SELEBRITIA

Astrid Tiar: Jangan 'Beli' Saya Dengan Harta!

Senin, 12 Maret 2012 13:52  | 

Astrid Tiar


Astrid Tiar: Jangan 'Beli' Saya Dengan Harta!
Astrid Tiar di kediamannya, Kemanggisan Hilir Foto: Budy Juwono




KapanLagi.com -
Oleh: Daniel Ruben

Menikah adalah sesuatu yang sangat sakral. Apa yang sudah dikomitmenkan saat mengucap janji nikah adalah komitmen pasangan tersebut kepada Tuhan. Berbicara tentang pernikahan, harus pula mempertimbangkan segala sesuatunya secara matang. Karena pernikahan adalah bersatunya dua insan yang berbeda. Berbeda latar belakang, berbeda kepala, dan tentunya berbeda karakter. Lebih dari itu, yang dilibatkan di dalamnya bukan hanya dua insan ini saja, melainkan juga keluarga besar keduanya. Sedangkan keberlangsungannya adalah seumur hidup tentunya.

Setiap pasangan yang akan menikah tentunya mempersiapkan segala sesuatunya baik lahir maupun bathin. Apapun persiapan atau hal lain tentang pernikahan sebaiknya betul-betul didiskusikan dengan baik. Menikah tak hanya bicara soal materi semata, melainkan bicara tentang tanggung jawab rumah tangga terhadap Tuhan, yang tentu saja tanpa mengesampingkan materi. Berdasar pada inilah, Astrid Tiar Yosephine Panjaitan, atau yang akrab dikenal Astrid Tiar, sedang mempersiapkan segala sesuatunya sebelum mengucapkan janji nikah dengan pasangannya, Gerhard Reinaldi Situmorang, pria yang kelak menjadi teman Astrid di sisa hidupnya. Bukan harta dan materi melimpah yang diharapkan Astrid dari pasangannya, melainkan seorang pria yang bertanggung jawab. Beberapa waktu lalu, kepada KapanLagi.comŽ, Astrid dengan terbuka bercerita tentang kesiapannya untuk menikah nanti.

  • Lamaran kemarin memang sudah lama di planning?
    Sebenarnya kalau dibilang direncanakan banget itu nggak, tapi nggak dadakan juga, nggak buru-buru juga, ya sesuai lah waktunya.
  • Awal pertemuan dengan Aldi itu di mana?
    Dulu itu si Aldi senior aku di SMA, SMA 78. Aku kelas satu, dia lulus.
  • Pas sekolah nggak sempet bareng dong?
    Nggak, tapi saling tahu aja karena kalau senior kan biasanya ada masa-masa ospek gitu.
  • Komunikasi?
    Nggak, bahkan aku nggak kenal sama dia, jadi cukup tahu aja, nggak pernah ada komunikasi atau apapun. Kenalnya pas ospek aja, nah beberapa tahun silam ya udah ketemu lagi aku sama dia.
  • Pacaran sudah berapa lama sejak saat ketemu?
    Aku sendiri bingung kapan mulainya ya, karena kita pernah saling mengenal, pernah pacaran juga dulu, terus sempet putus lama, terus sekarang ketemu langsung lamaran.
  • Apa yang bikin Astrid yakin dengan Aldi?
    Yang pasti harus seiman kan ya. Laki-laki itu kan menjadi panutan keluarga, punya tanggung jawab, terutama sama keluarganya. Ada satu peristiwa yang bikin aku semakin yakin sama dia.

    Jadi, dia pernah membatalkan dinner sama aku, karena tiba-tiba dia harus nganterin Mamanya. Padahal aku udah dandan cantik-cantik, hahaha. Dari situ aku mikir dia sangat bertanggung jawab sama keluarganya, dia memprioritaskan keluarganya nomor satu, bukan pacarnya atau temennya atau kerjaannya. Saat itu aku bukannya marah tapi aku justru berpikir bahwa aku memang mencari laki-laki yang sangat sayang sama Ibunya, sayang sama keluarganya. Konon katanya nanti akan begitu juga di keluarga kita.

