SELEBRITIA

Agnes Monica, Belajar Bersama Indonesian Idol

Selasa, 06 Juli 2010 09:00  | 

Agnes Monica






KapanLagi.com -

Oleh: Puput Puji Lestari

Meskipun mampu membuktikan keseriusannya dalam dunia entertainment, kehadiran Agnes Monica sebagai juri Indonesian Idol banyak dipertanyakan dan diragukan oleh berbagai kalangan. Usianya yang masih muda, 24 tahun, menjadi sorotan paling tajam. Soal pengalaman, banyak juga yang mempertanyakan. Pantaskah seorang Agnes menjadi juri Indonesian Idol 2010?

Tapi keraguan itu ditepis tanpa harus mengkonfirmasi. Di setiap konser spektakuler, Agnes memberikan penilaian yang berbobot. Selain itu, gaya bertutur sebagai orang yang seusia dengan konstestan, jadi seperti teman yang membuat komentarnya enak didengar. Bahkan Agnes tidak ragu menyatakan kesukaannya pada penampilan kontestan. Seperti yang dilakukannya di Konser Spektakuler Indonesian Idol 8, di Central Park, Jaksel, Jumat (2/6). "Aku jatuh cinta sama kamu Gilang, maaf Mas Anang jangan cemburu," katanya saat memberikan penilaian usai salah satu kontestan menyanyi.


Agnes Monica

Gadis yang pernah beradu akting dengan Jerry Yan ini melihat Indonesian Idol sebagai kilas balik titian karirnya. Di panggung itulah, dia melihat bahwa keberhasilan itu pilihan bukan keberuntungan. Harus selalu diupayakan. Di sana pula dia belajar menjadi superstar yang selalu terang di setiap penampilan. Apa saja yang dipelajarinya di ajang Indonesian Idol? Simak perbincangan kami di sela waktu konser Spektakuler 8 dan Result Show berikut ini.

  • Bagaimana penampilan kontestan tadi?
    Kalau menghitung kurang, pasti ada ya. Tapi semua kontestan itu bagus, kalau enggak, nggak sampai enam besar. Menyisihkan ribuan kontestan lain sejak audisi.
  • Ada beban nggak jadi juri?
    Tema Indonesian Idol kali ini kan "Be A Superstar" Nah, produknya itu kita. Tantangannya adalah gimana konsumen percaya sama kita dan menggunakan produk kita.
    Membuat kontestan berpenampilan bagus terus itu bukan hal yang mudah. Karena gimana konsumen percaya kalau penampilan meraka nggak stabil. Kadang-kadang bagus, kadang-kadang jelek, kadang-kadang bagus sekali. Ini yang perlu ditingkatkan. Namun secara umum masing-masing kontestan punya kualitas suara dan warna suara yang bagus. Jadi tinggal dikembangkan.
  • Tipsnya?
    Mencari lagu yang cocok untuk warna vokal masing-masing.
  • Nilai yang diadopsi ketika kamu jadi juri?
    Ya apa ya, banyak. Ada dalam pentas ini kan ada tekanan dan tanggung jawab. Tekanan supaya bagus ditonton masyarakat. Tanggung jawab karena ada juri yang menilai. Dan itu susah. Nggak mudah untuk menjalaninya. Ada peserta yang belajar menghadapi tekanan dengan memperbaiki kritikan yang diterimanya. Untuk menjadi seseorang yang lebih baik. Ada juga yang menerima tekanan jadi jelek. Artinya yang perlu kita pelajari adalah tekanan itu sebenarnya semua orang ngalami. Tapi yang membedakan seseorang layak jadi pemenang atau superstar adalah caranya menghadapi tekanan. Apakah dia akan menggunakan tekanan itu untuk maju atau jadi memplem (lemas, red) karena tekanan yang dihadapi.
  • Hikmahnya?
    Selama tahun ini memang proses pembelajaran yang luar biasa. Proses pembelajaran itu artinya saat aku memfokuskan apa yang Tuhan ngomong. Bukan apa yang orang omong. Ya kita tahulah kalau orang yang ngomong, minggu ini bisa ngomong baik ke kita, minggu depan jelekin, lalu baikin lagi, terus jelek-jelekin lagi. Artinya kalau kita manusia meskipun menutup telinga serapat apapun kita bisa terganggu, saat kita lemah. Tapi kalau kita memikirkan sisi Tuhan, kita nggak perlu kuatir. Karena it is the right thing to do.
    Jadi semenjak aku melewati proses pembelajaran itu mau ngejalanin pribadi atau karir aku lebih enak, stabil, matang. Apa yang aku jalani sekarang itu aku percaya dan aku lihat dengan kacamata iman. Jadi setiap melakukan sesuatu hal aku bertanya dulu pada Tuhan. Artinya aku nggak perfek ya. Setiap manusia pasti ada saat gagalnya. Jadi harus belajar.


