan bertemu orang.

"Saya bisa menjadi bagian dari grup debut empat bulan setelah masuk perusahaan. Tapi kemudian saya didiskualifikasi ketika berat badan saya naik karena stress eating (mengonsumsi makanan secara berlebihan saat stres, red.)" aku Jo Ah Young, seperti dilansir dari Allkpop.

 

1. Minta Saran

Kebiasaan tersebut tak hanya mempengaruhi Jo Ah Young, tapi juga kedua orang tuanya yang tak kuasa saat harus melihat putri mereka mengalami masa-masa sulit. Dalam kesempatan tersebut, ibu Jo Ah Young bertanya kepada para juri bagaimana mereka mengelola stres.

"Saya sangat ingin tahu bagaimana Anda mengelola kesehatan mental Anda," tanya ibu Jo Ah Young.

"Saya memikirkan orang tua saya, dan semua orang yang dekat dengan saya. Saya juga memikirkan member-member saya," jawab Shownu.

 

2. Benci Diri Sendiri

Selama wawancara, Jo Ah Young menyatakan bahwa dia mulai membenci dirinya sendiri setelah berat badannya bertambah. Dia juga jadi kepikiran tentang pandangan orang lain terhadap dirinya.

"Saya mulai membenci diri saya sendiri. Saya berpikir 'Ada apa dengan saya? Apakah ini saya?' Saya mulai menjadi lebih sadar akan apa yang orang pikirkan tentang saya," tutur mantan trainee tersebut.

 

3. Bisa Bertahan

Namun, Jo Ah Young menyatakan bahwa orang tuanya lah yang membantunya melalui masa-masa sulit. Sang ibunda tak hentinya memberikan dukungan dan pujian.

"Saya mungkin tidak akan bisa melanjutkan kehidupan sehari-hari jika tidak ada ibu saya. Dia paling banyak menyemangati saya dan pujiannya menjadi energi bagi saya untuk terus maju," ungkapnya.

 


REKOMENDASI
TRENDING