  • Astrid memang pingin sama orang Batak, atau ada permintaan dari orang tua?
    Dulu sempet mikir, kenapa sih harus sama-sama Batak, setelah menjalani ke sini malah aku nggak ngebayangin kalau calonku bukan orang Batak. Karena, ketika aku bersama suku lain, atau suamiku bukan orang Batak, otomatis marga keluarga akan hilang. Dan aku yakin, orang Batak itu walaupun dengan berbagai macam persoalannya, mereka itu bisa melakukan apa saja itu untuk keluarganya.
  • Sekarang banyak orang Batak yang menikah nggak menggunakan adat, biar dibilang Batak modern. Bagaimana dengan Astrid?
    Ada banyak orang yang tidak menyukai Batak, bahkan malu mengakui sebagai orang Batak. Mungkin karena orang Batak banyak maling ya, atau cuma jadi supir bis. Mungkin memang banyak pengusaha-pengusaha hebat bukan orang Batak, tapi apapun pekerjaan orang Batak, mereka tidak pernah menjual harga dirinya.

    Banyak sekali yang bilang adat Batak itu ribet, banyak juga yang bilang adat Batak kayak nyembah berhala. Sebetulnya yang harus dilihat adalah adat Batak itu harus dilestarikan, jangan sampai punah. Menurut aku ya, maaf kalau misalkan tersinggung, orang yang tidak mempunyai adat itu adalah orang yang telanjang. Jadi, aku sangat bangga dilahirkan sebagai orang Batak.

  • Kesiapan mental Astrid untuk menikah?
    Kalau dibilang siap, bagaimanapun orang nggak akan pernah siap. Tapi yang dilihat adalah menikah itu kan ibadah. Terus yang kedua, niatku memang berumah tangga, itulah yang diharapkan Tuhan. Aku seorang perempuan yang kelak akan menjadi seorang ibu, dan aku rindu sekali ingin mempunyai keluarga.

    Jadi aku itu diajarkan untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Apapun pilihannya, itu pasti ada baik dan buruknya, dan harus menerima konsekuensinya. Pertama adalah harus mempersiapkan bagaimana cara mengendalikan diri sendiri. Dan yang kedua, bagaimana caranya menerima perbedaan.

