SELEBRITIA

Ali Zaenal, Menyeimbangkan Seni dan Syariat

Selasa, 10 Januari 2012 15:32  | 

Ali Zaenal


Ali Zaenal, Menyeimbangkan Seni dan Syariat
Ali Zaenal di Ten Ten Restoran, PIM 1, Jaksel Foto: Bambang E. Ros





KapanLagi.com -
Oleh: Puput Puji Lestari

Nama Ali Zaenal sudah lama muncul di layar kaca, mulai jadi presenter sampai jadi pemain dalam FTV. Namun, sekian lama di dunia entertainment baru awal tahun ini Ali muncul dalam film layar lebar, UMMI AMINAH. Padahal secara penampilan wajah Ali jelas sangat menjual. Kemampuannya juga tidak perlu diragukan.

Rupanya pria berdarah Arab ini memang menunggu peran yang tidak ada ciuman sama sekali. Takut dua anaknya yang beranjak besar akan bertanya padanya tentang peran yang dilakoninya. Kalau orang menyebutnya calon ustadz bisa jadi memang benar. Apa dan bagaimana dia memandang seni dan syariat agama, bersama Tim KapanLagiŽ berbincang Sabtu, 07/01/2012, di Ten Ten Restoran, PIM 1, Jaksel.

Untuk mengetahui jawabannya simak perbincangan kami berikut ini:


Ali Zaenal di Ten Ten Restoran, PIM 1, Jaksel

FILM DAN SYARIAT

  • Akhirnya main film layar lebar, beda nggak sama FTV?
    Yang namanya akting dan segala macam seni di film atau FTV nggak jauh beda. Cuma banyak yang bilang di layar lebar mesti konsentrasi tinggi. Kalau menurut aku terjun ke dunia seni itu harus konsentrasi tinggi. Apapun perannya karena orang yang lihat itu jadi diri kita, dari kemampuan kita memerankan peran yang kita bawakan.
  • Kok baru sekarang main film, gak ada tawaran?
    Ada tawaran, pernah casting juga. Tapi mentok di adegan ciuman. Karakternya bersinggungan dengan syariat jadi entar dulu deh. Dan karakter aku kan wajahnya keras, jadi biar pas mesti yang keras juga karakter yang aku peranin.

    Selama ini tuh selalu nunggu dan berdoa. Yakin kalau suatu saat dapat karakter pas, berarti itu saatnya aku main film. Nah, peran aku di film UMMI AMINAH ini pas banget buat aku. Dikasih sama Allah film ini mungkin inilah yang pas.

  • Jadi pilih-pilih peran yang 'aman'?
    Free yang penting nggak bersinggungan dengan agama. Ada beberapa yang buat pakai nama agama tapi nilainya enggak ada. Yang paling aku takutkan itu tanggungjawab moral. Nanti kalau anak aku buka media trus ngeliat ayahnya perannya macem-macem kan bingung tanggungjawabnya. Makanya aku selalu percaya, berdoa pasti dikasih sama Allah.
  • Padahal banyak yang bilang seni nggak bisa dikaitkan dengan agama?
    Justru agama itu punya seni. Seni yang nggak tersentuh agama itu seni setan. Seni yang didomplengi setan larinya ke nafsu. Agama itu sudah mengatur sedemikian rupa untuk berseni dalam hidup. Lahir brojol itu udah seni, cari nafkah juga seni. Namanya seni, pasti ada seni baik dan buruk. Tinggal pilih.
  • Wah, ini yang bikin kamu disebut ustadz sama fans?
    Jadi sebenarnya make a wish aku dari dulu, berharap dapat kerja dapat uang juga dapat pahala. Kalau di trademark sebagai ustadz ya Alhamdulillah. Tapi aku sendiri itu nggak berani ya nyebut gitu. Karena umur aku belum sampai, Nabi Muhammad aja usia 40 mateng baru jadi nabi. Aku belum apa-apa, masih jauh ya.
  • Beban nggak?
    Enggak beban, justru nikmat dari Allah. Seperti rambu kalau aku mau macem-macem malah nggak berani.
  • Sekarang lebih banyak tuh yang main film buka-bukaan?
    Itu tanggungjawab masing-masing aja. Setiap orang punya pertimbangan masing-masing. Belum tentu yang aku kritik lebih baik dari aku. Yang jelas aku kerjakan sesuatu yang baik aja. Karena niat itu kan dari diri sendiri yang tahu. Bisa jadi orang mau main film begitu untuk cari nafkah keluarganya. Segala sesuatu tergantung niatnya. Nah, niat itu kan nggak terlihat. Cuma orangnya sendiri dan Allah yang tahu. Cuma aku sendiri punya prioritasnya sendiri. Jangan sampai deh yang begitu biarpun bayarannya mahal.

