LIFESTYLE

LG Cinema 3D™ Monitor, Awali Era Baru 3D Monitor

Selasa, 23 Agustus 2011 23:13

LG Cinema 3D™ Monitor, Awali Era Baru 3D Monitor
LG Cinema 3D Monitor





KapanLagi.com -

Sensasi Baru 3d Dengan Kenyamanan Lebih Dalam Harga Terjangkau

Kabar baik bagi pendamba sensasi 3 dimensi (3D) monitor komputer di tanah air datang dari PT. LG Electronics Indonesia. Vendor elektronik kelas global yang berpusat di Korea Selatan ini mengumumkan secara resmi LG Cinema 3D monitor bagi pasaran Indonesia. Lahir dalam seri LG D2342P, monitor 3D berdimensi layar 23 inch ini menawarkan kenyamanan tampilan 3D dengan layar lebih cerah dan bebas kedipan (Flicker-Free) bagi penggunanya.

"Meskipun saat ini perangkat berbasis 3D menjadi teknologi yang sangat digemari, banyak calon pengguna menunda keinginan untuk memilikinya karena ganjalan kekhawatiran pada kenyamanan penggunaan dan harga," ujar Hady Winoto, Head of IT Product Manager PT.LG Electronics Indonesia. Namun, menurutnya, hal ini tidak akan terjadi lebih lama lagi. Alasannya, "Teknologi pada LG Cinema 3D monitor memungkinkan kami untuk meminimalisir seluruh ganjalan ini. Kualitas gambar lebih canggih, kacamata lebih nyaman dan harga kompetitif akan membuatnya menjadi idola baru bagi monitor 3D di Indonesia," ujarnya lagi.

Seluruh keunggulan ini tak lepas dari terapan teknologi Film Patterned Retarder (FPR) yang dibenamkan pada LG Cinema 3D monitor. Menggunakan lapisan khusus pada layar monitor yang mereproduksi efek 3 dimensi, alat bantunya hanyalah kacamata dengan lensa terpolarisasi (polarized lens). Dengan teknologi FPR, kedua mata menangkap sinyal dari monitor secara bersamaan.

LG Cinema 3D MonitorLG Cinema 3D Monitor

Metode ini jauh berbeda dengan teknologi shutter glasses yang diterapkan pada monitor 3D yang beredar di pasaran hingga kini. Kerja teknologi shutter glasses mengandalkan kacamata berlapisan khusus, Liquid Crystal glasses. Dengan dukungan daya baterai, kacamata ini menangkap pancaran sinyal dari layar monitor secara bergantian oleh mata kiri dan kanan pada ritme tertentu, sementara layar monitor menayangkan perspektif berbeda dari gambar yang sama. Proses inilah yang menstimulasi otak memunculkan efek 3 dimensi.

Cara kerja hampir serupa dengan kejapan mata bergantian dan tuntutan fokus pada satu bagian layar demi beroleh letak tepat jatuhnya sinyal pada mata, ditunjuk sebagai penyebab keletihan mata penggunanya yang kadang bahkan sampai menimbulkan rasa mual dan pusing. "Di samping harganya yang jauh lebih mahal, penggunaan kacamata teknologi shutter glasses kadang menimbulkan rasa pusing akibat efek kedipan (flicker) dan gelombang elektromagnetik dari perangkat elektronik yang tertanam pada kacamatanya," ujar Susanto, Product Manager of Monitor PT.LG Electronics Indonesia.

Lebih lanjut Susanto menyatakan, keluhan akibat efek kedipan (flicker) ini tidak akan ditemui lagi pada penggunaan LG Cinema 3D monitor. Hal ini karena LG Cinema 3D monitor telah mengantongi sertifikat uji resmi dari dua lembaga berskala internasional untuk jaminan bebas dari efek kedipan (flicker), TV dan Intertek.

Di samping bebas dari efek kedipan (flicker-free) kenyamanan penggunaan LG CINEMA 3D monitor juga hadir dari penggunaan kacamata 3D yang nyaman dan ringan. Dengan berat total kacamata hanya dalam kisaran 16 gram, kacamata LG CINEMA 3D monitor tiga kali lipat lebih ringan dibanding berat kacamata 3D shutter glasses. Salah satunya karena kacamata LG CINEMA 3D monitor tak memerlukan daya baterai dalam pengoperasiannya. Alhasil, di samping membebaskan pengguna dari kerepotan mengisi ulang baterai (recharge), kacamata LG CINEMA 3D monitor juga meminimalisir kekhawatiran dampak gelombang elektromagnetik.

