HOME » KOREA
KOREA

Fakta Menarik Arirang, Lagu Daerah Korea yang Masuk Daftar Warisan Budaya UNESCO hingga Dua Kali - Diciptakan oleh Orang Amerika

Selasa, 24 Maret 2020 22:15 Penulis: Mita Anandayu

Arirang © Istimewa

Kapanlagi.com - Arirang, bagi pecinta Korea pasti sudah sering kali mendengar kata ini. Bahkan ada yang sudah begitu hafal dengan nada dan kalimat dari lagu ini. Seperti inilah liriknya:

Arirang, Arirang, Arariyo...
Arirang gogaero neomeoganda.

Nareul beorigo gasineun nimeun
Shimnido motgaseo balbyeongnanda.

Cheongcheonhaneuren janbyeoldo manko,
Urine gaseumen huimangdo manta.

Jeogi jeo sani Baekdusaniraji,
Dongji seotdaredo kkotman pinda.

Lantas, sebenarnya apa sih Arirang itu? Bagaimana juga sejarah dari lagu ini?

1. Ada 3000 Lebih Variasi Lagu

Arirang adalah lagu daerah yang dinyanyikan oleh orang Korea sejak dulu. Sebenarnya, banyak variasi lagu dalam lagu meskipun lirik refrain dari lagu ini tetap memiliki kata "arirang" atau "arari". Disebutkan, ada sekitar 3600 variasi dari 60 versi lagu.

Siapa sangka ternyata lagu ini merupakan lagu yang bisa ditujukan untuk tujuan berbeda-beda, mulai dari pengusir bosan saat bekerja, mengungkapkan perasaan kepada orang yang dicintai, meminta kebahagiaan, ataupun untuk menghibur orang-orang saat ada sebuah perayaan.

2. Diciptakan oleh Orang Amerika

Arirang merupakan lagu yang diperkirakan sudah ada sejak 600 tahun lalu. Salah satu elemen yang membuat Arirang tetap di hati orang Korea adalah lagunya yang dibuat untuk memungkinkan penyanyi mana pun dengan mudah menambahkan kata-kata mereka sendiri untuk mengekspresikan perasaan mereka.

Seperti yang dikutip dari Korean Cultural Center Indonesia, Lagu Arirang musiknya dibuat oleh Homer B. Hulbert (1863-1949). Ia merupakan seorang misionaris Amerika dan pendukung kuat Kemerdekaan Korea.

3. Masuk Dalam Daftar Warisan Budaya UNESCO

Arirang dimasukkan dua kali dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda UNESCO pada tahun 2012 untuk Korea Selatan. Sementara itu, Korea Utara juga berhasil mengirimkan lagu tersebut untuk dimasukkan pada tahun 2014. Setahun kemudian, Administrasi Warisan Budaya Korea Selatan menambahkan lagu tersebut ke dalam daftar aset penting budaya tak benda.

 

(kpl/mit)

Editoraaa: Mita Anandayu


REKOMENDASI
TRENDING