LIFESTYLE

Serius Garap Feature Phone, Cross Mobile Salip Samsung

Rabu, 19 September 2012 16:15

Serius Garap Feature Phone, Cross Mobile Salip Samsung
Direktur Marketing Cross Mobile, Janto Djojo





KapanLagi.com - Cross Mobile bertengger di posisi runner-up setelah Nokia. Hal tersebut berdasarkan laporan International Data Corporation (IDC) yang dirilis Kamis (13/9/2012). Posisi ketiga diraih  Samsung, keempat Mito, dan terakhir Blackberry. Posisi Blackberry berada paling buncit dikarenakan pengiriman produk tersebut ke Indonesia menurun 6% dibandingkan kuartal 1 tahun 2012.

Popularitas system operasi BlackBerry juga mulai kalah pamor dengan system operasi Android. Tengok saja ada lebih dari 10 produsen smartphone yang mengusung system operasi Android, termasuk CrossMobile, Samsung, Sony dan HTC.

Pihak IDC mencatat, pengiriman ponsel menengah ke bawah pada kuartal kedua tahun 2012 menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya. Sementara pengiriman smartphone, dari kuartal per kuarta turun 6%, meskipun dari tahun per tahun pengiriman smartphone tumbuh 13%.

Analis Pasar Perangkat Klien IDC Indonesia, Darwin Lie mengatakan, pengiriman perangkat ponsel secara keseluruhan di Indonesia tumbuh 10% kuartal per kuartal, dan tumbuh 25% dari tahun per tahun.

Keberhasilan Cross mengungguli pemain besar seperti Samsung dan Blackberry menurut Direktur Marketing Cross Mobile, Janto Djojo tidak lepas dari komitmen untuk membuat produk berkualitas dan melihat kebutuhan konsumen secara riil. "Kami  senantiasa mengedepankan kebutuhan konsumen dan sangat menjaga kualitas sehingga mereka trust terhadap Cross," ungkap Janto Djojo.

Lebih lanjut Jojo mengatakan, keberhasilannya sebagai pemain lokal dalam segmen ponsel menengah ke bawah merupakan kebanggaan tersendiri, artinya menurutnya Cross dipercaya  konsumen. Tentunya selain kualitas produk yang menjadi perhatian dan strategi marketing yang handal, Janto menitik beratkan kepada layanan service center, dan layanan purna jual. "Service center kami sangat mudah didapat di mana-mana dan purna jual produk kami juga cukup bagus. Kami memang serius di bisnis ini, bukan pebisnis ponsel musiman," tegas Janto.

Janto menegaskan, selain memiliki komitmen besar terhadap penetrasi pasar feature phone (menengah bawah), Cross melakukan terobosan dengan merilis smartphone Android dengan harga rasional. Salah satu andalannya adalah Cross A7.  Ponsel ini merupakan smartphone Android kelima yang dirilis. A7 menjadi andalan Cross untuk jajaran produk smartphone di tahun 2012 ini. Ponsel pintar tersebut dijual dengan harga kisaran Rp.1.400.000,- "Inilah salah satu kelebihan kami, " ungkap Janto. Kontribusi A7 kata Janto cukup besar juga terhadap revenue secara keseluruhan Cross mobile. "Walaupun secara keseluruhan revenue paling besar datang dari feature phone, tapi kami yakin setahap demi setahap smartphone Android kami akan merajai pasar tanah tanah air. Kami serius menggarap pasar Android. " ungkapnya.   

Janto menambahkan keseriusan Cross menggarap smartphone Android tidak lepas dari keberhasilannya menggarap pasar feature phone. Hingga akhirnya Cross menjadi salah
salah satu brand yang diperhitungkan. "Artinya pula kami siap bersaing dengan brand global sekalipun," tandas Janto.

Makin Ketat

Jika mencermati laporan yang dilansir IDC, persaingan pasar kian ketat, tidak lagi mengenal brand global atau brand lokal. Hal ini seiring dengan semakin cerdasnya konsumen dalam memilih. Kedua, konsumen sudah tidak lagi fanatic terhadap sebuah brand, yang terpenting produk tersebut memiliki kualitas bagus, fungsionalitas mumpuni.

Menurut Yoswohady, Managing Partner Inventure, kondisi pasar sekarang yang terjadi adalah sejauh mana produk tersebut memberikan benefit lebih kepada konsumen, "Di situ ada istilah value for money" ungkap pakar marketing terkemuka ini.

Yuswo menilai pergeseran persepsi konsumen tersebut tidak lepas juga dari seleksi alam, siapa yang memiliki kualitas bagus dan memberikan harga yang rasional, maka produknya akan eksis di pasar. "Beberapa brand lokal sudah memiliki komitmen ke arah itu, seperti Cross Mobile," ungkapnya.

Lebih jauh Yuswo menilai keberhasilan Cross tidak terlepas dari strategi marketing yang kuat dan berani. "Mereka berani mensponsori ajang spektakuler, seperti Indonesian Idol. Ini menaikkan citra dan positioning brand itu sendiri" ungkapnya.

Sementara itu Mantan Direktur Utama Telkomsel dan Mantan Ketua ATSI (Asosiasi Telepon Selular Indonesia), Sarwoto Atmosutarno menilai pada prinsipnya operator ingin ponsel tersedia murah di pasar baik itu feature phone maupun smartphone. Untuk itu operator berlomba membuat bundling ke arah itu. Brand lokal menurut Sarwoto lebih merespon ke arah itu sehingga wajar jika Cross merangsek naik dengan menyalip  brand seperti Samsung dan Blackberry. Walaupun dalam hal ini menurut Sarwoto, Cross masih dominan produk feature phone-nya. "Artinya brand lokal dalam hal ini Cross sudah naik kelas,"  ungkapnya.

Lebih lanjut Sarwoto mengatakan, brand lokal diharapkan menjadi pendorong terciptanya wireless broadband di tanah air dengan merilis lebih banyak lagi ponsel pintar berkualitas. "Jangan hanya berkonsentrasi di feature phone karena mereka memiliki potensi untuk meng-create pasar smartphone lebih besar lagi. Modal kepercayaan konsumen sudah terbentuk," ungkap Sarwoto.

(kpl/nat)