KELUARGA

  • Gimana menjaga keharmonisan keluarga?
    Jaga keharmonisan keluarga itu penting banget. Surga keluarga itu diciptakan kita sendiri yang harus upayakan. Dalam sehari itu minimal ada sekali sholat jamaah. Pas anak istri cium tangan usai sholat jamaah itu surga keluarga. Kalau udah begitu di luar rumah nggak mau macem-mcem.
  • Bagaimana bagi waktu?
    Kalau malam gue jaga anak. Anak-anak gue aktif soalnya.
  • Liburan favorit keluarga?
    Liburan ke pantai, di Anyer sekeluarga.
  • Terakhir liburan?
    Itu dia, kapan liburan itu susah dapat waktunya. Apalagi kemarin pindahan rumah juga. Tapi tetep mesti cariin ya waktunya.
  • Makanan favorit keluarga?
    Ikan laut semuanya kita embat total deh.

10 KATA KUNCI

  • Bodoh itu?
    Ngerasa bodoh kalau misalnya hari ini ketinggalan dari hari kemarin. Kalau progam aku nggak berjalan baik. Misalnya, hari ini mau ke tempat A, B, C, D ternyata nggak jadi. Ini hal yang biasa tapi jadi nggak kelawan perasaan bodohnya.
  • Lucu itu?
    Tiap hari lucu karena punya Jibril dan Mikail. Mereka kesenanganku.
  • Memalukan itu?
    Bawain acara di station di injury time, ada perubahan tapi berantakan semua. Pernah tuh sekali begitu pas mc live. Aku dikasih catatan yang nggak kebaca. Kertasnya urek-urekan nggak jelas untuk nyebut nama juaranya. Akhirnya salah dan diralat, itu memalukan banget.
  • Membahagiakan itu?
    Bila progam yang aku buat sukses.
  • Justin Bieber?
    Nggak ngikutin.
  • 2012 kiamat?
    Kiamat terjadi setiap hari, kalau hari ini nggak lebih baik dari hari kemarin itu kiamat.
  • Syahrini?
    Aku nggak ngikutin beritanya. Apa ya?
  • David Beckham?
    Suka sih bola, tapi udah nggak update. Lebih ke agama.
  • Rhoma Irama?
    Panutan banget. Dia sampai dibuatin patung di luar negeri sebagai raja dangdut dunia. Yang aku salut Sonata Grup itu kejaga. Band anak muda banyak kan yang bubar sekarang. Tapi Sonata itu persaudaraannya kuat. Sampai saat ini Rhoma Irama manggung suaranya terjaga bagus, style nggak berubah.
  • Boyband/girlband di Indonesia?
    Apa ya....??? Aduh nggak tahu. Kalau tanya Dewa tahu deh. Ketahuan ya umurnya, bisa aja nih pertanyaannya. (kpl/uji/nat)

Ali Zaenal Tampil Berpeci:

Ali ZaenalAli Zaenal
Ali ZaenalAli Zaenal
Ali ZaenalAli Zaenal