LIFESTYLE

Sony Ericsson Xperia ARC, Sexiest Sony Ericsson Android to Date

Selasa, 16 Agustus 2011 18:13

Sony Ericsson Xperia ARC, Sexiest Sony Ericsson Android to Date
Sony Ericsson Xperia ARC





KapanLagi.com - Gadget Indonesia

Gadget IndonesiaGadget Indonesia

Rp.5.600.000,-

Oleh Niko Radityo

Seri Xperia generasi sebelum ini adalah handset Android dengan desain eksternal yang paling mencolok di antara smartphone Android lain, tapi kemunculan seri X10 dan X8, adiknya, tidak dibarengi dengan dukungan perangkat lunak yang bisa mengimbangi kemolekannya. Walau antarmukanya terlihat cantik, tapi pengguna seri X10 dan X8 hanya bisa gigit jari di versi 1.6 ketika Google menggelontorkan update baru Android 2.x. Kali ini, Sony Ericsson datang dengan sistem operasi yang sama sekali baru, bahkan selangkah di depan sebagian besar handset Android lain dengan versi 2.3 Gingerbread, dan desain yang bisa disimpulkan dalam satu kata: Seksi!

Mengawali dengan perangkat keras, Sony Ericsson membenamkan chipset Qualcomm Snapdragon 8255, dengan prosesor berkode 'Scorpion' 1 GHz, single-core, dan chip grafis Adreno 205. Walau prosesor dual-core untuk mobile sudah mulai bermunculan, tapi single-core Snapdragon juga masih menjadi idola, karena memang chip ini sangat kencang, dan dijodohkan dengan chip grafis Adreno terbaru, masih bisa menghasilkan performa yang baik dan frame rate yang mulus di berbagai aplikasi game. Single core juga masih 'valid' apabila bila kita membandingkan-nya dengan flagship Google sendiri, yaitu Nexus S, prosesornya sama, yaitu 1GHz, walau SoC nya saja 'Hummingbird' yang berbeda.

Sony Ericsson Xperia ARCSony Ericsson Xperia ARC

Uji Audio dan Visual
Xperia Arc atau dikenal juga dengan Xperia X12/Anzu, dibekali dengan berbagai fitur yang menarik, antara lain Mobile Bravia Engine. Mungkin Anda pernah mendengar Bravia? Ya, itu adalah seri LCD/LED TV dari Sony yang unggul dalam hal kualitas gambarnya. Mengingat Arc tidak menggunakan AMOLED, melainkan LCD dengan LED backlight biasa, maka viewing angle-nya tidak terlalu istimewa, dan juga warna hitamnya tidak terlalu pekat dibandingkan beberapa handset lain, tapi di sinilah Bravia Engine mengambil peran. Ketika memutar video, gambar yang dihasilkan memiliki kontras yang mengagumkan dan tidak terlihat adanya ghosting serta noise walau pada aksi yang ramai sekalipun.

Saturasi warna juga menjadi andalan pada layar Arc. Dengan layar yang disebut 'Reality Display' berukuran 4.2 inci ini, gambar terlihat jelas berkat resolusi tinggi 854x480, sedikit lebih besar dari rata-rata handset lain dengan piksel yang lebih rapat, serta kecerahannya cukup baik di luar ruangan karena tersinari oleh cahaya matahari sehingga kami masih bisa melihat layarnya dengan cukup jelas.

Speaker-nya bisa menyuarakan lagu dengan lantang, tapi tidak stereo, karena kanal speaker hanya satu, yang berada di sisi bawah belakang. Ketika dihubungkan dengan headset, barulah suara sebenarnya terasa, dan melalui Bluetooth 2.1 A2DP, kami bisa menikmati berbagai jenis musik dengan nyaman. Untuk merekam voice note atau video, Xperia Arc memiliki dua mic yang sangat sensitif. Satu terletak di bawah (untuk komunikasi telepon), dan satu lagi berada di belakang (kondenser, untuk merekam suara pada video). Hasilnya adalah rekaman suara yang jelas dan baik sekali detailnya.

Fitur Multimedia dan Media Server
Berbicara mengenai video dan gambar, Arc bisa merekam video dengan format MPEG4/ h.264, resolusi High Definition, 1280x720 piksel. Kualitas rekaman videonya baik, tapi terlihat agak di-blur untuk menghilangkan noise secara otomatis (tidak bisa dinon-aktifkan). Sedangkan kualitas gambar fotografi yang dihasilkan oleh kamera 8 Megapikselnya memang patut diacungi jempol. Detail bisa ditangkap dengan jelas berkat teknologi sensor Exmor R, dan satu hal yang sangat mengagumkan bagi kami adalah: respon dan proses kameranya yang sangat cepat! Dari saat aplikasi kamera dibuka, dan pengambilan gambar, seluruhnya berlangsung dengan selintas saja. Flash LED yang ada membantu untuk mengurangi noise di suasana remang, dan dari keseluruhan perbandingan hasil foto smartphone, kami melihat hanya ada satu kompetitor untuk kamera Arc, yaitu Nokia N8 yang kami pernah uji beberapa waktu lalu.

