SELEBRITIA

Audy Item, Idolakan Semangat Demokrasi Obama

Sabtu, 22 Mei 2010 16:27  | 

Audy Item







KapanLagi.com - Audy Item menyimpan keinginan untuk bertemu salah satu idolanya, Presiden Barack Obama, presiden Amerika Serikat yang pernah tinggal dan sekolah di Indonesia. Sikap sang presiden ini, memberikan inspirasi untuk tidak membeda-bedakan orang dan bisa demokratis dalam menerima kritik.

Pada KapanLagi.com, Audy mengungkapkan semangatnya untuk menerima kritik orang lain, di balik sikapnya yang lemah lembut dalam memberikan kritik. Baginya kritik harus membangun, bukan memporak-porandakan. Terbukti kritikan bintang kelahiran Jakarta, 23 April 1983 itu, tidak pernah membuat marah temannya, gara-gara kritikannya.

  • Kalau ketemu presiden, presiden siapa yang ingin lu temui?
    Obama, karena dia sangat-sangat simpatik dan dia pinter banget, orangnya sangat-sangat humble. Gue suka melihat berita dia kalau sedang ke masyarakat. Dia tidak membeda-bedakan tapi orang-orang sekitarnya yang membeda-bedakan, mungkin karena dia dulu pernah susah dan gue pengen sekali karena dulu dia pernah tinggal di Indonesia jadi coba tolong dimudahkan lah kalau orang Indonesia pergi ke Amerika.

  • Audy Item

  • Di SD Menteng dibangun patung Obama, penting nggak menurut lu?
    Ya nggak apa-apalah karena itu satu kebanggan buat mereka (SD Menteng) karena seorang presiden Amerika (Obama) pernah sekolah di situ, jadi kalau ada yang nggak suka sirik saja mereka, wajarlah. Dan kalau Obama datang ke Indonesia pasti akan sangat senang sekali dibikinin patung.
  • Lu pernah dikritik nggak?
    Oh harus, karena gue tipe orang yang selalu merasa masih banyak kekurangan, karena kesempurnaan itu punya Tuhan, sampai detik ini pun gue harus tetap belajar. Sifat gue itu pengen tahu karena menurut gue masih muda dan masih banyak yang harus gue tahu dan belum puas.
  • Kalau mengkritik orang?
    Pernah tapi bukan yang kritikan pedas, kalau kaya di twitter yang kaya gitu-gitu paling yang lebih memberikan contoh, ya kritik membangun.
  • Pernah sampai bikin orang benci gara-gara lu kritik?
    Alhamdulillah gue tipe orang yang cinta damai jadi dalam hidup jangan sampai ada musuh walaupun pekerjaan seperti kita ini sangat riskan dengan banyak hal. Ada yang suka dan nggak suka jadi harus nice kepada semua orang.
  • Lu kan punya twitter, ada status di Mario Teguh yang menyebutkan perempuan yang merokok, clubing dll tak pantas dijadikan istri menurut lu?
    Ya kita sih menghargai pendapat setap individu, mungkin pendapat dia seperti itu, tapi padahal belum tentu seperti itu. Jadi jangan terlalu menjudge orang seperti itu. Apalagi sampai jutaan orang yang melihat just keeped it your self kalau menurut gue.
  • Seharusnya apa yang harus dilakukan Mario Teguh sebagai motivator?
    Ya mungkin memang ada benarnya dengan apa yang dia ngomong, tapi kan nggak semua orang seperti itu. Kalau menurut gue misinya dia itu, 'hayolah perempuan-perempuan kalau mau jadi istri yang baik, memang merokok itu tidak baik, minum alkohol itu tidak baik, kalau baik semua kan berjalan dengan baik'. Mungkin itu maksud dia, tapi kan kalau dari karakter untuk menulis di twitter itu terbatas jadi kata-katanya dia beda. Mungkin beda kalau dia ngomong di TV dan menurut gue dia tidak ingin membuat kericuhan atau sensasi. Itu membangun tapi cara penyampaiannya salah dan banyak orang yang sensitif, negara kita negara yang sensitif banget.

  • Kalau lu sendiri gimana?
    Gue sih santai-santai sajalah, hidup dibawa santai saja ya, sudah gede tahu mana yang baik dan buruk. Kita jalani skenario hidup ya kaya gini saja, 'masalah lo derita lo he...he.. he.
  • (kpl/gum/dar)