HOME » KOREA
KOREA

Transgender Dikeluarkan dari Wamil Setelah Lakukan Operasi Kelamin, Ingin Tetap Bertugas Sebagai Tentara Korsel

Jum'at, 24 Januari 2020 11:00 Penulis: Rahmi Safitri

Byun Hui Soo © allkpop

Kapanlagi.com - Nama Byun Hui Soo mendadak ramai diperbincangkan oleh media Korea. Dia adalah seorang transgender yang dikeluarkan dari kemiliteran Korea, seperti dilansir dari Allkpop.

Tentara berpangkat sersan ini melakukan perjalanan ke Thailand pada November 2019 untuk menjalani operasi penggantian kelamin. Hal ini dilakukannya setelah mengalami depresi akibat identitas seksual.

Setelah mengetahui apa yang dilakukan Byun Hui Soo, pihak kemiliteran Korea membebastugaskan sang tentara dari wamilnya pada hari Kamis (23/1/2020). Padahal ini bukanlah keinginan dari Byun Hui Soo.

1. Dianggap Disabilitas

Hukum Korea Selatan memang melarang transgender bergabung dengan kemiliteran. Tapi selama ini tidak ada peraturan yang melarang seorang tentara melakukan ganti kelamin selagi menjalankan wajib militer.

Kemiliteran Korea Selatan punya peraturan pemberhentian atau bebas tugas bagi orang-orang disabilitas atau gangguan mental dalam menjalani tugas. Dalam kasus Byun Hui Soo ini, mereka menyatakan sang tentara dianggap tidak punya keseimbangan fisik dan mental karena melakukan pergantian kelamin.

2. Yakin Bisa Jadi Tentara Hebat

Banyak yang menganggap keputusan dari Kemiliteran Korea Selatan ini sebagai bentuk diskriminasi. Apalagi Byun Hui Soo terang-terang menyatakan ingin tetap menjalankan wajib militer karena ini adalah mimpinya.

"Tak peduli apa identitas seksualku, aku bisa melindungi bangsa sebagai tentara hebat buat negeri ini. Dan aku ingin menunjukkan ini kepada semua orang. Tolong beri aku kesempatan. Aku adalah tentara Korea Selatan," katanya sambil memberi hormat, dilansir dari video yang diunggah oleh QuickTake.

3. Akan Melakukan Gugatan

Byun Hui Soo menyatakan kalau dia punya nilai tertinggi di pasukannya dalam hal mengemudikan tank. Ia pun merasa ini sama sekali tidak adil.

"Hak asasi manusia di kemiliteran, terutama kepada minoritas sosial, aku yakin sama sekali tidak ada pertimbangan," pungkas Byun Hui Soo yang menyatakan akan melakukan gugatan litigasi demi mendapatkan haknya sebagai tentara di kemiliteran.

(kpl/pit)

Editor: Rahmi Safitri


REKOMENDASI
TRENDING