  • Pernah terbayang seperti apa sebuah pernikahan?
    Pernikahan buat aku adalah suatu pertemuan antara kedua manusia untuk memenuhi bumi ini, sampai beranak cucu, hahahaha.
  • Rasa takut untuk menikah?
    Nggak, karena dari kecil yang aku lihat itu sosok Mama yang sangat sederhana, yang cita-citanya nggak tinggi. Kalau aku nanya sama Mama, "Mama mau jadi apa sih?" Mama bilang kalau dia pingin jadi Ibu, Mama pingin lihat anak-anaknya bahagia. Mamaku nggak kepingin apa-apa selain itu tadi. Jadi, kesuksesan sebuah rumah tangga adalah ketika kita berhasil menjalaninya sesederhana mungkin dan sebaik mungkin.
  • Astrid ingin jadi Ibu rumah tangga?
    Iya dong, tapi bukan cuma Ibu rumah tangga yang kerjaannya cuma nonton infotainment yah, tapi tetep mesti produktif.
  • Kalau persiapan acara Batak kan lama banget ya, itu secara fisik sendiri gimana?
    Udah disuruh makan sop dan sayur-sayuran, makan telur setengah mateng, minum air putih yang banyak. Yang pasti sih lebih penting itu rohani kayaknya, karena itu pondasi dasarnya, dan aku percaya banget itu.
  • Nanti setelah adat Batak, ada resepsi internasional juga?
    Iya, nanti akan ada resepsi setelah acara adatnya.
  • Di hari yang sama?
    Nggak. Pesta adatnya itu hari Sabtu, trus hari Minggu itu resepsi. Kalau untuk rekan-rekan pers yang pasti pas resepsi lah ya.
  • Menyangka bahwa jodohmu ternyata Aldi, yang sudah lama nggak ketemu?
    Kan aku ngebayanginnya jodohku itu pangeran William, tapi ternyata dia mengkhianati aku, hahaha.
  • Kok bisa luluh sama Aldi?
    Aku itu mudah untuk berteman, dan temenku banyak. Banyak yang deketin aku, dan banyak juga yang susah untuk ngajak aku pergi, cuma sekedar ke mall untuk ngopi atau kongkow-kongkow. Aku bukan tipe yang gampang untuk pergi, dan aku kan orangnya judes. Nah, Aldi bisa melakukan itu. Dia bisa menaklukkan aku yang judes dan galak banget. Aku yang galak banget bisa berubah jadi nurut sama dia.
  • Perubahan yang dirasakan setelah mengenal Aldi?
    Aku jadi lebih deket lagi sama Tuhan. Dia setiap malam ngajak aku doa bareng sama dia.
  • Ketika menikah nanti, Aldi tetep support profesi kamu sebagai artis?
    Sebelum aku jawab pertanyaan itu, aku sangat bangga dengan keluargaku yang mendidik aku menjadi wanita Batak yang seutuhnya, bagaimana mengutamakan keluarga. Jadi sebelum ketemu Aldi, aku tahu aku harus apa. Aldi memberikan kebebasan, tapi dengan batasan. Dalam arti gini, aku boleh ngambil job, atau apapun itu, tapi kalau udah punya anak, aku harus tahu harus bagaimana.
  • Permintaan pertama pada saat menikah nanti?
    Yang pasti aku akan pacaran ulang ya sama dia, karena kita kan nggak pernah malam mingguan. Aku pernah bilang sama dia hal pertama pas nikah yang pertama harus dia lakukan adalah hari sabtu bawa aku nonton bioskop. Pokoknya, weekend pertama kita malam mingguan, weekend kedua kita ke puncak, weekend ketiga kita ke Bandung, hahaha.
  • Nggak sempet seperti itu?
    Nggak sempet, dulu kan kita masih kecil, trus waktu putus kan jeda waktunya lama banget. Trus pas ketemu lagi sekarang, kita belum sempet pacaran.
  • Honeymoon pingin ke mana?
    Kayaknya aku akan pulang kampung ke tempatnya Aldi.
  • Begitu waktu dia ngajak nikah kamu langsung bilang iya?
    Nggak, aku berdoa dulu. Sebelum Aldi datang, banyak banget yang ngajakin aku nikah. Banyak yang tiba-tiba ngasih aku cincin trus ngajakin nikah. Banyak yang datang dengan mobil mewah dan perusahaan yang banyak, tapi aku nggak mau. Lo jangan beli gue dengan harta dan semua itu. Karena aku punya prinsip, aku mau aku dan pasanganku sama-sama membangun sebuah istana bareng-bareng.

    Kita mungkin ngontrak rumah dulu, pelan-pelan tapi sama-sama. Kenapa aku mau melakukan ini? Karena pada saat nanti aku sampai di puncaknya, aku akan sangat menghargai semua proses yang sudah aku lalui sama pasanganku, dan proses yang dilalui itu sangat sulit. Nah, Aldi datang ke aku tuh biasa aja, dengan style-nya sendiri. Dia suka ngajak aku makan di emperan, dan aku suka itu.

  • Tapi biasanya kan orang kalau mau menikah kan banyak yang stress terus jadi kurus, terjadi gak sama Astrid?
    Nggak, aku malah makin gendut, makanya aku takut banget nih, takut nanti bajunya kesempitan, hahaha.
  • Artinya, sudah mantap seratus persen ya?
    Aku percaya kuasa Tuhan itu ada di dalam setiap kehidupan. Hidup itu kan pilihan, tinggal kita saja mau pilih yang mana. Tapi, antara mau dan butuh itu kan beda. Kalau ditanya mau, saya mau ini, saya mau itu. Tapi kalau ditanya butuh, saya butuh pagi, butuh siang, saya butuh malam. Nah, aku sangat membutuhkan Aldi. Jadi, aku percaya, Tuhan yang akan atur semuanya itu. (kpl/ben/nat)

Astrid Tiar di Kediamannya Kemanggisan Hilir:

Astrid TiarAstrid Tiar
Astrid TiarAstrid Tiar
Astrid TiarAstrid Tiar