Ingin menikmati video, foto, dan musik Anda di layar lebar home theater di rumah? Arc juga memiliki konektor mini-HDMI, yang bisa mengalirkan gambar serta suara ke perangkat receiver/TV Anda. Apabila Anda memilih untuk tidak menggunakan kabel sama sekali, bisa juga, karena ada aplikasi 'Media Server', yang akan mengubah smartphone Anda menjadi server lagu dan video menggunakan protokol Sony DINa (kompatibel uPnP) ketika disambungkan ke jaringan Wi-Fi di rumah Anda. Dan konektivitas Wi-Fi yang ada sudah mendukung standar 802.11 b/g/n.

Performa dan Teknologi
Bentuk dari Arc yang tipis ini ternyata tidak membatasi performanya. Pada pengujian Quadrant Standard untuk performa handset Android, Arc mendapat skor 1582 poin, lebih tinggi dari Google Nexus S yang kami uji di edisi lalu dengan skor 1411. Tes game electopia™ juga baik, dengan frame rate rata-rata 24.2 FPS, sebagai perbandingan, sebuah Galaxy S 2 (dual-core) mendapat 37.58 FPS, dan HTC Desire HD mendapat 23.36 FPS.

Mengapa bisa demikian? Mungkin karena manajemen aplikasi yang lebih baik, karena kami melihat pada OS terkustomisasi yang dimiliki oleh Arc, aplikasi yang berjalan di latar belakang cukup sedikit, dan widget yang ada menggunakan juga semuanya 3D acceleration dari OpenGL, misal widget notifikasi yang disebut 'TimeScape', yang menggabungkan notifikasi panggilan telepon, Facebook, SMS, sampai Twitter ke dalam satu antarmuka, menghemat memory yang signifikan.

Kecepatan data pun baik, mendukung HSUPA hingga 7.2 MBps, dan bisa berjalan di lima jenis network (pentaband) 850, 900, 1800, 1900, 2100, sehingga Anda bebas menggunakannya di negara mana saja.

Desain menarik, seksi, dan teknologi yang gegas serta modern membuat smartphone satu ini hampir sempurna. Sayangnya, kelemahan terbesarnya justru bukan masalah teknologi atau desain, melainkan kapasitas baterai. Ketika kami ujikan, standby bisa mencapai satu hari, tanpa mengaktifkan Bluetooth dan Wi-Fi, tapi untuk pemakaian primary, misal video, browsing, dan telepon, dalam sehari Anda harus melakukan charging sampai dua kali, bisa jadi lebih apabila Anda sering bermain game. Baterai 1500 mAh yang disertakan terasa kurang, akan lebih baik kalaupun bentuknya harus agak gemuk sedikit saja, tapi kapasitasnya ditambah.(Gadget/roc)

SPECIFICATIONS

2G Network:GSM 850/900/1800/1900
3G Network:HSDPA 900/2100, HSDPA 850/1900/2100/800
Weight:117 g
Display:LED-backlit LCD, capacitive touchscreen, 16M colors
Size:480 x 854 pixels, 4.2 inches
Memory:320 MB storage, 512 MB RAM
Card slot:microSD, up to 32GB
WLAN:Wi-Fi 802.11 b/g/n, DLNA, Wi-Fi hotspot
Camera:8MP, 3264x2448 pixels
Video:720p@30fps, continuous autofocus
OS:Android OS, v2.3 (Gingerbread)
CPU:1GHz Scorpion processor, Adreno 205 GPU, Qualcomm MSM8255 Snapdragon
Battery:Li-Po 1500 mAh
Verdict
PlusPlus
:

  • Layar 4.2 inci, 854x480 piksel
  • Lensa kamera Exmor R
  • DINa Media Server
  • Performa tinggi
MinusMinus
:

  • Kapasitas Baterai Kurang
  • Speaker mono
  • Layar non-AMOLED
Sony Ericsson Xperia ARCSony Ericsson Xperia ARC

Editor Says

"Desain Xperia Arc adalah yang paling keren dan tipis di antara smartphone berbasis Android lainnya. Masih menggunakan Snapdragon single-core, tapi performanya bisa melebihi Google Nexus S yang sama-sama menggunakan OS versi 2.3 Gingerbread dalam multimedia dan gaming. Satu kelemahannya: kapasitas baterainya yang 'cuma' 1500 mAh tergolong amat kurang untuk pemakaian multimedia sehari-hari."

Source: Gadget Indonesia, Juli 2011, halaman 56