    Di kontes Indonesian Idol, Agnes merasakan banyak perhatian tertuju padanya. Kehadirannya setiap minggu membuatnya seperti mendapat keluarga baru. Dia tak heran ketika konser Spektakuler 8 digelar sehari setelah ulang tahunnya, 1 Juli, Agnes mendapat banyak kejutan di awal acara. Dari hand bouquet flowers, kue tart, sampai hadiah kalung dari Daniel Mananta si pembawa acara membuatnya terharu sekaligus bahagia. Kehadiran Dirly, yang kabarnya pernah menjadi teman dekatnya, benar-benar membuatnya terkejut. Apalagi fans setianya rela menunggu di bawah panggung untuk memberikan kado. Kejutan ini menjadi pelengkap kejutan dari mama, manajemen, dan fansnya.

  • Siapa yang ngasih ucapan selamat ultah pertama kali?
    My Mom ya. Dia tengah malam ketuk pintu kamar aku untuk ucapin selamat ulang tahun. Mungkin karena nggak mau ketinggalan sama yang lain ya.
  • Dikerjain apa aja?
    Kemarin sebenarnya udah dikerjain, tapi aku seneng banget. Aku naik bemo yang disiapin teman-teman aku. Senang banget. Waktu aku kecil aku suka naik bemo.
    Yang lucu pas jalan-jalan di Senayan City. Aku di make up asal, pakai hidung babi segala. Malu sih, tapi itu kan bentuk perhatian mereka. Jadi tetep senang.
  • Ulang tahun ke berapa?
    Aku ulang tahun setiap tahun mundur bukan maju. Jadi tahun ini 19 tahun, tahun depan 18. Hahahahahaha...... Kayak film Benjamin Button.
  • Tadi sebenarnya tahu nggak Dirly bakal datang?
    Nggak tahu dikerjain sama Dirly. Tapi aku udah biasa ngadepin si Daniel. Dia sejak usia 17 tahun selalu hadir di perayaan ultahku. Nah, aku udah berpikir pasti dia bakal ngerjain aku. Karena dia salah satu orang yang paling semangat ngerjain aku. Jadi sebenarnya nggak gitu heran jika dia ngerjain aku.
    Kemarin ibu, keluarga, kru, dan fans aku heboh seharian ngerjain aku. Aku senang banget. Dan hari ini di Indonesian Idol mereka buat kejutan lagi. Buat aku itu suatu bentuk perhatian yang cukup mengesankan. Bagimana mereka berusaha menempatkan perhatian mereka ke aku.
  • Resolusi ultah?
    Aku itu orangnya, perfeksionis. Anggota band aku itu bilang aku micro manager. Sampai hal detail yang seharusnya bisa aku delegasikan itu aku kerjain sendiri. Karena aku ingin semua sempurna. Buat aku punya pondasi rumah aja harus yang kokoh apalagi kita. Itu yang jadi fokus aku dalam hidup. Pokoknya yang pasti aku senang banget. Aku dikasih hadiah yang luar biasa sama Tuhan. (kpl/uji/nat)

Lihat Galeri Photo Agnes Monica:

Agnes MonicaAgnes Monica
Agnes MonicaAgnes Monica
Agnes MonicaAgnes Monica