Menambahkan kenyamanannya, LG CINEMA 3D monitor juga menawarkan tingkat kecerahan optimal untuk layarnya dengan kekuatan 100nits. Tingkat kecerahan ini lebih tinggi dua kali lipat dari yang ditawarkan monitor 3D konvensional dengan teknologi shutter glasses yang kecerahan layarnya hanya mencapai 44nits.

Meskipun memiliki tingkat kecerahan layar lebih tinggi, tak lantas membuat konsumsi daya listrik yang dibutuhkan LG CINEMA 3D monitor menjadi lebih tinggi pula. Malahan, asupan daya listrik yang dibutuhkan LG CINEMA 3D monitor ini terhitung 55% lebih rendah ketimbang LCD monitor konvensional.

Sebagai penyempurna, LG telah pula membenamkan teknologi 2D to 3D Conversion pada LG CINEMA 3D monitor. Teknologi ini mendukung untuk mengubah format tampilan 2D menjadi 3D. Di samping itu, tersedia pula dukungan sambungan HDMI yang akan sangat berguna untuk menghubungkannya dengan perangkat 3D lain seperti game console maupun 3D Blu-Ray player. "Dengan adanya teknologi konversi 2D ke 3D dan opsi sambungan HDMI, LG CINEMA 3D monitor memangkas limitasi keterbatasan konten 3D berbasis PC," kata Susanto.

Pengguna LG CINEMA 3D monitor pun semakin dimudahkan dengan kompatibilitas besar dari monitor 3D ini. Tak seperti monitor 3D konvensional yang menggunakan teknologi shutter glasses yang baru dapat bekerja optimal dengan spesifikasi tinggi dari kartu memori, CPU dan RAM, LG CINEMA 3D monitor bekerja dengan semua kartu grafis dan kompatibel dengan sistem operasi PC rumahan populer.

Apalagi, LG CINEMA 3D monitor hanya membutuhkan kacamata polarized yang tersedia dalam paket penjualan untuk dapat beroperasi. Bandingkan dengan monitor 3D konvensional berteknologi shutter glasses yang masih mewajibkan penggunanya untuk membeli kacamata berlapis Liquid Crystal dan emitter dalam paket terpisah. "Dengan menghilangkan segala kerumitan ini, LG CINEMA 3D monitor terhitung lebih terjangkau untuk dimiliki lebih banyak orang," ujar Susanto.

Soal harga pun, LG CINEMA 3D monitor masih terbilang terjangkau. Calon pengguna cukup menyediakan sejumlah Rp 3,450,000 untuk meminang kenyamanan yang ditawarkannya. Harga tersebut pun sudah termasuk dua unit kacamata 3D dalam paket penjualannya. Bahkan, salah satu kacamata 3D sengaja didesain untuk dapat dikaitkan pada kacamata baca yang bakal memudahkan bagi mereka yang memiliki gangguan dalam penglihatan. "Berbekal seluruh kemampuannya dipadu dengan keputusan tingkat harga yang terjangkau, LG sangat optimis akan penerimaan pasar Indonesia pada LG CINEMA 3D monitor," lanjut Susanto.

LG dan PERDAMI Jalin Kerja sama Studi Pengaruh Layar Monitor Komputer Pada Kenyamanan dan Kesehatan Mata

Di samping memperkenalkan LG CINEMA 3D monitor, pada kesempatan yang sama, LG pun mengumumkan sebuah jalinan kerja sama dengan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia. Melalui kerjasama ini, LG dan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia akan melakukan studi mengenai pengaruh layar monitor komputer terhadap kenyamanan dan kesehatan mata.

Kelahiran kesepakatan kerjasama ini tak lepas dari kesadaran LG sebagai produsen global perangkat monitor komputer atas kenyamanan dan kesehatan pengguna produknya. Melalui studi dengan cakupan nasional ini, kedua belah pihak berharap akan mendapatkan hasil yang akan berguna untuk kepentingan kesehatan mata para pekerja yang menggunakan layar komputer pada khususnya dan seluruh pemakai monitor komputer pada umumnya. "Sebagai produsen global perangkat monitor komputer, ini merupakan salah satu upaya LG mengambil peran lebih aktif dalam kepedulian kami terhadap kenyamanan dan kesehatan pengguna produk LG. Kesuksesan studi ini akan sangat berguna bagi pengembangan produk monitor komputer LG," pungkas Hady Winoto. (kpl/lg/roc)